TINTAKALTIM.COM-Puluhan satuan pengamanan (satpam) dilatih kualifikasi Gada Pratama (GP) yang dilakukan Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kabupaten Kukar bekerjasama dengan Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) PT Bina Multi Cipta Indonesia (BMCI) di Asrama Haji Batakan, Senin (21/4/2025)
BMCI mendapat kepercayaan untuk menggelar pelatihan ini karena dinilai BUJP yang profesional yang menggandeng Ditbinmas Polda Kaltim dalam pelaksanaannya

“Kami memberi apresiasi Distranaker Kukar dan BMCI yang sudah bekerjasama menggelar acara penting demi kualifikasi dan kompetensi satpam ini,” kata Kasubdit Bin Polmas Ditbinmas Polda Kaltim AKBP Windya Nugraha mewakili Dirbinmas Kombes Pol Eri Dwi Hariyanto SIK saat membuka pelatihan di Asrama Haji Batakan.

Hadir dalam acara itu Kepala Distransnaker Kukar Muhammad Hatta, anggota komisi I DPRD Kukar Nur Hidayat, Direktur Utama (Dirut) PT BMCI Tri Tohiroh (Terry) dan jajaran pembina Ditbinmas Polda Kaltim.
Dikatakan Windia, aturan satpam diatur dalam Peraturan Kepolisian Nomor 4 Tahun 2020 tentang pengamanan swakarsa yang tugasnya membantu polisi di bidang penyelenggaraan keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah yang jadi lingkup tugasnya.

Fungsi satpam nantinya kata Windia, mengantisipasi dan mencegah gangguan keamanan di lingkup perusahaan mereka bekerja sehingga aman, efisien dan produktif jalannya perusahaan.
“Kalau perusahaan tak aman maka dampaknya operasional terhambat dan tidak berproduksi yang pada gilirannya bisa terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK). Sehingga, satpam harus dilatih agar profesional serta memiliki skill,” kata Windia.

Untuk itu katanya, peserta wajib aktif dan serius mengikuti pelatihan baik dalam kelas maupun praktek lapangan. “Jangan terpaksa mengikuti pelatihan. Karena, ini demi peningkatan skill peserta. Sebab, satpam itu profesi sehingga harus lulus pelatihan kualifikasi Gada Pratama (GP),” kata Windia yang menambahkan kualifikasi juga ada Gada Madya (GM) dan Gada Utama (GU).
Profesinalisme satpam kata Windia, era sekarang sifatnya wajib. Karena, perusahaan banyak mencari satpam yang memiliki kompetensi. Sehingga, pendidikan dasar (diksar) demi peningkatan keterampilan dasar pengamanan dan memahami norma etika profesi harus dimiliki satpam

“Makanya, pelatihan ini berat. Jika sakit sampaikan dan jangan dipaksakan. Sebab, fisik harus prima dan mental harus baik,” pinta Windia lewat sambutan Dirbinmas
Pelatihan Gada Pratama dilakukan 21 April – 4 Mei 2025 dan peserta selama pelatihan mendapat bahan teori dan praktek baris berbaris, tugas pokok dan fungsi (tupoksi) satpam, kewenangan satpam, pengaturan, penjadwalan, pengawalan dan patroli (turjawali) termasuk bela diri.
“Ikuti seluruh rangkaian pelatihan hingga tuntas. Sebab, ini demi masa depan peserta sekaligus peningkatan skill atau kompetensi yang pada akhirnya mudah diserap di pasar kerja,” kata Windia.

Sementara itu Dirut PT BMCI menjelaskan, perusahaannya berpengalaman menggelar diksar demi peningkatan pelatihan dan kualitas SDM bidang pengamanan untuk diserap di pasar kerja
“Sudah ribuan satpam dilatih lewat BMCI, mereka sangat tekun baik kualifikasi Gada Pratama maupun Gada Madya dan Gada Utama yang bekerjasama dengan pembimbing dari Ditbinmas Polda Kaltim,” kata Tri Tohiroh yang akrab disapa Terry. (gt)













