TINTAKALTIM.COM-Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Balikpapan yang biasa melayani tamu dengan prinsip hospitality, kini nilai keikhlasan, kebaikan itu diwujudkan memberi pelayanan di jalan dengan membagi sekitar 3.000 takjil untuk berbuka puasa (ifthar) yang diniatkan sedekah.
Di sana ada keindahan dan energi positif serta nilai kebahagiaan yang ditunjukkan lewat sinergi bidang perhotelan di Balikpapan lewat program Takjil on The Road yang dikomando Ketua PHRI Balikpapan Soegianto SE.

“Ramadan itu bulan kebahagiaan. Kita dari PHRI ingin membagi kebahagiaan itu bersama masyarakat, sehingga sinergi dengan 21 hotel yang turun ke jalan membagikan takjil,” kata Soegianto memimpin pelaksanaan Takjil on The Road yang difokuskan di persipangan traffic light Balikpapan Plaza atau BC, Senin (17/3).
Mereka turun kompak. Tak ada sekat dan ‘kompetisi pasar’ dalam bisnis perhotelan. Yang ada, mereka di antaranya para manajer hotel melempar senyum, santun dan bekerjasama membagi-bagikan takjil dari pukul 17.00 Wita hingga 17.30 menjelang waktu berbuka.
Pembagian takjil ini sudah jadi tradisi tahunan setiap Ramadan tiba. Kendati hanya sekadar snack, tetapi bermanfaat dan berarti bagi mereka yang menantikan waktu berbuka puasa. Apalagi jumlahnya sangat banyak.

“Niat kami para anggota PHRI bahwa sedekah takjil diniatkan rasa kepedulian kepada mereka yang berpuasa. Dan, kebersamaan seluruh pengurus dan anggota PHRI bahwa mereka ingin berbagi sekaligus bersedekah,” kata Soegianto.
Takjil satu per satu dibagi. Perwakilan masing-masing hotel pun memberi takjil itu kepada pengguna kendaraan baik roda dua dan empat.
“Kami sudah niatkan membagi. Kalaupun yang menerima sedang tak berpuasa pun tak masalah. Intinya takjil itu sampai kepada masyarakat,” kata Soegianto.
Bagi Soegianto dan pengurus serta anggota PHRI Balikpapan, program Takjil on The Road juga jadi sarana kasih sayang antar sesama manusia, juga menumbuhkan rasa saling tolong-menolong.

“Bisa jadi, mereka yang baru pulang kerja belum sempat menyiapkan takjil berbuka. Maka, takjil dari PHRI bisa dijadikan bahan berbuka puasa,” kata Soegianto yang juga Direktur Operasional Platinum Group Hotel ini.
Soegianto mengucapkan terimakasih kepada seluruh hotel dan café penyedia kopi yang sudah berpartisipasi dalam program Takjil on The Road. Harapannya, kebersamaan itu tak hanya dilakukan saat Ramadan tetapi di luar bulan Ramadan pun sinergi, kolaborasi, komunikasi dapat dilakukan
“Apalagi Balikpapan sudah menjadi kota Meeting, Incentive, Convention & Exhebition (MICE), sehingga seluruh pelaku perhotelan dan restoran harus bergandengan tangan mendukung kemajuan kotanya di bidang akomodasi dan restoran serta lainnya,” jelas Soegianto.
Takjil on The Road itu kata Soegianto didukung hotel dan coffe yakni Platinum Hotel, Hotel Novotel, Swiss Bell, Swiss Bell In, Grand Tjokro, Grand Jatra, Astara dan Pentacity, Four Point, Zuric, Midtown, Whiz Prime, Mega Lestari, Seven Six, Pacific, Coffe Scako, Grand Tika Mustika, Golden Tulip, Horison Ultima, Hotel Bintang, Hotel New Benakutai dan Mahligai.
“Semoga semua takjil yang dibagikan pengurus dan anggota PHRI menjadi berkah. Juga, bisnis perhotelan di Balikpapan semakin maju,” pungkas Soegianto. (gt)












