TINTAKALTIM.COM-Pekerjaan peremajaan (revitalisasi) pipa Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) kini sudah nyaris selesai. Progresnya telah mencapai 90 persen khususnya untuk pipa transmisi berdiameter 400 milimeter di kawasan Jalan MT Haryono Balikpapan.
Direktur Utama (Dirut) PTMB (PDAM) Balikpapan Dr Yudhi Saharudin menegaskan, pekerjaan revitalisasi tinggal merampungkan saja (finishing) beberapa titik saja dan sekaligus merapikan bekas galian pipa yang dipasang hampir sepanjang 2 kilometer.

Pipa yang dipasang kata Yudhi, menggunakan pipa yang berasal dari persediaan saja. Karena, jika tidak direvitalisasi maka pipa akan mengalami kebocoran terus ketika tekanan air ditingkatkan. “Karena pipanya usang dan hampir 40 tahun belum pernah diganti,” kata Yudhi.
Ketika revitalisasi pipa selesai, maka kata Yudhi, bisa mendukung distribusi air bisa membuat aliran ke Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Kampung Damai lancar dan optimal. Tetapi, masih ada sejumlah titik perlu peremajaan.
“Tidak bisa pekerjaan revitalisasi itu masif dilakukan. Karena, berpengaruh pada layanan distribusi. Itulah konsekuensinya jika pergantian pipa. Makanya dilakukan berkala,” ujarnya.

Dari kebijakan dan arahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), revitalisasi pipa ini seluruh PDAM harus melakukan. Karena, untuk mendukung akses air ke warga lebih optimal.
Implikasi atau dampak dari pergantian pipa kata Yudhi, kini sudah mulai terasa karena terjadi penurunan non revenue water (NRW) atau angka kehilangan air yang disebut juga kebocoran dari 34 persen menjadi 25 persen. Ini menunjukkan distribusi pelan tapi pasti mulai optimal.
“Jenis pipanya semacam karet sehingga lebih fleksibel dan tidak mudah kropos. Berbeda dengan pipa yang lama menggunakan bahan baja dan berpotensi bocor dan keropos dan perbaikan pipa akan berlanjut tahun depan,” kata Yudhi. (gt)













