• Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kepengurusan
Sunday, March 15, 2026
  • Login
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Kanal

KNKT: Turunan Rapak Sudah Terjadi ‘Mixed Traffic’. Harus Dibuat Frieght Centre, Kendaraan Barang Diatur Waktunya

by admin
March 21, 2022
in Kanal
0 0
0
KNKT: Turunan Rapak Sudah Terjadi ‘Mixed Traffic’. Harus Dibuat Frieght Centre, Kendaraan Barang Diatur Waktunya

INVESTIGASI: Investigator senior KNKT Ahmad Wildan saat berbincang dengan Kepala BPTD Kaltim-Kaltara Avi Mukti Amin di KKT

0
SHARES
306
VIEWS
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

TINTAKALTIM.COM-Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menilai, Jalan Soekarno Hatta tepatnya turunan Muara Rapak sudah terjadi yang disebut mixed traffic atau bercampurnya lalu-lintas dari semua jenis kendaraan. Itu berbahaya dan cenderung mengalami kecelakaan.

Investigator senior KNKT Ahmad Wildan menegaskan itu setelah melakukan investigasi  kaitan kecelakaan truk barang yang terjadi di turunan Muara Rapak yang mengakibatkan 4 orang meninggal dunia, Minggu (20/03/2022).

Selain KNKT, investigasi itu juga dihadiri Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XVII Kaltim-Kaltara Avi Mukti Amin, Kasi Lalu Lintas Edwin Fauzi SSiT MM, jajaran Dishub Balikpapan dan stakeholders lainnya. Pola investigasi KNKT dengan melakukan pengecekan geometri jalan dan melihat kondisi depo terminal barang di Kaltim Kariangau Terminal (KKT) kawasan kilometer 13.

Wildan (tengah) didampingi Kepala BPTD Wilayah XVII Kaltim-Kaltara Avi Mukti Amin, Kasi Lalu Lintas Edwin dan jajaran Dishub Balikpapan usai investigasi turunan Muara Rapak

Menurut Wildan, mixed traffic  di sejumlah kawasan sangat berbahaya dan mengancam keselamatan jiwa. Apalagi turunan Muara Rapak jalannya sempit dan landaian vertikal yang masuk dalam landai negatif (turunan) dan hazard-nya (rintangan pengguna jalan) banyak.

“Saya sudah dari Mandilika Lombok Timur, antara truk dengan sepeda motor telah mengalami mixed traffic. Dan rawan kecelakaan. Intinya sebenarnya tidak boleh turunan Muara Rapak itu kendaraan bercampur,” kata Ahmad Wildan.

Untuk Kota Balikpapan kata Wildan, rekomendasinya ke depan harus dibuatkan sejenis catch & release atau tempat penangkapan dan pelepasan kendaraan. Maksudnya, kendaraan barang ditangkap atau diarahkan di suatu tempat dan pada jam tertentu baru dilepaskan atau boleh melakukan aktivitas.

Di sepanjang lintasan Jalan Soekarno Hatta juga diinvestigasi

Ada pemisahan, kendaraan yang masuk mixed traffic seperti sepeda motor dan truk barang tidak boleh bertemu. Harus dipisahkan, agar menghindari terjadinya risiko kecelakaan.

Dalam prakteknya, nanti kendaraan angkutan barang tetap mengikuti lintasan yang ada, hanya diatur waktunya dan tidak boleh bersamaan dengan kendaraan lainnya. “Misalnya mulai pukul 00.00 Wita sampai pukul 05.00 Wita. Ini contoh, tergantung  bagaimana mengurai aturannya ke depan, sebab jangan bercampur kuncinya,”  ujar Wildan berkali-kali.

FRIEGHT CENTRE

Wildan pun bersama jajaran BPTD Kaltim-Kaltara dan Dishub Balikpapan yang berupaya maksimal mencari solusi turunan Muara Rapak, sempat meninjau depo Kaltim Kariangau Terminal. Melihat di sepanjang menuju jalur itu, banyak kendaraan truk bertebaran yang membuat pemandangan kurang baik.

Wildan dan Avi Mukti Amin mengurai persoalan turunan Muara Rapak

“Ini perlu direkomendasikan pembuatan frieght centre atau pusat cargo. Di situ bisa tempat parkir kendaraan barang, ada SPBU, tempat istirahat (rest area) dan bengkel serta lainnya. Nah, kendaraan masuk di tempat itu dan setelah sepi baru boleh jalan,” jelas Wildan.

Wildan menyebut, catch & release merupakan prioritas manajemen (management priority) lalu-lintas untuk mencari solusi agar turunan Muara Rapak tidak memakan korban kembali.

Untuk menjelaskan bagaimana agar mengurai dan mencari solusi turunan Muara Rapak, Wildan akan presentasi di rakor (rapat koordinasi) lalu-lintas Senin (21/03/2022) pukul 10.00 Wita di Hotel Platinum.

Dalam paparannya nanti, Wildan akan menjelaskan hal teknis kaitan geometri jalan turunan Muara Rapak. Karena, kelandaian vertikal dan hazard itu bisa dihilangkan atau tidak.

Mencari solusi Muara Rapak, bagi BPTD jadi skala prioritas

 “Kelandaian vertikal itu sulit untuk dihilangkan. Minimal kita mengurangi risiko. Kalau terjadi kecelakaan, fatalitasnya menurun. Tetapi jangan sampai terjadi lagi. Seperti di Wonosobo misalnya,” urai Wildan.

Sebenarnya kata Wildan, jika membuat frieght centre, itu memberi daya saing ekonomi untuk pengusaha logistik. Minimal mereka dapat tertolong. “Nah kalau kaitan overloading itu kasus rumit. Sebab bicara rantai pasok. Kalau mau menghilangkan overloading, maka harus memperbaiki tarif. Runtutannya panjang lah,” kata Wildan.

Inti dari turunan Muara Rapak sebenarnya kata Wildan, ada dua hal yang harus dipahami masyarakat. Yakni kaitan energi potensial dan gaya grativikasi bumi. Semakin tinggi tempatnya dan ada kendaraan yang lewat bermuatan besar maka daya yang dihasilkan akan tinggi.

“Itu istilahnya, jika kendaraan meluncur di turunan Muara Rapak membentuk energi kinetik yang rumusnya, energi potensial sama dengan satu per dua dikali massa benda dikali kecepatan. Jadi, massanya setengah, kecepatannya dikali dua. Maka, meluncurlah truk itu tanpa terkendali,” ungkap Wildan.

Oleh karena itu, ia akan menjelaskan lewat kegiatan praktek dalam acara rakor lalin. “Intinya saya akan menunjukkan lewat praktek. Pasti nanti bisa paham semua bagaimana energi kinetik yang dikaitkan dengan truk angkutan barang jika melintas pada turunan,” pungkas Wildan. (gt)

SendShareTweet

Related Posts

PTMB Turunkan 28,48 Persen NRW. Ali Rachman: Perang Lawan Kebocoran
Kanal

PTMB Turunkan 28,48 Persen NRW. Ali Rachman: Perang Lawan Kebocoran

March 15, 2026
Sering Bocor, Pipa PDAM Dipasang di Permukaan. Juga Antisipasi Terjadinya NRW Tinggi
Kanal

Sering Bocor, Pipa PDAM Dipasang di Permukaan. Juga Antisipasi Terjadinya NRW Tinggi

March 15, 2026
2026, Ada 12 Ribu Sambungan Baru. PTMB Sehat, Produksi Air Naik Drastis
Kanal

2026, Ada 12 Ribu Sambungan Baru. PTMB Sehat, Produksi Air Naik Drastis

March 15, 2026
PTMB Ganti 32.500 Water Meter Pelanggan. Dirut: Gratis, Demi Akurasi Pengukuran Air
Kanal

PTMB Ganti 32.500 Water Meter Pelanggan. Dirut: Gratis, Demi Akurasi Pengukuran Air

March 15, 2026
PTMB Salurkan Tandon dan Air Tangki untuk Warga Rapak. Dirut: Kita Maksimal, Turun ke Lapangan
Kanal

PTMB Salurkan Tandon dan Air Tangki untuk Warga Rapak. Dirut: Kita Maksimal, Turun ke Lapangan

March 15, 2026
Kemenhub Buka Posko, Awasi 143 Juta Pemudik. BPTD Kaltim, Poskonya Dibuka hingga 30 Maret 2026
Kanal

Kemenhub Buka Posko, Awasi 143 Juta Pemudik. BPTD Kaltim, Poskonya Dibuka hingga 30 Maret 2026

March 15, 2026
Next Post
Distribusi Air PDAM Terganggu dari IPA Kampung Damai. Kawasan Dam sampai Balikpapan Barat Stop Produksi

Distribusi Air PDAM Terganggu dari IPA Kampung Damai. Kawasan Dam sampai Balikpapan Barat Stop Produksi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • 129 Followers
  • 315 Followers

Recommended

Gerak dan Stabil Minta Sanksi Pidana Perusak Mangrove. DLH Provinsi Segera Bersikap, DLH Balikpapan Hentikan Pembabatan Mangrove PT EAM

Gerak dan Stabil Minta Sanksi Pidana Perusak Mangrove. DLH Provinsi Segera Bersikap, DLH Balikpapan Hentikan Pembabatan Mangrove PT EAM

August 2, 2022
Obesitas ‘Neneknya Penyakit’, Obatnya Puasa. dr Agus: Didetox tapi Makanan Jangan ‘Balas Dendam’

Obesitas ‘Neneknya Penyakit’, Obatnya Puasa. dr Agus: Didetox tapi Makanan Jangan ‘Balas Dendam’

February 22, 2026
Rumah Disatroni, Korban Malah Dipenjara. Syahkir: Kasus Berbeda, Jangan Main Hakim Sendiri

Rumah Disatroni, Korban Malah Dipenjara. Syahkir: Kasus Berbeda, Jangan Main Hakim Sendiri

December 20, 2025
Aspidum: Tak Perlu Repot Sidang, E-Tilang Bisa Dicek. Dirlantas: ETLE Mobile Juga Gerak, Subjek Hukumnya Pelanggar Lalin

Aspidum: Tak Perlu Repot Sidang, E-Tilang Bisa Dicek. Dirlantas: ETLE Mobile Juga Gerak, Subjek Hukumnya Pelanggar Lalin

April 9, 2021
Dirut PDAM Raih Doktor Cumlaude. Bersama Gubernur dan Ketua DPRD Kaltim Diwisuda

Dirut PDAM Raih Doktor Cumlaude. Bersama Gubernur dan Ketua DPRD Kaltim Diwisuda

April 17, 2025
10 Film Pendek Diproduksi Mahasiswa Universitas Pertamina. Dua Film Diikutkan Festival Film Internasional

10 Film Pendek Diproduksi Mahasiswa Universitas Pertamina. Dua Film Diikutkan Festival Film Internasional

July 8, 2024
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

DISCLAIMER
© 2021 Tinta Kaltim

No Result
View All Result
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis

© 2021 Tinta Kaltim

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • 15 Weird Laws in the Philippines