TINTAKALTIM.COM-Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Balikpapan Hj Nurlena Rahmad SE menegaskan, untuk membangkitkan sektor ekonomi kreatif di Balikpapan seluruh komponen harus gerak cepat (gercep). Sehingga, target yang diinginkan dapat tercapai.
“Tak bisa lambat-lambat lagi. Cepat dan harus tepat, itu menjadi sinergi para pelaku ekraf dan semua komponen yang terlibat. Sehingga, akan membangkitkan perekonomian Balikpapan setelah dihantam badai pandemi covid-19,” kata Hj Nurlena ketika memberi ‘injeksi pemikiran’ atau pengarahan di hadapan pelaku ekraf di Gedung Parkir Klandasan yang juga jadi gedung Creative Centre, Senin (8/11/2021).

Hadir di acara itu, Kepala Bappeda-Litbang Agus Budi Prasetyo, Kepala Bidang Pariwisata H Abdul Majid, Sekretaris Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Arif Dwiyanto MAP, pelaku ekraf dari sejumlah sub sektor dan undangan lainnya.
Hj Nurlena menyebutkan, pelaku ekraf di Balikpapan cukup tinggi khususnya yang menggantungkan kehidupan di sektor ini. Sehingga, gerak cepat dan gerak bersama menjadi langkah tepat.
“Saya harus belajar dengan anak-anak muda di Balikpapan. Berkumpul ini ingin saling kenal dan mengetahui apa background dan skill dari masing-masing. Sehingga, jika disenergikan nanti punya kekuatan tersendiri,” ujar Hj Nurlena yang juga akan memimpin organisasi ekraf sebagai ketua umum.

Menurut Hj Nurlena, dirinya bersama Walikota H Rahmad Mas’ud SE ME sudah punya komitmen mendorong pengembangan sektor ekraf, mengingat wilayah Balikpapan potensinya besar.
“Ayo kita satukan mimpi saya dan mimpi Pak Rahmad. Kalau mimpi-mimpi ini juga menjadi mimpi kalian, yakinlah bahwa ekraf akan besar,” kata Hj Nurlena disambut applaus undangan yang hadir.
Hj Nurlena merasa yakin, kemampuan pelaku ekraf di Balikpapan tak kalah dengan daerah lain. Karya produksinya juga cukup mampu bersaing di pasaran. Catatannya, harus sinergi dan kolaborasi dengan seluruh komponen.

“Mudah-mudahan dengan adanya dukungan dari semua pihak maka ekraf bisa pulih kembali dan ekraf menjadi daya saing ekonomi bagi Balikpapan,” kata Hj Nurlena.
HIDUPKAN SUBSEKTOR
Dalam kaitan mengembangkan ekraf, Hj Nurlena memberi ilustrasi, bahwa produk kreatif jika sudah berkembang di pasaran maka akan sangat mudah terjualnya. Itulah kreativitas. Dan pemerintah punya peranan untuk menumbuhkembangkan dan memfasilitasi setiap usaha kreatif dari anak muda Balikpapan.
“Gedung Parkir Klandasan ini yang sudah jadi wadah kreatif, bisa dimanfaatkan maksimal. Ayo beri masukan dan ide-ide kreatif dari kalian. Yakinlah kalau semangat, saling bersinergi semua dapat tercapai,” urai Hj Nurlena
Diibaratkannya, hasil produk ekraf jika diseriusin dan inovasinya dikembangkan bakal memberi nilai tambah pada produknya. “Ya kalau ada uang Rp100 juta, dikembangkan, diolah lewat ekraf potensi hasilnya bisa mencapai Rp1 miliar. Demikian toh,” kata Hj Nurlena memberi movitasi dan semangat pelaku ekraf yang menambahkan, dirinya bersama walikota telah memulai menghidupkan event lewat acara nongki-nongki bareng bersama semua elemen di pelataran Gedung Parkir Klandasan
PENTAHELIX
Sementara itu, Agus Budi Prasetyo menjelaskan, dalam ekraf dikenal dengan pentahelix atau multipihak dan ada 5 unsur yakni ABCGM (Academician, Business, Community, Government dan Media). “Ini wajib bersatu dan bersinergi. Sebab, ekraf akan besar karena ABCGM membantu terkait informasi, akses pasar, akser perjinan, akses keuangan, akses fasilitas dan lainnya,” kata Budi.

Kota Balikpapan katanya, sudah ditetapkan masuk 10 kota kreatif di Indonesia. Itu setelah adanya uji petik dalam kaitan pendalaman dan mengetahui sub sektor ekraf unggulan. “Dipetakan saat itu adalah aplikasi dan game. Tetapi, fashion dan kriya serta kuliner juga masih jadi andalan,” ungkap Budi.
Proses uji petik itu berhasil menangkap potensi unggulan ekraf di Balikpapan “Nah, semoga saja ada sub sektor lain dalam uji petik selanjutnya. Sekarang ini kita lagi mengisi borang (data tentang kemajuan ekraf), agar bisa dianalisa, dikaji dan dipetakan sektor unggulannya,” tambah Budi.
Atas dasar itu, selain mengisi borang, Balikpapan juga telah memiliki master plan dan peta jalan kaitan ekraf yang akan jadi regulasi dalam bekerja divisi ekraf. “Regulasinya sudah ada. Termasuk kelembagaan, sehingga tinggal jalan saja dengan melibatkan unsur pentahelix tadi,” ujarnya.
KEPENGURUSAN
Sementara itu calon ketua harian badan ekonomi kreatif Balikpapan, Muhammad Ichwan atau Andre bahwa dikumpulkannya pelaku ekraf Balikpapan untuk memetakan dan menyusun kepengurusan. “Jadi silakan usulkan nama-nama. Kita akan olah dan bahas dalam rapat pembentukan pengurus,” kata Andre.

Ia mengatakan, kepengurusan harus segera dilantik. Karena, pada akhir Desember 2021, Walikota Balikpapan H Rahmad Mas’ud SE ME akan presentasi kaitan dengan ekraf di Kota Makassar. “Jadi sebelum kegiatan presentasi Pak Wali, sebaiknya pelantikan sudah dilakukan. Sehingga, Balikpapan siap untuk menunjukkan geliat ekrafnya di nasional,” pungkas Andre. (gt)













