TINTAKALTIM.COM-Dari ruang rapat kantor Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kaltim di Jalan Pattimura Balikpapan Utara, kementerian perhubungan (Kemenhub) membuka posko pusat angkutan mudik Idul Fitri 2026. Kaltim ikut secara virtual bersama daerah se-Indonesia

Kepala BPTD Kaltim Renhard Ronald memimpin launching atau pembukaan posko se-Indonesia itu bersama stafnya lewat virtual layar televisi. Sebab, posko itu akan menjadi pusat pengawasan serta pengendalian selama periode mudik berlangsung.
“Pembukaan posko ini penting. Kaltim sangat siap untuk mendukung pengendalian pemudik. Sebab, menurut data Menhub Dudy Purwogandy pada periode tahun ini mencapai 143,9 juta orang. Kita sudah antisipasi lewat kegiatan rakor,” ujar Renhard

Renhard sebelumnya mengajak buka bersama (bukber) staf yang terdiri dari pejabat struktural di antaranya kepala seksi (kasi) yakni Kasi Lalu Lintas Bagus Kuncoro Edi, Kasubbag Tata Usaha (TU) Elba Iskandar, Pengawas Satuan Pelayanan (Wasatpel) Terminal Batu Ampar Heriyawan, Wasatpel UPPKB atau Jembatan Timbang Paser Sholeh Putra Nugraha, Wasatpel Pelabuhan Penyeberangan Kariangau Carlos Makin dan lainnya ikut lewat virtual

Sebelumnya, posko di lingkup BPTD Kaltim sudah terbangun. Seperti terlihat di Terminal Batu Ampar, Pelabuhan Kariangau, Terminal Samarinda Seberang, dan UPPKB Paser dan Samboja. Posko di Terminal Batu Ampar sudah difungsikan terpadu bersama unsur kepolisian Polsek Balikpapan Utara dan Polresta Balikpapan sejak, Jumat (13/3/2026). Demikian juga posko daerah lainnya
Malam itu, Renhard dan staf menyaksikan Menhub Dudy Purwagandhi resmi membuka posko pusat angkutan lebaran terpadu 2026 yang mulai beroperasi 13 Maret – 30 Maret 2026.

Posko bekerjasama dengan stakeholders, terutama polri, Basarnas, BMKG, BUMN termasuk PT Jasa Marga dan PT Jasa Raharja. Dan, posko terpadu yang dibuat BPTD Kaltim petugasnya bekerja hingga 30 Maret 2026.
Di BPTD Kaltim, Renhard sebagai penanggunjawab Angleb 2026 dengan koordinator Kasi Lalu-Lintas Bagus Kuncoro Edy yang terus berkoordinasi dengan posko-posko serta akan membuat live report untuk kawasan-kawasan yang dianggap menjadi simpul kemacetan atas arahan Renhard
“BPTD Kaltim bekerja sesuai arahan pimpinan. Angleb di Kaltim memiliki karakteristik yang berbeda dengan daerah Jawa. Tentu terletak pada moda transportasi dominan, kondisi geografis dan pola mudik. Tapi, posko tetap siap melayani pemudik,” kata Bagus
KARIANGAU
Sementara di Pelabuhan Kariangau, Carlos Makin sudah membangun posko. Ini posko terpadu dan desainnya cukup apik yang juga diisi oleh petugas dari unsur kepolisian, TNI, Jasa Raharja, Jasa Raharja Putra dan lainnya

“Kami terimakasih kepada Jasa Raharja dan Jasa Raharja Putra, kepolisian dan stakeholders lain yang telah mendukung posko di Pelabuhan Kariangau. Silakan, pemudik manfaatkan posko itu untuk mendapat informasi dan pelayanan,” kata Carlos Makin
Posko di Pelabuhan Kariangau kata Carlos, menyajikan data pergerakan penumpang. Termasuk kapal yang melayani ke daerah Palu serta Mamuju. Juga jalur feri Balikpapan-PPU dan sebaliknya
“Pergerakan penumpang dan kendaraan menunjukkan penurunan. Ini bisa dari implikasi dibukanya tol ke IKN dan Rp0 yang lewat jalur Soekarno Hatta (kilo). Jadi ya rungkad,” kelakar Carlos yang selalu mengucapkan kata itu.

Posko lainnya juga terletak di gedung utama BPTD Kaltim. Posko ini memiliki laporan data terintegrasi hari per hari (day by day). Dan, petugasnya pun bergantian menggunakan sift
“Kita juga menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang dilakukan hari-hari strategis. Tidak ada cuti dan harus mengikuti jadwal. Dan, pimpinan tidak boleh meninggalkan tempat seperti saya,” kata Renhard Ronald yang terus memantau pergerakan arus mudik di Kaltim.

Sementara di posko Terminal Batu Ampar, Heriyawan terus memantau. Bahkan, sudah berkoordinasi dengan tim kesehatan puskesmas dan Dinas Kesehatan Kota (DKK) untuk melakukan pemeriksaan kesehatan gratis.
“Driver bus memang utama pada pemeriksaan gratis. Ini kaitan hipertensi, gula darah, kolesterol dan lainnya. Kalau kondisi driver fisiknya kurang mendukung dari hasil pemeriksaan bisa konsultasi dengan dokter yang bertugas,” kata Heriyawan yang juga ikut pemeriksaan gratis itu. (gt)












