TINTAKALTIM.COM-Kapolda Kaltim Irjen Pol Drs Imam Sugianto MSi tidak main-main dalam pemberantasan narkoba. Jenderal bintang dua ini menegaskan terus berperang dengan para pengedar barang haram itu khususnya para bandar. Sebab, peredaran narkoba harus dihentikan.
“Bapak dan ibu, saya sangat concern dengan narkoba ini. Jujur itu barang berbahaya. Mengandung zat berbahaya sejenis ampathetamine. Ini mengganggu psikomotorik (perilaku seseorang) dan bisa mengakibatkan kematian. Harus diberantas,” kata Kapolda menjawab pertanyaan dua Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) di Balikpapan Barat, Supadi dan H Lala di acara Jumat Curhat yang digagas Ditpolairud Polda Kaltim, Jumat (10/03/2023)

Kapolda didampingi pejabat utama (PJU) Polda Kaltim yakni Dir Intelkam Kombes Dedi Kusuma, Dirbinmas Kombes Pol Anggie Yulianto Putro, Dirreskrimum Kombes Kristiaji, Kabid Humas Kombes Yusuf Sutejo, Dir Narkoba Kombes Rickynaldo Chairul, Karo Ops Kombes Frans Barung Mangera, Dirlantas diwakili Wadirlantas AKBP Muhammad Roni, Kapolres Balikpapan diwakili Wakapolres Sebpril Sesa, Dirpolairud Kombes Donny Adityawarman, Dir Samapta Kombes Wahyu Dwi Ariwibowo, Kabid Propam Syaiful Wahyudi dan Karo SDM Kombes Pol Ari Wibowo dan undangan lainnya.

H Daeng Lala dan Supadi curhat jika peredaraan narkoba masih terjadi di Gunung Bugis kawasan Balikpapan Barat. Sedihnya, orang baik-baik ingin berkunjung ke keluarga seolah dicurigai mau beli narkoba. “Malu kita Pak Kapolda, kampung itu dicap sebagai Kampung Narkoba. Sehingga, siapapun yang masuk kawasan itu image-nya jadi negatif,” ujar Daleng Lala dibenarkan Supadi.

Kapolda saat mendengar curhatan itu, spontan meminta Direktur Narkoba untuk melakukan kegiatan aktif. “Kita akan melakukan gerakan secara masif. Waktunya 3 bulan harus hilang peredaran di Gunung Bugis,” ujar Kapolda disambut applaus hadirin.

Hanya Kapolda mendapat gambaran dari Dir Narkoba kaitan di Gunung Bugis. Terkadang, yang merasa bandar itu sering membantu masyarakat. Bahkan, kampanye juga memerangi narkoba. “Kami bisa menangkap jika barang bukti itu ada padanya dan barang bukti itu adalah bukti permulaan yang cukup. Jika tidak ada alat bukti, bisa digugat kita,” kata Dir Narkoba Kombes Pol Rickynaldo Chairul di hadapan peserta Jumat Curhat.
Tetapi, Kapolda menyebutkan bahwa gerakan ‘bersih-bersih’ narkoba di kawasan Gunung Bugis harus dilakukan masif. “Kita turunkan saja petugas nanti. Tolong sejumlah pejabat utama untuk melibatkan diri dalam operasi yang kita jadikan target utama. Ayo bismillah,” pinta Kapolda.

Jujur kata Kapolda, ia takut dengan perkembangan peredaran narkoba ini. Bahkan, sebagai muslim, ia selalu berdoa agar anak dan keluarganya terhindar dari narkoba. “Hanya, cucu kita nanti bagaimana jika peredaraan masih terus terjadi,” ungkap Kapolda.
Kapolda pun berharap, di Balikpapan ada pihak yang memberi kontribusi untuk membangun rumah rehabilitasi pecandu narkoba seperti di Tangerang, Depok dan Bekasi. Ini bisa dikerjasamakan dengan lembaga swadaya masyarakat (LSM) anti-narkoba.

“Pemberantasan narkoba ini ayo sama-sama kita jadikan program prioritas. Karena memang inilah tujuan Jumat Curhat untuk mendengarkan langsung keluhan masyarakat dan sama-sama dicarikan solusi,” kata Kapolda.
Bahkan disinyalir Kapolda, ada pegawai di pertambangan dan RDMP menggunakan narkoba. Mereka ingin lembur dan tahan melek dan bekerja karena ada target lembur tadi. “Ini berbahaya, jika sudah berpengaruh pada fisik akan mengganggu keselamatan jiwa,” cerita Kapolda.
Lainnya, Kapolda juga dapat curhatan untuk bisa sejumlah stakeholders melakukan bersih-bersih di laut. “Kebersihan itu penting, ayo kita sama-sama bersama komponen lintas koordinasi melakukan,” kata Gesang, memberi pandangan.
Kapolda menegaskan, nantinya kebersihan di wilayah pesisir laut dikoordinir Ditpolairud bersama jajaran lainnya. Bahu-membahu untuk menjadikan laut bersih. “Saya dan Polda Kaltim sangat berterimakasih kepada bapak dan ibu yang sudah memberi masukan di Jumat Curhat. Memang ini program Polri yang tujuannya kita ingin dekat dengan masyarakat dan mendengar langsung apa keluhan masyarakat,” kata Kapolda yang menutup dengan memberi hotline 24 jam di nomor WhatsApp (WA) 08115421990 dan bisa masyarakat memberi laporan asalkan tidak fitnah. (gt)













