TINTAKALTIM.COM-Usai membaca doa menyambut Ramadan 2025, rombongan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan istri serta Walikota Balikpapan H Rahmad Mas’ud dan istri melaju dari rujab walikota menuju ziarah di Taman Merdeka Kampung Baru.

Perjalanan kendati menggunakan patwal, karena sore sekitar pukul 17.00 Wita, Jumat (28/2) di sepanjang Jln MT Haryono dan Jln Soekarno Hatta kondisinya crowded, sehingga rombongan sempat terjebak (stuck) sesaat.
Tetapi, itu dapat ditembus sehingga ziarah ke kubur kedua orangtua Rudy-Rahmad dan istri waktunya masih jauh dari kumandang azan Magrib.

Ziarah ke makam kedua orangtua itu, bagi Bani Mas’ud sudah jadi tradisi tahunan menjelang Ramadan. Sehingga, seolah sifatnya wajib dan harus dilakukan.
Rudy-Rahmad mengenakan kemeja putih dan kopiah. Didampingi istri tercinta, ia memanjatkan doa dan nyekar, mata Rudy berkaca-kaca saat menyiram makam itu dengan sebotol air.

“Di makam ini ada almarhum ayah, ibu, nenek, kakek serta keluarga besar kami. Ziarah ini sama dengan masyarakat Indonesia pada umumnya,” kata Rudy
Tertera di batu nisan, almarhum ayah ‘Bani Mas’ud’ ada nama almarhum ayah H Mas’ud dan Hj Ruwaidah, sang ibu yang merupakan kedua orangtua Rudy dan Rahmad.

Demikian halnya menurut Rahmad Mas’ud. Ia menyebutkan, Ramadan 2025 masyarakat untuk menjaga toleransi dan memanfaatkan bulan Ramadan dengan sebaik-baiknya. “Alhamdulillah, Kota Balikpapan kondusif. Jaga terus toleransi beragama. Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan dan mohon maaf lahir dan batin,” ujar Rahmad.
HAFAL YASIN
Duduk berdampingan dengan sang kakak Rahmad Mas’ud. Gubernur Rudy Mas’ud diajak membaca Surah Yasin di makam kedua orangtuanya.
Rahmad membuka Surah Yasin itu dari ponselnya langsung dibaca. Sementara, Rudy Mas’ud yang disampingnya ternyata tak membawa buku Yasin. Ia hafal Surah Yasin itu. Sehingga, mengikuti lafadz bacaan sang kakak Rahmad Mas’ud hingga tuntas.

Dari Yasin, walquranil hakim, innaka laminal musalin sampai akhirnya ditutup di ayat 83: fa subhanalladzi biyadihi malakutu kulli syai’iw wailaihi turjaun, Gubernur Kaltim hafal fasih.
Ziarah itu berjalan lancar, kendati ribuan masyarakat ‘tumplek-blek’ di tempat itu yang biasa menunggu sedekah dari ‘Bani Mas’ud’. Tetapi, karena suasana sudah menjelang Magrib, tak ada kegiatan saweran tersebut. (gt)













