TINTAKALTIM.COM-Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) merupakan ‘payung’ organisasi olahraga prestasi yang menaungi 62 cabang olahraga (cabor) di Balikpapan. Sehingga, harus dijaga dan jangan sampai jadi tempat ‘cari makan’ demi keuntungan sesaat.

“Percayalah, saya dapat amanah memimpin KONI Balikpapan ini tidak ada orientasi sesuatu. Tujuan saya, pengurus solid, prestasi atlet maksimal,” kata Ketua KONI Balikpapan Gasali dalam forum silaturahmi pengurus KONI sekaligus brainstorming di Aula Rumah Jabatan Wawali, Senin (22/12/2025)

Acara itu dihadiri juga Wakil Ketua Andi Welly dan dipimpin serta dibuka Sekretaris Syarifuddin, Ketua Binpres Okta dan pengurus, ketua-ketua cabor dan lainnya. Suasana pertemuan dibangun penuh kekeluargaan sekaligus jadi ajang silaturahmi
Gasali yang juga Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan menegaskan, di tahun 2026 dana hibah terbatas. Sehingga, seluruh pengurus harus berpikir bagaimana mencari dukungan dana swasta.

“Saya sudah bergerak dan berkomunikasi dengan sejumlah perusahaan swasta. Juga izin kepada Walikota Balikpapan untuk membawa KONI sukses agar prestasi atlet pun gemilang lewat dana swasta yang regulatif. Insya Allah nanti pada pelantikan ada memorandum of understanding (MOU) dengan swasta atau CSR,” tegas Gasali

Disebutkannya, kepengurusan KONI periode 2025-2029 sengaja ‘gemuk’. Itu untuk merangkul seluruh cabor agar ada spirit memajukan olahraga prestasi di Balikpapan. Tak perlu ada faksionalisme (kubu-kubuan)
Makanya kata Gasali, kepengurusan yang diistilahkan ‘bengkak’ itu diyakini mampu membawa KONI menjadi lebih inovatif karena berkumpulnya figur-figur yang memiliki talenta berorganisasi profesional.

“KONI lembaga non-profit, pada dasarnya pengurus itu relawan punya dedikasi terhadap pengembangan olahraga. Kecuali petugas sekretariat yang bekerja. Nah, makanya antarpengurus jangan saling bertengkar sebab tujuan utamanya pembinaan atlet berjalan efektif dan efesien,” ungkapnya
TUGAS BERAT
Dalam menjalankan tugas ke depan, KONI Balikpapan kata Gasali, memikul beban berat. Sebab, harus mendongkrak prestasi di Porprov Paser dengan target ambisius juara umum dengan keterbatasan dana.

“Tapi, kalau kita solid dan saling bekerjasama, Insya Allah ada solusi terbaik demi peningkatan prestasi atlet itu dan Balikpapan juara umum,” ungkap Gasali
Sementara itu Wakil Ketua KONI bidang organisasi Andi Welly menyebutkan, orientasi kepengurusan KONI yang baru adalah orientasi mengelola, membina dan mengembangkan atlet untuk prestasi
“Kita keterbatasan dana hibah karena berkurangnya dana transfer ke daerah (TKD). Tapi, jika melihat semangat teman-teman pengurus baru, Insya Allah kita minimal meraih peringkat 3 pada Porprov ke-8 di Kabupaten Paser 2026 mendatang. Tetapi, target ambisiusnya juara umum,” kata Andi Welly

KONI ke depan kata Andi Welly, harus banyak inovasi. Sebab, yang dipilih duduk di kepengurusan adalah orang-orang memiliki kapasitas masing-masing. Tentu, bisa mendorong atlet meraih prestasi baik di ajang nasional dan internasional
“Saya setuju, nanti kita kembangkan bagaiman mencari dukungan dana CSR. Sehingga, KONI bisa jadi motor penggerak atlet berjalan berkelanjutan meraih capaian prestasi maksimal,” ungkapnya.
Sementara itu, di forum silaturahmi dan rapat internal KONI Balikpapan dimanfaatkan curhat jajaran pengurus cabor sekaligus menyampaikan laporan prestasi yang diraih atlet Balikpapan

“Kami melaporkan di forum ini kepada KONI Balikpapan, bahwa atlet asal Balikpapan Chelsie Monica meraih 2 medali emas beregu di SEA Games Thailand,” kata Ir Wagimin S Kom MT PhD Ketua Percasi Balikpapan yang baru terpilih untuk periode keduanya memimpin cabor catur
Cabor lainnya seperti renang dan pengurus cabor, juga curhat kaitan jumlah bonus yang diterima atlet. “Kalau atlet yang sudah beprestasi atas kerja kerasnya tambah meningkat prestasinya, maka bonusnya ditambah,” kata pengurus cabor kepada Ketua KONI Balikpapan Gasali yang akan dihitung ulang dana bonus atas prestasi atlet itu. (gt)













