• Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kepengurusan
Sunday, March 15, 2026
  • Login
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Kanal

Disperkim Bakal Tata 20 Hektare Kawasan Kumuh. Lewat Program Kota Kita, Rangkul Partisipasi Pentahelix

by admin
August 14, 2024
in Kanal
0 0
0
Disperkim Bakal Tata 20 Hektare Kawasan Kumuh. Lewat Program Kota Kita, Rangkul Partisipasi Pentahelix

PENTAHELIX: Program Kota Kita Balikpapan Diperkim harus didukung lewat partisipasi pentahelix

0
SHARES
189
VIEWS
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

TINTAKALTIM.COM-Dinas Perumahan dan Permukiman  (Disperkim) Kota Balikpapan di bawah kepemimpinan Rafiuddin ST MT, kini membuat program inovasi penataan kawasan kumuh Balikpapan yang disebut Kota Kita. Rencananya, ada sekitar 20 hektare kawasan  kumuh itu ditata lewat konsep  partisipasi aktif masyarakat secara berkelanjutan.

Inovasi ini dibuat Rafiuddin untuk Disperkim sebagai syarat wajib karena telah mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan  IX Tahun 2024 yang dilaksanakan Puslatbang KDOD LAN RI di Samarinda. Inovasi proyek perubahan Kota Kita, tak hanya untuk diklat tetapi juga kepentingan Kota Balikpapan.

Perlu dukungan multistakeholders

“Inovasi Kota Kita arahnya partisipasi aktif Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dalam penataan kawasan permukiman kumuh. Karena, masyarakat harus diberdayakan,” kata Raifuddin ST MT menyampaikan inovasinya yang menitikberatkan pada Kolaborasi dan Sinergi Penataan Permukiman Berkelanjutan Kota Balikpapan di Kantor Disperkim kawasan Jln Ruhui Rahayu, Kamis (14/8)

Disperkim dalam acara itu, mengundang sejumlah elemen yang masuk dalam partisipasi pentahelix baik dari perbankan, asosiasi perumahan, organisasi perangkat daerah (OPD) dan lainnya.

Menyimak paparan Rafiuddin

Hadir, Ketua Apersi Kaltim Hj Sunarti, Branch Manager (BM) BTN Balikpapan Rachman Suhendri, Ketua DPW Asosiasi Properti Syariah Indonesia  (APSI) Kaltim Sidik Amirullah, Kasubbid Infrastruktur Perkotaan Bappeda-Litbang Balikpapan Irena Febriani Dewi dan para undangan

Disebutkan Rafiuddin, Kota Kita adalah proyek perubahan dan diharapkan mencapai 10 persen kawasan kumuh dan 100 persen permukiman layak huni. Sekaligus, mendukung pengentasan kemiskinan.

Rafiuddin (kiri) saat pimpipn rapat

“Keberhasilan  proyek perubahan Kota Kita ini  harus kolaborasi, sehingga elemen pentahelix  yang terdiri dari ABCGM (akademisi, business, community, goverment dan media). Sehingga, ini harus ‘bergandengan tangan’ menjalankan proyek perubahan itu,” kata Rafiuddin.

Di Balikpapan, dari hasil pendataan ada sekitar 100 hekatre kawasan masih masuk defenisi kumuh. Ke depan, pelan tapi pasti harus dikurangi. “Target awal kita 20 hektare dulu untuk implementasi Kota Kita  terentaskan kawasan kumuh itu,” ujarnya.

Sekitar 100 hekate itu kata Rafiuddin, bukan semuanya kewenangan Balikpapan. Ada yang kewenangan provinsi yang ditangani Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) dan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat Kaltim. Hanya, untuk kewenangan pusat sudah diserahkan  kota, sehingga harus dipikirkan bersama.

PENTAHELIX

Menurut Rafiuddin, program Kota Kita bisa berjalan jika dilakukan dengan mengusung semangat pentahelix atau sinergi, kolaborasi, koordinasi, komunikasi berbagai multistakekoders demi penanganan kawasan permukiman  kumuh di Balikpapan.

“Pak Walikota H Rahmad Mas’ud di berbagai kesempatan selalu mengatakan bahwa APBD tak cukup membiayai penataan kota. Sehingga, diperlukan dukungan dari berbagai elemen swasta lewat program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan,” kata Rafiuddin

Ketua Apsi Kaltim Sidik juga hadir

Mengentaskan kawasan kumuh Balikpapan menurut Rafiuddin, punya korelasi terhadap kotanya. Karena, sudah menjadi penyangga Ibu Kota Negara (IKN). Sehingga, semangat gotong-royong menjadi penting

Karena kata Rafiuddin, kawasan kumuh itu terjadi dari berbagai indikator yakni bangunan (permukiman), kondisi jalan, drainase, limbah, sampah, air bersih dan proteksi kebakaran.

“Tapi yang kita buat nanti skala prioritas yakni membuat sumur dalam (depp well) di Kelurahan Gunung Sari Ulu (GSU) RT 29, 35, 37 dan 40 Balikpapan Tengah untuk peningkatan kualitas infrastruktur pembangunan penyediaan air bersih dan proteksi kebakaran,” jelas Rafiuddin.

PROGRAM CSR

Sementara itu Ketua Harian Forum CSR Balikpapan H Sugito SH menegaskan, sejauh ini perusahaan sudah ikut terlibat dalam mendukung Kota Balikpapan lewat program CSR. Dan, program Disperkim harus didukung lewat kebijakan perusahaan.

“Forum CSR sebagai dinamisator dan fasilitator selalu berkoordinasi dengan Bappeda-Litbang sebagai leading sector  kesekretariatan. Sehingga, pola pemetaan dan dukungan CSR bisa dilakukan sesuai dengan kebutuhan di masyarakat dan linier dengan hasil musyawarah rencana pembangunan (musrenbang),” jelas Sugito

Rafiuddin (kiri) dan Sugito

Ditambahkannya, baik swasta dan BUMN sejauh ini selalu memberikan dukungan. Misalnya, lewat Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL). Hanya, diperlukan pola dukungan yang fokus dan aspiratif.

“Kita mengingatkan kepada perusahaan untuk membuat program jika top down (dari atas ke bawah) melalui pusat, tetap melihat kepentingan masyarakat Balikpapan yang aspirasinya bottom up. Sebab, secara nasional tentu berbeda dengan daerah. Termasuk program Disperkim juga perlu dukungan,” kata Sugito

Dijelaskan Sugito, program Kota Kita langsung menyentuh masyarakat bawah karena MBR. Sehingga, sangat aspiratif dan forum akan mendorong perusahaan lainnya melihat program kucuran CSR-nya bisa lebih tepat sasaran. Apalagi, untuk kepentingan masyarakat dan lingkungan.

“Forum CSR terus mendorong perusahaan agar membuat program CSR yang aspiratif dari masyarakat. Punya Disperkim sangat besar peluangnya untuk mendapat dukungan,” pungkas Sugito. (gt)

SendShareTweet

Related Posts

PTMB Turunkan 28,48 Persen NRW. Ali Rachman: Perang Lawan Kebocoran
Kanal

PTMB Turunkan 28,48 Persen NRW. Ali Rachman: Perang Lawan Kebocoran

March 15, 2026
Sering Bocor, Pipa PDAM Dipasang di Permukaan. Juga Antisipasi Terjadinya NRW Tinggi
Kanal

Sering Bocor, Pipa PDAM Dipasang di Permukaan. Juga Antisipasi Terjadinya NRW Tinggi

March 15, 2026
2026, Ada 12 Ribu Sambungan Baru. PTMB Sehat, Produksi Air Naik Drastis
Kanal

2026, Ada 12 Ribu Sambungan Baru. PTMB Sehat, Produksi Air Naik Drastis

March 15, 2026
PTMB Ganti 32.500 Water Meter Pelanggan. Dirut: Gratis, Demi Akurasi Pengukuran Air
Kanal

PTMB Ganti 32.500 Water Meter Pelanggan. Dirut: Gratis, Demi Akurasi Pengukuran Air

March 15, 2026
PTMB Salurkan Tandon dan Air Tangki untuk Warga Rapak. Dirut: Kita Maksimal, Turun ke Lapangan
Kanal

PTMB Salurkan Tandon dan Air Tangki untuk Warga Rapak. Dirut: Kita Maksimal, Turun ke Lapangan

March 15, 2026
Kemenhub Buka Posko, Awasi 143 Juta Pemudik. BPTD Kaltim, Poskonya Dibuka hingga 30 Maret 2026
Kanal

Kemenhub Buka Posko, Awasi 143 Juta Pemudik. BPTD Kaltim, Poskonya Dibuka hingga 30 Maret 2026

March 15, 2026
Next Post
Disperkim Akan Launching Program Rembug Warga (RW). Rafiuddin: IKN Pindah, Berbenah Lewat Aksi Kolaborasi

Disperkim Akan Launching Program Rembug Warga (RW). Rafiuddin: IKN Pindah, Berbenah Lewat Aksi Kolaborasi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • 129 Followers
  • 315 Followers

Recommended

Karya Anak Milenial Harus Digenjot di Ekraf. Hj Nurlena: Konsep Pariwisata Diubah, Gelar Budaya Digelorakan

Karya Anak Milenial Harus Digenjot di Ekraf. Hj Nurlena: Konsep Pariwisata Diubah, Gelar Budaya Digelorakan

August 27, 2021
Rahmad: Pokkar Diberdayakan dan Catat Sejarah. Jadi Kader Militan, Tidak seperti ‘Habis Manis Sepah Dibuang’

Rahmad: Pokkar Diberdayakan dan Catat Sejarah. Jadi Kader Militan, Tidak seperti ‘Habis Manis Sepah Dibuang’

November 12, 2020
KSOP Diskusikan ‘ATM’ untuk Upacara 17 Agustus di IKN. Ajak BPTD Kaltim, Otban Sinkronkan Jalur Darat dan Udara

KSOP Diskusikan ‘ATM’ untuk Upacara 17 Agustus di IKN. Ajak BPTD Kaltim, Otban Sinkronkan Jalur Darat dan Udara

March 26, 2024
Empat OPD Pemkot Balikpapan ‘Kawinkan’ Juara Nasional. Di Rakernas Apeksi, Berjaya di ICE dan Pawai Budaya

Empat OPD Pemkot Balikpapan ‘Kawinkan’ Juara Nasional. Di Rakernas Apeksi, Berjaya di ICE dan Pawai Budaya

July 17, 2023
Seluruh Kapal Lintasan Kariangau-PPU Di-Ramp Check, Tim TSDP BPTD Kaltimra Sigap, Antisipasi Angkutan Lebaran 2023

Seluruh Kapal Lintasan Kariangau-PPU Di-Ramp Check, Tim TSDP BPTD Kaltimra Sigap, Antisipasi Angkutan Lebaran 2023

March 9, 2023
Khatam Quran di Malunda, Ada Tradisi ‘Sayyang Pattu’du’. Bani Mas’ud Diarak, Gelorakan Anak Cinta Alquran

Khatam Quran di Malunda, Ada Tradisi ‘Sayyang Pattu’du’. Bani Mas’ud Diarak, Gelorakan Anak Cinta Alquran

October 22, 2023
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

DISCLAIMER
© 2021 Tinta Kaltim

No Result
View All Result
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis

© 2021 Tinta Kaltim

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • 15 Weird Laws in the Philippines