TINTAKALTIM.COM-Sudah lazim, jika Walikota Balikpapan H Rahmad Mas’ud selalu memamerkan keharmonisannya dengan sang istri tercinta di depan publik. Entah itu menggandeng tangan dan berpantun yang isinya memuji sang istri. Itu juga yang dilakukan saat bernyanyi.

Di acara syukuran HUT ke-128 Balikpapan yang digelar di pelataran kantor Pemkota Balikpapan Selasa (11/2) malam, ia pun melantunkan lagu. Biasanya dangdutan tapi kali ini lagunya ber-genre pop alternatif berjudul Bintang dari group musik Anima.
Walikota dan istri, sebelumnya di acara itu didaulat foto bersama undangan. Termasuk panhut yang dipimpin dr Andi Sri Juliarty dan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD). Usai foto bareng, tiba-tiba walikota mendatangi pengiring musik Nemoo Band, yang menjadi ikon sebagai band wedding Balikpapan.

Walikota bernyanyi: Kan kuabaikan, segala hasraktu. Agar kamu tenang dengannya. Kupertaruhkan semua ragaku demi Dirimu Nurlena. Sang istri Hj Nurlena yang duduk di round table pun tersenyum. Itulah gaya walikota memuji istrinya.
Wujud romantisme walikota dan istri ini selalu dipertontonkan dalam keadaan apapun. Ketika berjalan, Rahmad biasa memegang erat tangan sang istri. Seolah, Rahmad ingin menunjukkan komunikasi non-verbal saling cinta dan mencintai.

Bahkan, pesan moral pun selalu ia sampaikan bukan hanya kepada stafnya di lingkup Pemkot Balikpapan kaitan mencintai istri.
Juga kepada sahabatnya yang dilabelisasi dengan ‘Komunitas NATO’ alias No Action Tindro Only yang di dalamnya ada Mustaqim, Junaidi Latif, Yudi Saharuddin, Michael, H Kamal, Syarifuddin, Rosman bahkan ajudan dan penulis.
Gambaran itu pun sering disampikannya ketika berkumpul dan berdiskusi lewat kutipan: “Saya tak berjalan di depanmu karena aku bukan pemimpinmu. Juga jangan berjalan di belakangku karena kau bukan anak buahku. Tapi, aku akan selalu berada di sampingmu dan dia itu adalah istriku”.

Sehingga, Ustaz Achmad Rosyidi sahabat walikota pun menilai bahwa pemimpin itu memang harus memberi contoh dalam kehidupan berumah tangga. Itu selalu dicontohkan Walikota Balikpapan H Rahmad Mas’ud.
“Itu kan gambaran Rasulullah yang dikenal sebagai kepala rumah tangga yang baik dan penuh kasih sayang. Sehingga, Pak wali sering memberikan petuah dan menanamkan ajaran agama kepada istri dan anak-anaknya serta sahabatnya,” kata Ustaz Rosyidi yang hadir dan mengabadikan setiap momen di acara syukuran HUT ke-128 Kota Balikpapan itu.
Walikota menikmati lagu Bintang itu. Ia pun melantunkan bait demi bait lagu itu. Dalam benaknya, selalu muncul utaian kata Nurlena dan Balikpapan. “Kupertaruhkan, Semua Ragaku Demi Kota Balikpapan”. Begitu bait selanjutnya dinyanyikan walikota sambil tersenyum dan mendapat applaus pengunjung
SEDEKAH
Di akhir acara, setelah bernyanyi, Walikota menghampiri sang istri untuk diajak ke kendaraannya. Hanya, tepat di dekat tiang bendera, ia berdiri dan dikerumuni warga dari berbagai lapisan. Walikota dan istri saat itu bagi-bagi sedekah.
ADC atau ajudan Walikota, Aan dan pengawal pribadi (walpri) dari unsur kepolisian terpaksa harus ekstra menjaga. Sebab, warga terus merapat ke walikota dan istri. “Yang sudah dapat keluar dari barisan. Lainnya lagi yang antre,” teriak Aan sigap.

Mereka yang mendapat jatah sedekah walikota-istri itu dari petugas cleaning service, ibu-ibu, petugas satpol PP serta warga yang memang menyaksikan malam syukuran tersebut. Dan, semuanya mendapat sedekah uang ‘lembaran merah’.
“Hidup saya harus bersedekah setiap hari. Kalaupun lupa membawa uang, saya tersenyum saja. Itu kan kata Rasulullah sedekah,” kata walikota di berbagai kesempatan.

Acara syukuran malam itu memang harus tertunda beberapa saat karena hujannya turun tepat acara akan dimulai. Sehingga, jajaran OPD dan tamu-tamu harus meninggalkan tempat untuk berteduh. Bahkan, undangan yang sudah datang kembali ke kendaraannya untuk pulang.

Hanya Walikota bangga dengan warga kota karena mengikuti rangkaian perayaan ultah ke-128 Balikpapan dengan maksimal. Dari upacara, kerja bhakti massal (KBM) dan nanti puncaknya ada tabliq akbar di pelataran Dome.
“Terimakasih warga Kota Balikpapan, ayo terus jaga kekompakan dan bahu-membahu untuk membangun kota. Jangan lupa masih ada hiburan rakyat dan tabliq akbar. Terus jaga keamanan kota ,” katanya seraya meninggalkan lokasi acara nyaris pukul 23.45 Wita. (gt)













