TINTAKALTIM.COM-Ketua Dewan Pertimbangan DPD Partai Golkar Kota Balikpapan H Damanhuri memberi spirit agar program kerja kepartaian didukung maksimal oleh mereka yang disebut kelompok kerja kader Partai Golkar (Pokkar). Bahkan, dalam momentum pilkada 2020 harus siap memenangkan paslon Rahmad-Thohari.
“Pokkar itu dahsyat. Mereka harus jadi kepanjangan partai hingga ke akar rumput. Karena, tugasnya merekrut warga untuk jadi kader. Setelah itu, meraup simpati rakyat dan dalam pilkada, pileg dan pilpres meraup suara sebanyak-banyaknya,” kata Damanhuri saat menjadi narasumber pelatihan Pokkar, Minggu (8/11/2020) malam di Sekretaris DPD Partai Golkar kawasan ‘Slipi Markoni’.
Pelatihan Pokkar yang digelar selama beberapa hari dan diikuti ribuan peserta itu, dibuka Ketua Harian Partai Golkar Balikpapan H Andi Arif Agung SH mewakili Ketua DPD Partai Golkar H Rahmad Mas’ud SE ME yang berhalangan hadir karena kesibukannya, dihadiri juga jajaran pengurus dan fungsionaris yakni bendahara Partai Golkar Drs H Ahmad Mallolongan, Koordinator badan pemenangan pemilu (Bappilu) H Mustaqim Lc MM, Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Keanggotaan, H Ir Patman Parakkasi, Wakil Ketua Bidang Komunikasi, Media dan Penggalangan Opini H Sugito SH, Wk Sekretaris Bidang Kaderisasi dan Keanggotaan Drs Junaedi Latief, Wk Sekretaris Bidang Komunikasi, Media dan Penggalangan Opini Rosman Abdullah, Wk Bendahara Hubungan Lembaga, Politik dan Ormas Syarifuddin SPd, Wk Bendahara Bidang Pengembangan, Pembangunan Infrastruktur Michael, Ketua Pengurus Tingkat Kecamatan (PTK) Balikpapan Kota Andi Irfan Syam dan undangan lainnya.
Menurut Damanhuri, jika jadi Pokkar maka siap juga melebelisasi dengan ‘baju kuning’ serta memiliki kartu anggota. Bangga memakainya dan memiliki serta siap kerja di masyarakat dengan aturan yang jelas.
“Bapak dan ibu siap memenangkan Rahmad-Thohari jadi walikota dan wakil walikota,” teriak Damanhuri yang disambut kompak siap oleh undangan.

Damanhuri memberi ilustrasi kerja partai yang harus dilakukan senang hati. Ikhlas dan sifat kerjanya paralel. Selain kader, karena 9 Desember 2020 ada hajatan demokrasi di Balikpapan, salahsatu tugasnya sama-sama membawa sukses dan kemenangan Rahmad-Thohari. “Apalagi yang diusung adalah Ketua DPD Partai Golkar Balikpapan H Rahmad Mas’ud SE ME menjadi walikota. Anda sekalian sanggup memenangkan,” kembali Damanhuri ‘membakar’ semangat Pokkar.
Damanhuri yang dikenal senior di partai berlambang pohon beringin ini, memiliki ‘talenta memberi spirit kader’ dengan gaya dan joke-joke yang membuat suasana jadi segar. Karena, Pokkar ke depan tak hanya kerja-kerja pemenangan saja, tetapi ia sebut berjuang dan bekerja ikhlas demi kemaslahatan rakyat. Realitas itu merupakan ‘jihad politik’ untuk kebaikan, kemaslahatan masyarakat dan bangsa.
“Bapak dan ibu serta saudara sekalian. Kalau kehadiran Anda di dunia ini bermanfaat bagi manusia yang lain. Itu berarti sukses. Hadist Rasulullah yang saya sampaikan ini. Dan, kalau khatib Jumat, mahal ini,” kelakar Damanhuri disambut gelak tawa peserta.
Makanya, di mana pun Pokkar berada harus terus bergerak, sinergi dan pendekatan langsung ke konstituen. “Sudahlah, bapak dan ibu itu siap bergabung di Golkar secara utuh toh. Sanggup…sanggup,” tanya Damanhuri disambut gegap gempita peserta dengan ungkapan sanggup dan siap.
BERKELANJUTAN
Sementara itu, Andi Arif Agung menyebut bahwa Pokkar tak hanya kerja menjadi saksi saja. Kerjanya paripurna atau lengkap. Juga sifatnya berkelanjutan membawa panji-panji partai sukses.

“Bapak dan ibu nanti menjadi Pokkar selain dalam waktu dekat memenangkan Rahmad-Thohari di pilkada 2020, juga untuk kepentingan pileg dan pilpres mendatang. Namanya juga kader partai, jadi panjang pengabdiannya,” kata Andi Arif.
Golkar kata Andi Arif, partai berpengalaman. Sehingga, kerja-kerja di lapangan terukur. Pelatihan Pokkar untuk memberi ‘injeksi keilmuan’ kaitan bagaimana menjadi kader yang benar.
“Yang paling dekat akan menjadi saksi dalam pilkada 2020. Harus mengetahui bagaimana alur kerja saksi seperti mendokumentasikan C1 plano, menghadapi penyelesaian keberatan dan lain sebagainya,” ujar Andi Arif.
Intinya kata Andi Arif, Pokkar berorientasi sesuai dengan ketentuan kerja partai. AD/ART partai jelas, bagaimana pola kader bekerja. “Karena bapak-ibu berada di garda terdepan sampai ke tingkat RT, itu yang kita harapkan harus mampu berkomunikasi dengan masyarakat secara baik. Agar, rakyat simpatik dan cinta dengan Golkar yang akhirnya bergabung di partai,” jelas Andi Arif.
Tapi yang paling dekat, Pokkar juga harus mengetahui kaitan undangan untuk memilih dalam pilkada 2020 yang disebut C6. Harus dicocokkan dengan E-KTP. Apakah warga memilikinya. “Nah kalau tidak memiliki C6 bagaimana langkah-langkah Pokkar. Misalnya dia punya KTP saja. Ini harus diketahui. Dan nanti akan ada buku sakunya,” ujar Andi Arif.
APLIKASI BAPPILIKU
Sedang Koordinator Bappilu H Mustaqim Lc MM dalam kegiatan itu mengenalkan bagaimana saksi nanti harus menggunakan pola aplikasi digitalisasi untuk dipergunakan saat bekerja.

“Mohon izin bapak dan ibu, aplikasi ini nanti dimanfaatkan saat kerja-kerja menjadi saksi. Makanya, harus diunduh (download) dan nanti pola kerjanya diikuti berdasarkan menu yang ada di aplikasi. Mudah kok,” ujar Mustaqim.
Aplikasi Bappiluku katanya, sifatnya dapat mengetahui kader Pokkar di mana saja. Pokkar yang menyertakan nomor telepon akan masuk dengan mudah dan dia terdaftar. Jika tidak, maka sulit untuk dapat masuk di aplikasi. “Bahkan, posisi bapak-ibu saat berada di tempat pemungutan suara (TPS) dapat terpantau. Sebab, ini menggunakan google map,” jelas Mustaqim yang juga Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan Pelatihan Pokkar ini.
Penggunaan aplikasi Bappiluku untuk melakukan pemantauan secara mudah. Tentu dalam proses penghitungan suara. “Nanti anggota Pokkar yang ada di TPS bisa mengirim hasil suara di TPS itu plus foto orang yang bertugas dan realtime waktuya,” ujar Mustaqim.
COUNTER ISSUE
Di bagian akhir, dua pembicara H Sugito SH dan Ir Patman Parakkasi membuat suasana malam itu makin ‘heboh’. Apalagi Patman ‘menggoyang’ suasana agar peserta tak ngantuk dengan gaya ‘orator Bung Karno’.

Diawali Sugito menjelaskan, bagaimana anggota Pokkar harus mengetahui bagaimana cara-cara menangkal isu negatif yang diarahkan ke Rahmad-Thohari (counter issue). “Varibel mengapa isu negatif muncul itu banyak. Sehingga, kita harus menangkalnya. Anggota Pokkar yang berada di garda terdepan harus mengetahui strateginya,” pinta Sugito yang menyajikan fakta-fakta empirik kaitan isu negatif dan cara melakukan counter.
Sugito juga membeber, bagaimana pola kerja Pokkar meraih citra positif untuk paslon Rahmad-Thohari sehingga mampu meyakinkan masyarakat untuk cinta Partai Golkar dan cinta Rahmad-Thohari serta siap memenangkannya.
Dalam pelatihan itu, akan ada sejumlah materi yakni pembekalan saksi dan hal teknis untuk kerja di lapangan, buzzer positif memenangkan Rahmad-Thohari, bagaimana menjadi Pokkar yang baik dalam perjuangan Partai Golkar serta counter issue atau menangkal isu negatif Rahmad-Thohari secara objektif dan santun.
Narasumber dalam pelatihan itu adalah H Damanhuri, Drs Ahmad Mallolongan, Andi Arif Agung, H Mustaqim Lc MM, Ir Patman Parakkasi, H Sugito SH, Adhitiyo Yudha Abadi, Drs Junaidi Latief, Rosman Abdullah SAg dan dipandu moderator Syarifuddin SPd serta Andi Amir. (git)













