TINTAKALTIM.COM-PT Bina Multi Cipta Indonesia (BMCI) salahsatu Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) yang telah mengantongi Surat Izin Operasional (SIO) dari Mabes Polri, bakal melatih sekitar 150 satpam asal Kabupaten Paser

“Ini program untuk kesekian kali. Sebab, sudah beberapa angkatan dilakukan pendidikan dasar (diksar) satpam bersama BMCI,” kata Kadisnakertrans Kabupaten Paser Rizky Noviar SSTp saat menyampaikan laporan di acara Launching Pelatihan Berbasis Komptensi dan Berbasis Non Komptensi di Hotel Grand Senyiur, Kamis (15/5/2025)

Acara launching dilakukan Wabup Paser H Ikhwan Antasari mewakili bupati dihadiri juga Kepala Disnakertrans Provinsi Kaltim H Rozani Erawadi SH MSi, Asisten Pemerintahan dan Kesra Ir H Romif Erwinadi MSi, Kepala Disnakertrans Kabupaten Paser Rizky Noviar, Kepala Cabang Bankaltimtara Balikpapan, Kepala Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda Eka Cahyana Adi, para kepala perangkat daerah, kabag, camat se-Paser, pimpinan perusahaan, Dirut PT BMCI (Bina Multi Cipta Indonesia) Tri Thohiroh (Terry), perwakilan PT Bisa Ruang Nuswantara (Biru), Access Com dan undangan lainnya.

Satpam yang dilatih BMCI nanti, tak hanya sekadar mendapat pengalaman dan skill sebagai security tetapi juga mendapatkan sertifikat berlisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Karena, BMCI memiliki kualifikasi pelatihan untuk tingkatan satpam Gada Pratama, Gada Madya dan Gada Utama.
Dikatakan Rizky, satpam yang sudah dilatih lewat diksar BMCI selain dipekerjakan di Kabupaten Paser juga bisa diakomodir menjadi tenaga pengamanan di Ibu Kota Nusantara (IKN). Karena, peluangnya besar dan sangat dibutuhkan.

“Jadi kalau sudah memiliki kualifikasi gada pratama, jangan pernah menampik untuk bekerja di luar Paser. Tujuannya kan untuk mendapatkan pekerjaan yang pada gilirannya mengurangi angka pengangguran di Paser sesuai program Pemkab Paser,” jelas Rizky.
Selain tenaga satpam, Pemkab Paser juga peduli dengan jurusan lain. Menurut Rizky, sudah pernah jurusan mekanik alat berat sebanyak 30 orang dilatih oleh PT Biru. Ini bisa diserap di tempat-tempat kerja atau perusahaan dan bidang komputer yang menjadi admin di perusahaan tambang.
TURJAWALI
Sementara itu Dirut BMCI Terry menegaskan, diksar yang dilakukan BMCI dilakukan profesional. Baik teori maupun praktek diberikan. Bahkan, peserta pelatihan mendapatkan praktek tentang pengaturan, penjagaan, pengawalan dan patrol (turjawali).
“Kami menjalankan diksar atau pelatihan satpam itu mengacu pada tugas pokok satpam. Termasuk nanti etika profesi, keterampilan interpersonal, kemampuan kepolisian terbatas serta baris-berbaris,” kata Tri Tohiroh atau Terry yang sudah meluluskan ratusan satpam lewat BMCI ini.

Pelatihan satpam yang dilakukan BMCI didukung instruktur atau pembina dari Ditbinmas Polda Kaltim. “Intinya satpam yang kami latih harus profesional. Mereka nanti menjadi gada terdepan menjaga keamanan lingkungan dan perusahaan. Sehingga, berimplikasi pada sisi produktivitas perusahaan,” kata Terry.

Terry berterimakasih kepada Pemkab Paser yang telah melakukan sinergi dan kolaborasi dengan PT BMCI. Karena, tenaga satpam memang harus dilatih BUJP yang berpengalaman. “Kami tak hanya melatih, jika ada peluang di perusahaan untuk menerima satpam tentu kita juga distribusikan,” kata Terry. (gt)













