TINTAKALTIM.COM-Membuat pemikiran di luar kebiasaan atau lebih mengarah pada inovasi dan biasa disebut dengan Out of The Box. Itu yang dilakukan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Balikpapan Hasbullah Helmi. Ia ingin suasana segar ruang kantornya, sehingga diubahnya lewat gaya mural.
Mural adalah lukisan dengan media dinding. Dan itu yang dilakukan Helmi ketika kita memasuki kantornya. “Eranya sudah beda. Bagaimana suasana terlihat segar. Jadi nggak masalah bagi saya untuk ruangan pegawai didesain dengan ide gila,” kata Helmi, di ruang kerjanya kepada Tintakaltim.Com saat bercerita bagaimana langkah inovasi itu dibuatnya.

Bagi Helmi, kerja monoton harus diubah. Sehingga, dirinya punya ide yang aneh-aneh dan mencoba gagasan baru. Itu sebagai wujud refleksi dalam pelayanan yang harus menyesuaikan dengan tuntunan zaman. “Saya ingin menunjukkan kepada pegawai bahwa jangan takut berkarya dan berinovasi kalau itu positif hasilnya. Apalagi menyangkut pelayanan publik. Ini sesuai dengan eranya. Dulu era industri tapi sekarang era globalisasi,” contoh Helmi.

Membuat coretan dinding dengan lukisan menurutnya, supaya pegawai nggak bosan ketika memasuki ruangannya. Masuk kantor, yang dilihat dinding putih. Sehingga, sulit membangkitkan dan merangsang kreativitas di lingkungan kerja. “Begini persepsinya. Kalau kita dihadapkan dengan hal-hal yang monoton, maka pekerjaan kita nanti juga monoton. Saya ingin, mural itu jadi pengasah daya pikir agar pegawai berpikir kreatif untuk pelayanan,” ujar Helmi memberi ilustrasi tentang konsep mural ruangan kantornya.
PEGAWAI DISDUKCAPIL

Kantor Disdukcapil memang bukan kantor yang bergerak di bidang kreatif. Tapi, bagi Helmi tak salah jika dirinya mengubah ruang kerja pegawainya jadi kreatif. Ada keindahan dan penggunaan aksen warna serta quote atau kata-kata yang style font-nya diarahkan untuk sisi pembentukan karakter atau integritas pegawai.
Misalnya dari pantauan media ini, ada lukisan mural Capil Go Digital. Ini sebagai wujud aktualisasi dari kerja yang sudah diimplementasikan oleh pegawai bahwa sekarang sistemnya sudah digitalisasi pelayanan. “Saya bangga dengan pegawai Disdukcapil. Semua lukisan mural itu dibuat iternal pegawai. Tak ada orang luar. Ternyata, ada bakat-bakat terpendam di bidang seni lukis mural pegawai saya. The best deh pokoknya,” puji Helmi atas kreativitas pegawainya.
Bukan hanya itu, dinding-dinding itu jadi indah. Apalagi kata-katanya beragam. Ada juga bertuliskan Love Work alias cinta dengan pekerjaan. Ini berarti secara psikologis jika sudah di pekerjaan yang ditekuninya dicintai, maka akan menghasilkan produk yang baik untuk publik. “Yang saya tertarik juga ada quote Stop Pungli atau berhenti melakukan pungutan liar. Nah, ini sejalan dengan raihan prestasi Disdukcapil yang telah memperoleh penghargaan Zona Integritas Nasional. Sehingga, seluruh pegawai Disdukcapil harus bekerja pada tataran dan konsep tata kelola yang baik dan punya integritas,” jelas Helmi.

Lalu apa reward dari Helmi atas karya pegawainya? Nah, dicari langkah-langkah demokratis. Ia menghadirkan ‘dewan juri’ bukan pakar mural, tetapi dengan cara voting yang votter-nya pegawai Disdukcapil.
Hasilnya, voting itu tertinggi mendapat nilai 19 dan terendah nilai 5. “Saya beri reward Rp2 juta untuk apresiasi bagi pemenang mural yang telah dinilai lewat pemungutan suara itu. Ini kerja dari internal untuk internal,” ujar Helmi saat disinggung ‘dewan juri’ dari pegawai Disdukcapil itu. Selamat, semoga jadi contoh kantor di lingkup Pemkot Balikpapan lainnya. Dan, kreativitas itu datang karena kamu mengasahnya. (sugito)













