TINTAKALTIM.COM-Ada yang menarik dari jalan sehat gelaran warga di RT 39 Kompleks BTN Gunung IV atau ‘Kompleks Guru’ dalam rangkaian perayaan Dirgahayu RI . Warga dimanjakan dengan doorprize makanan sehari-hari yakni beras. Bukan itu saja, ragam hadiah lainnya pun membuat warga betah hingga akhir.
Ternyata selain beras, panitia HUT ke-74 RI di Kompleks BTN yang diketuai Helen duet sekretaris Yoga didukung panitia lainnya yang bekerja super team, telah memikirkan jauh-jauh hari. “Supaya bisa dirasakan dan bermanfaat. Kalau beras pasti dimasak dan minyak goreng juga diperlukan,” kata Helen menjelaskan.

Kerja panitia boleh diacungi jempol. Sebab, secara umum kegiatan lomba-lomba Agustusan hingga jalan sehat berjalan lancar. Mereka bahkan ada yang begadang sebelumnya menyiapkan doorprize hingga memasang umbul-umbul hingga bendera mengelilingi kompleks BTN. “Jempolan deh anak muda. Era milenial memang cocok kalau panitia Agustusan anak muda. Yang tua sebagai pembina saja,” kata Sukamto, warga yang aktif dalam berbagai kegiatan baik gotong-royong maupun lainnya.
Diawali dengan senam sehat, jalan sehat mengelilingi jalur kompleks Pertamina yang rutenya mengitari Masjid Al-Fatah, warga sangat antusias. Anak-anak hingga dewasa ikut bergabung. Langkah demi langkah tak terasa lelah. Justru warga menikmati sambil bercerita. “Itulah wujud silaturahmi. Yang penting sehat dulu dan kita bisa ngumpul,” kata Ketua RT 39, Neneng Zuleha atau yang biasa disapa ‘Ivon’.

Start dari depan rumah mantan ketua RT 39 Samuel, rombongan warga terlihat bersemangat. Dari wajah terpancar rasa gembira. Ada ibu yang membawa anaknya, bapak membawa cucunya seolah suasana berubah menjadi family day. “Yang penting kita berkeringat dan happy serta sehat,” ungkap, Hendra ‘Ahok’ yang membawa kelurga lengkap istri dan dua anaknya.
Terlihat juga di belakang rombongan Ketua Masjid Asy-Syifa H Rahmadi. Asyik berjalan bersama bapak-bapak lainnya penuh kegembiraan. Sudah jadi tradisi, kalau H Rahamadi ngumpul, logat Banjar pasti kental keluar dari ocehannya. Ibarat humor orang Banjar, alabio atau halabiu yang sering kita dengar. “Ulun ini biar sudah sepuh terlihat anum kada. Masih payu kali ya,” kelakar Rahmadi dengan logat khas Banjarnya yang ungkapannya diartikan kira-kira “Saya ini biar sudah usia tua terlihat muda tidak. Masih laku kali ya”.

Tentu ocehan Rahmad bikin suasanya makin fresh. Terlihat dr Ahyar, Sukamto, Yanto pun semakin bersemangat. Candaan dalam jalan sehat terus terjadi di antara mereka. “Lho kok Pak Nur Salim laju sudah di depan,” tanya Hendra Ahok. Sontak, Mas Yon warga yang tinggal paling ujung di RT 39 menjawab; “Kan biasa jadi imam di masjid, jadi harus di depan,”. Suasana gerrr membuat jalan sehat tidak terasa hingga sampai finish.
Saat finish, disambut dengan snack. Ada juga bubur kacang hijau. Sehingga, membuat warga hilang penat dan dapat kembali santai. Sambil, menunggu doorprize diumumkan, penampilan tari tunggal yang diperagakan Sicilia, cucu dari warga bernama Sari pun membuat suasana makin semarak. “Wah gemulai juga badannya. Dan lincah,” ujar seorang warga menyaksikan tarian tanpa menggunakan asesoris dan busana tari. Polos dan apa adanya.

Bukan hanya tarian, lomba anak-anak makin membuat suasana seru. Nama lombanya ‘Joget Kursi’. Sekumpulan anak-anak berjalan dan berjoget mengeliling kursi dengan diiringi musik. Jika musik dihentikan, anak-anak harus mencari kursi untuk duduk. Anak yang tidak mendapatkan kursi, maka harus keluar dan didiskualifikasi.
Sebelum doorprize, ‘Om Sam’ atau Samuel, mantan ketua RT 39, diberi kesempatan bicara. “Saya bangga, semakin semangat warga kita. Semoga Allah memberikan kesehatan kepada kita. Dan Dirgahayu RI,” ujar Samuel singkat.
Kepada Tintakaltim.Com, Samuel melontarkan gagasan menarik. Tahun depan saat HUT RI ke-75, direncanakan ada upacara bendera di lapangan samping masjid. Seluruh warga hadir. Dan petugas upacaranya dari warga. Khususnya pengerek bendera tentu anak-anak muda. “Kita punya lapangan luas. Cukup kalau untuk upacara. Nanti kita bentuk panitia, siapa yang baca Proklamasi dan inspektur upacara,” kata Samuel diiyakan Ketua RT 39, Neneng Zuleha yang tepat berada di samping Samuel.

Samuel menyebut, upacara itu jika memungkinkan mengajak warga RT 38. Semoga mereka dapat bergabung. Sehingga, suasana kekeluargaan dua RT dapat terlihat. Apalagi katanya, usai upacara seluruh warga sarapan pagi. Sebab, upacara dilakukan mulai pukul 08.00 Wita. “Ini rencana tapi kalau terealisasi alangkah bagusnya,” ungkap Samuel.


Kegiatan Agustusan di RT 39 kemarin, panitia juga membuat ‘lidah bergoyang’ para warga. Karena, disediakan makan siang (lunch). Menunya pun lebih dikenal dengan masakan ndeso tapi lezat terasa yang dikooordinatori koki atau chef Ny Siswanto dan lebih populer dengan sapaan Bu Sis. Ada ikan asin dan urap serta sambal yang tentu menggugah selera. “Masakannya joss. Panitianya keren. Merdeka-Merdeka,” kata Hendra Ahok dan Sukamto mengomentari rasa hindangan untuk makan siang warga itu. Akhirnya. Dirgahayu RI. Kompak Terus Warga RT 39 BTN Gunung IV dan MERDEKA. (git)













