TINTAKALTIM.COM-Keteguhan hatinya matang. Ia sangat yakin dengan idiom atau ungkapan, bahwa jangan pernah takut usia tua sebab itu pasti tapi takutlah jika muda tak berkarya. Pedagang ‘kompe plastik’ alias tas kresek Pandansari ini akhirnya lolos berkompetisi untuk masuk ke gedung DPRD dan menjadi legislator muda. Ia adalah Ari Sanda (30)

Lewat perahunya Partai Persatuan Pembangunan (PPP), ia memberanikan diri bertarung di ‘dapil danger’ orang menyebutnya juga ‘dapil neraka’. Karena, di Balikpapan Barat dan caleg yang maju dari ragam partai politik pun orang-orang hebat dan punya kekuatan logistik.

Sebutlah, Alwi Alqadri (Partai Golkar), Rahmatia (Gerindra), H Daeng Lala (Nasdem) dan lainnya. Tetapi, bagi Ari Sanda itulah nilai perjuangan sesungguhnya. Dan harus punya spirit tinggi untuk lolos ke kursi legislatif
‘Dapil Neraka’ itu sebenarnya hanya istilah karena ketatnya persaingan perebutan suara. Disebut ‘dapil neraka’ karena meminjam istilah dengan sebutan group of death yang sering mencuat pada persaingan negara-negara adidaya sepakbola di Piala Dunia.

“Sebenarnya semua dapil tingkat persaingannya sangat ketat. Tapi memang, ada sejumlah tokoh-tokoh dan pesohor serta politisi bertarung di dapil Balikpapan Barat. Saya tak gentar, karena banyak senior dan sejumlah orangtua ingatkan diri saya agar jangan pernah takut berjuang,” urai Ari Sanda yang sebenarnya sejak usia belia sudah dikenal sebagai organisatoris.

Ia mengaku, belajar politik dari ‘darah kuning beringin’ karena pernah duduk di Partai Golkar sebagai bendahara Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG). Dan juga sebagai pengurus KNPI Balikpapan selaku koordinator kecamatan se-Balikpapan.
Sehari-harinya, sosok muda yang mudah bergaul dan punya tekad besar untuk menorehkan karyanya ini, berdagang tas kresek. Ia bersama sang istri Resky Wulansary Bakir merajut usaha dan mencari nafkah sambil terus beriktiar dan punya prasangka baik dengan Allah.

“Saya akui dapil Balikpapan Barat berat. Hanya, dorongan orangtua, istri dan tim sukses (timses) yang mendorong di PPP, maka bisa lolos. Tetapi, semua juga karena garis tangan Allah,” ujar Aris Sanda merendah
Bagaimana melawan logistik calon lainnya? Menurut Ari Sanda dia di-support pula oleh orang-orang yang ingin dirinya sukses. Sehingga, harus bekerja totalitas mengumpulkan suara. Selain melakukan pengenalan diri (personal branding) memasang baliho di mana-mana.
Di Balikpapan Barat saat masa kampanye, memang baliho atau billboard Ari Sanda ukuran besar-besar dipasang di tepi jalan. Kehadiran anak muda ini, justru sempat jadi perbincangan warga. Ada politisi muda baru tetapi ‘melawan’ dan punya nilai perjuangan luar biasa.
“Wow ada anak muda Ari Sanda dari PPP. Wah makin ketat perseteruan meraih suara di Balikpapan Barat. Bisa jadi Ari Sanda itu,” komentar warga di kawasan Margomulyo ketika melihat baliho Ari Sanda ada di mana-mana.

Ari Sanda merupakan wajah baru. Hanya, ia memberi warna dan digadang-gadang untuk jadi pemenang. Meski secara resmi hasil perolehan suara belum diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU), tetapi Ari Sanda mendulang suara signifikan.
“Alhamdulillah berkat dukungan timses dan masyarakat Balikpapan Barat, saya sementara bisa meraih 5.000-an lebih suara,” kata Ari Sanda.
Ari Sanda mengakui, saat maju dirinya mendapat ‘wejangan’ dari senior-seniornya di PPP seperti Iwan Wahyudi dan Nurhadi yang diprediksi keduanya pun lolos di DPRD Balikpapan dan Kaltim.
“Di politik itu tak ada yang abadi. Justru yang abadi itu adalah ukhuwah atau persaudaraan yang tulus. Dan saya akan memperjuangkan infrastruktur Balikpapan Barat demi kepentingan pembangunan,” kata Ari Sanda
Diakuinya, ia adalah ‘orang pasar’. Berdagang dekat Pasar Pandansari, sehingga revitalisasi pasar sangat didukungnya. Jika perlu bagaimana mengakomodir pedagang agar bisa berdagang secara aman, nyaman dan bisa mencari nafkah secara baik.
“Saya atas saran dari senior-senior di PPP, justru ke depan jika tidak cukup satu fraksi, akan masuk fraksi gabungan. Tentu, tetap mendukung kebijakan pemerintah dalam proses pembangunan,” ungkap Ari Sanda.
Bagi Ari Sanda bisa lolos ke gedung DPRD itu sudah hal yang disyukurinya. Karena, jika mengukur dari ratusan caleg yang terdaftar berdasarkan data dari KPU Balikpapan, ia sangat beruntung.
“Sekali lagi terimakasih kepada timses, para orangtua dan masyarakat Balikpapan Barat yang telah memberi saran positif dan mendukung dan percaya kepada Ari Sanda. Saya akan berjuang dan memberi kontribusi positif sebagai anak muda. Tegurlah saya jika salah dalam melangkah dan doakan amanah dalam bertugas,” kata Ari Sanda. Selamat dan Sukses Bro! (gt)













