TINTAKALTIM.COM-Andi Irfan, Ketua Pengurus Kecamatan (PTK) Partai Golkar Balikpapan Kota menyebut, jika dua figur pasangan calon (paslon) H Rahmad Mas’ud SE ME dan H Thohari Aziz SH, diyakininya dapat mengubah Kota Balikpapan lebih baik.
Itu karena, keduanya adalah figur yang sudah berpengalaman di pemerintahan. Rahmad menjadi wakil walikota (wawali) dan Thohari menjabat selaku anggota DPRD Balikpapan 3 periode dan jabatan terakhirnya sebelum mengundurkan diri adalah wakil ketua DPRD.
“Jadi bapak-ibu, jangan salah pilih. Karena, keduanya ciri pemimpin masa depan dan Insya Allah amanah yang diberikan kepada keduanya tak akan disia-siakan untuk mengubah kota ini lebih baik,” kata Andi Irfan di hadapan undangan kampanye dialogis pada Senin (2/10/2020) di RT 15 Kelurahan Klandasan Ilir, kediaman Hj Mas’ad Ali yang jadimjurkam ‘Komunitas Emak-Emak’ yang selalu mendampingi Hj Nurlena, istri Rahmad Mas’ud.
Hadir sejumlah pengurus Golkar di antaranya Salman, Thiar Shafriadi, istri Jamaludin Khalid, relawan dan unsur pengurus kelurahan dan PTK Golkar Balikpapan Kota.
Menurut Andi Irfan, secara moral keduanya punya landasan kuat. Taat beribadah dan santun. Juga dengan warga sangat memiliki jiwa menghargai serta tidak sombong. Sering turun ke masyarakat dan rajin bersedekah.

“Percayalah bapak-ibu, Pak Rahmad akan bekerja keras untuk kepentingan rakyat. Tidak akan korupsi, sebab sejauh ini uang gaji dan operasionalnya saja tidak diambil untuk kepentingan pribadinya. Dibagikan ke kaum dhuafa serta yatim-piatu,” urai Andi Irfan.
Konteks lainnya, sejauh ini kata Irfan untuk membuat kebijakan, kapasitas wawali bagi Rahmad Mas’ud tidaklah cukup. Apalagi, peran maksimal tidak diberikan. Sehingga, hal-hal yang menjadi ide dasarnya untuk pro-rakyat sering ada hambatan.
“Makanya Pak Rahmad ingin jadi walikota agar dapat membantu rakyatnya. Setuju ibu-bapak sekalian,” teriak Andi Irfan yang disambut setuju undangan yang hadir.
Sikap lainnya kata Andi Irfan, sosok Rahmad-Thohari diyakini bakal jauh dari cara-cara tidak benar untuk memanfaatkan keuangan negara.
“Tidak akan korupsi sebab sudah dibentengi dengan sikap dermawan. Jadi, akan clear and clean dalam memimpin. Doakan keduanya sehat bapak-ibu,” ujar Andi Irfan.
Kaitan sikap Rahmad-Thohari pun juga disampaikan jurkam dari Partai Demokrat Mukmin Nongi atau biasa disapa Maming. Ia dengan lantang menyebut, kalau mengenal figur Rahmad-Thohari.

“Saya kenal sejak kecil. Pak Rahmad itu orangnya sangat dermawan. Dan Thohari pekerja keras. Jadi lahir dari ‘orang kelas bawah’. Jika sekarang sukses karena sikap-sikap yang dimiliki keduanya pekerja keras tadi. Insya Allah akan bekerja keras untuk kepentingan Kota Balikpapan,” ungkap Mukmin.
Diilustrasikan Mukmin, sosok Thohari misalnya. Dulu sebelum sukses menjadi pengusaha di bidang transportasi udara di bandara, sempat menjadi security atau petugas keamanan. Kariernya terus merangkak naik karena kepercayaan dari rakyat.
“Menjadi anggota DPRD itu sulit. Kalau rakyat tak percaya, tak mungkin sampai 3 periode seperti yang dialami Pak Thohari. Jadi bapak-ibu tak perlu ragu memilih Rahmad-Thohari,” tambah Mukmin.
TAK CARI PENGHIDUPAN
Sementara itu, H Sugito SH, jurkam Partai Golkar yang juga Wakil Ketua Bidang Komunikasi, Media dan Penggalangan Opini menyebutkan, banyak alasan mengapa harus memilih Rahmad-Thohari pada 9 Desember 2020 mendatang. Di antaranya, sikap taat ibadah dan membangun rumah tangga yang baik.
Rahmad ujar Sugito, sangat cinta anak dan istri. Anak-anaknya nyaris seluruhnya masuk pondok pesantren dan ada yang tahfidz Alquran. Orientasinya dalam membangun dan mendidik rumah tangga demi kebaikan.

“Itu contoh bapak-ibu. Kalau seseorang itu di rumah tangganya baik, Insya Allah jika memimpin masyarakat Balikpapan akan baik. Itu modal dulu melihat syarat calon pemimpin,” ujar Sugito.
Rahmad bukan ambisi meraih jabatan walikota. Ia ingin menjadi ‘pelayan’, membenahi hal-hal yang kurang baik. Diyakini, Balikpapan yang sudah baik akan lebih baik. “Jabatan walikota itu strategis. Mampu mengubah keadaan dan mengubah regulasi demi kepentingan masyarakat tetap mengacu pada ketentuan konstitusi,” ujar Sugito.
Makanya kata Sugito, ketentuan kebijakan itu biasanya dituangkan lewat perwali bukan perwawali, pergub bukan perwagub dan perpres bukan perwapres. Itu menunjukkan, pentingnya jabatan walikota dalam kebijakan untuk rakyat.
Sugito juga mengingatkan, tidak perlu memilih yang tak ada gambarnya. Sebab, sosok pemimpinnya belum jelas. Rahmad-Thohari jelas dan bisa dijadikan keluhan karena dekat dengan rakyat. Selain itu, Rahmad ingin jadi walikota bukan ingin mencari penghidupan, sebab sejauh ini jauh dari upaya ‘rebutan proyek-proyek pemerintah’
“Coblos Rahmad-Thohari ya bapak-ibu. Insya Allah menang untuk kemenangan rakyat,” pinta Sugito sambil menambahkan, pada 9 Desember 2020 mendatang, harus menggunakan konsep 4M (memasuki bilik TPS, membuka surat suara, mencoblos Rahmad-Thohari dan menang).
LAGU ANAK RAHMAD-THOHARI
Sementara itu, Hj Dra Mas’at Ali M MPd yang memandu acara kampanye dialogis, juga menyisipkan bagaimana program-program Rahmad-Thohari yang tertuang dalam visi-misi bakal dijalankan maksimal. Kesehatan, pendidikan, infrastruktur, pembenahan ekonomi bahkan pelayanan air PDAM yang jadi kebutuhan vital di masyarakat.

“Nanti air PDAM dicarikan air baku yang bisa sinergi dengan tetangga Penajam Paser Utara (PPU). Juga membangun bozem-bozem di tiap kecamatan untuk menampung air baku. Sehingga, problem klasik kaitan krisis air bersih dapat diatasi,” ujar Mas’ad Ali.
Kalau yel-yel untuk ‘membakar’ semangat sering diteriakkan dengan Rahmad-Thohari: solid, menang-menang-menang dan itu sudah, wis wayahe. Kali ini, Mas’ad Ali punya yel-yel berbeda. Syair lagu anak-anak: Di sana senang, Di sini senang, diubahnya menjadi Di Sana Rahmad-Di Sini Thohari, di mana-mana Rahmad-Thohari.
“Ayo ikutin saya ibu dan bapak ya. Lengkap ya, nanti saya mulai dulu dengarkan,” ungkap Mas’ad Ali.
Sambil bergaya, Ny Ma’ad Ali lalu melantunkan yel-yel itu: Di sini Rahmad, di sana Thohari. Di mana-mana Rahmad-Thohari. Di sini Rahmad, di sana Thohari. Di mana-mana Rahmad-Thohari. Pilih Rahmad-Thohari, Coblos Rahmad-Thohari, Tanggal 9 Desember ke TPS. Sontak, seluruh undangan yang hadir menggemakan yel-yel itu dan mengakhiri dengan foto bersama sejumlah partai koalisi, PKB, Demokrat, Golkar dan lainnya. (git)












