TINTAKALTIM.COM-Sambil menunggu berbuka puasa, anak-anak muda ini dengan uniform loreng menyambangi warga dan berbagi snack box di jalanan. Itulah jajaran pengurus Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Balikpapan Utara (Balut). Warga melihat itu menjadi salut.
Pengurus AMPG memang ada di sejumlah tingkatan. Tingkat kota diketuai Andi Irfan dan sekjen Syarifuddin SPd MSi dan lainnya menyebar di PTK (Pengurus Tingkat Kecamatan). “Ini yang membagikan adalah Ketua AMPG Balikpapan Utara Ryan sebagai wujud solidaritas di bulan Ramadan,” kata Ketua Sekretariat Partai (KSP) Drs Junaidi Latief.

Gerakan tim AMPG Balut ini kompak. Mereka bahu-membahu membagikan takjil ke warga di depan sekretariat Partai Golkar kawasan Markoni. Brand baju bagian depan bertuliskan AMPG memberi spirit mereka membagi di jalan-jalan.
Ryan tidak ikut hadir. Ia support saja snack box dibagi pengurus AMPG Balikpapan Utara. Sebelumnya, ia menyerahkan snack yang juga takjil itu ke Sekretariat Partai Golkar. Di sana diterima Junaidi Latief dan Wakil Ketua Kaderisasi dan Organisasi H Fatman Parakassi, untuk dibagi di depan sekretariat.

“Semangat AMPG. Sayap partai ini jadi contoh untuk AMPG di kecamatan lainnya,” ujar Fatman, memberi spirit kader partai pakaian loreng itu.
Tak hanya Ryan, bacaleg lainnya dari Balikpapan Timur yakni Nurlia Kadir pun ikut membagi takjil. Ia bersama tim turun langsung membagi takjil. “Wujud kebersamaan saja. Apalagi ini Ramadan, lebih mencari berkahnya. Dan kita berdoa sehat,” kata Nurlia Kadir.

Sementara dari Balikpapan Selatan, ada juga nanti tanggal 18 dan 20 April 2023 yakni Haerana ikut membagikan takjil. “Ya caleg dari Balikpapan Selatan. Ikut juga partisipasi,” kata pengurus DPD Partai Golkar Roman.
Disebutkan Junaidi Latief, tampilnya kader Partai Golkar seperti bacaleg itu untuk membagi takjil sangat diapresiasi. “Sebenarnya Pak Ketua H Rahmad Mas’ud SE ME ingin seluruh bacaleg yang mampu memanfaatkan momentum Ramadan untuk berbagi. Karena, warga banyak yang memerlukan,” kata Junaidi.
Disebutkannya, Ramadan tahun ini harus disyukuri sebab tidak ada lagi pembatasan untuk membuat acara. Hanya, diprediksi Idul Fitri 2023 akan berbeda antara ormas Islam Muhammadiyah dan NU. “Perbedaan adalah rahmat Allah, untuk itu jangan dipertajam tetapi lebih menitikberatkan pada silaturahmi,” ujar Junaidi. (gt)













