TINTAKALTIM.COM-Mudik tak repot dan lebih mudah. Penyelenggara penyeberangan Pelabuhan Penajam-Balikpapan, PT ASDP Ferry Indonesia (Persero) sudah melakukan antisipasi. Apalagi untuk penyeberangan antarkota-kabupaten maupun antarprovinsi. Dimbau, calon penumpang yang akan menyeberang bisa bayar non-tunai (cashless).
“Ini sudah lama kebijakan kita. Tentu di saat arus mudik dan balik terjadi, pembayaran non-tunai sangat tepat tinggal isi ulang atau top up kartunya,” kata General Manager (GM) PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Balikpapan, Cuk Prayitno, Rabu (27/04/2022)

Penerapan non-tunai (cashless) itu, diharapkan mengurai jika terjadi penumpukan antrean di pintu masuk. “Kalau non-tunai kan simple, langsung gesek atau menggunakan kartu prepaid kerjasama 4 bank yakni BRI, BNI, Mandiri dan BCA,” jelas Cuk yang menambahkan untuk kartu BRI (Brizzi), kartu BNI (Tap Cash), kartu Mandiri (E-Money) dan kartu BCA (Flash)
Untuk dapat memanfaatkan tiket non-tunai, masyarakat kata Cuk agar memiliki kartu yang dikeluarkan bank partner 4 bank tersebut, sehingga memudahkan transaksi pembelian tiket.

Dan untuk keamanan bersama, pengguna jasa akan diminta data dirinya yang selanjutnya diterbitkan QR code yang akan digunakan sebagai daftar manifest kapal. “Untuk pengisian data diri ini dilakukan sekali, selanjutnya hanya menunjukkan QR Code (Quick Response Code) pada saat transaksi pembelian tiket dengan kartu non-tunai di loket,” ujarnya.
SEHARI 96 TRIP
Dalam operasional di Pelabuhan Penajam, telah dimiliki 2 dermaga movable bridge (MB) didukung dengan 19 kapal ferry siap beroperasi dengan kapasitas terpasang per hari mampu melayani 96 trip.
Untuk mengangkut penumpang kata Cuk, per hari 21.648 penumpang dan dermaga 1 mampu melayani 9.600 penumpang serta dermaga 2 melayani 12.048 penumpang.

Untuk sepeda motor kata Cuk, bisa per hari mengangkut 4.320 kendaraan dengan rincian dermaga 1 (1.920 kendaraan) dan dermaga 2 (2.400 kendaraan). Sementara untuk roda 4, per hari bisa mengangkut 1.824 kendaraan dengan rincian dermaga 1 (864 kendaraan) dan dermaga 2 (960 kendaraan).
Dijelaskan Cuk Prayitno, untuk kelancaran dan pelayanan yang baik, kepada pengguna jasa yang mudik dan balik Lebaran perlu dukungan, koordinasi dan kerjasama dengan instansi terkait di antaranya Polres/Polsek/KP3, Kodim, Pomad, Dishub Penajam Paser Utara (PPU), Dinas Kesehatan, Basarnas dan lainnya.
“Jadi kelancaran mudik dan balik itu kerja sinergi yang harus kita bangun dengan sejumlah instansi. Karena, ini melayani lonjakan saat mudik dan balik yang diperkirakan traffic-nya juga naik yang semuanya sudah diantisipasi,” pungkas Cuk. (gt)













