TINTAKALTIM.COM-Tepat momen 17 Agustus 2020 atau 75 tahun Indonesia Merdeka, PDAM Balikpapan tidak libur. Institusi air bersih ini, membuka akses pelayanan untuk pelanggan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) atau mereka yang mendapat hibah air minum.
Pelanggan MBR harus dapat menikmati air bersih. Karena ini program pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) khususnya Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya. Dan program ini juga didapat oleh PDAM Balikpapan dari hasil kerja keras perusahaan ini dalam berbagai aspek.
“MBR ini program hibah. Target kita September 2020 harus selesai. Sehingga, kita kebut,” kata Direktur Umum (Dirum) PDAM Kota Balikpapan Nour Hidayat SE menjelaskan program hibah itu.
Ia mengatakan, sebenarnya hari-hari biasa pelayanan MBR dilakukan. Karena, target pusat harus segera selesai, maka di hari libur 17 Agustus 2020, pegawai bagian hubungan pelanggan (hublang) harus melayani pelanggan MBR.

Dikatakan, MBR khusus hibar air bersih perkotaan, harus diaktualisasikan. PDAM Balikpapan memberikan prioritas pelayanan itu demi cakupan pelayanan. “Kita kan sudah melakukan investasi jaringan perpipaan ke rumah-rumah. Seperti Waduk Teritip yang memiliki kapasitas produksi 250 liter per detik. Sehingga, jumlah pelanggan bertambah. MBR di jalur itu memang dipriroritaskan,” kata Nour Hidaya atau biasa disapa Nunu.
Dikatakannya, secara teknis bahwa MBR yang menerima bantuan program ini sesuai dengan kriteria yang sudah ada. Dan yang membuat kriteria bukan PDAM tetapi PUPR khususnya untuk MBR perkotaan. Misalnya saja, memiliki daya listrik 900 VA dan siap jadi pelanggan.
LEBIH SEHAT
Pelanggan MBR menjadi target penyelesaian PDAM, karena ke depan akan jadi peningkatan akses air bersih yang pada gilirannya masyarakat menjadi lebih sehat.
“Pertambahan penduduk terutama di perkotaan juga mengakibatkan kebutuhan air bersih meningkat. Hibah air bersih dari PUPR ini kita jalankan. Prinsipnya secara total ada 3.000 sambungan rumah (SR) baru dan harus diselesaikan,” ungkap Nunu.

Dalam kaitan pelayanan akses air minum untuk MBR, kapasitas terpasang yang paling besar adalah Balikpapan Timur. Karena, didukung adanya Waduk Teritip. Dan di tahun 2020 menjadi program skala prioritas. “Survei dan verfikasi lapangan sudah dilakukan. Tentu bersama-sama dengan PUPR,” ungkapnya.
Verifikasi katanya, harus juga dikebut. Dan akan lebih banyak diberikan di wilayah Balikpapan Timur karena adanya penambahan sambungan pipa air baku di jalur tersebut. “Program pemasangan pipa air baku kan sedang berjalan. Ini menjadi target dari Pemerintah Kota Balikpapan yang harus didukung direksi dan dewan pengawas (dewas) PDAM,” ujar Nunu.
Sementara itu, suasana pelayanan di kantor PDAM Jalan Ruhui Rahayu terlihat lancar. Kabag Hubungan Pelanggan Abdul Ramli bersama stafnya, ikut memberikan pelayanan maksimal. Nuansa pelayanannya pun masih ‘merah putih’.
Dirum Nunu, terlihat sangat kontras menggunakan pakaian merah dan putih dan menggunakan sepeda motor vesva ‘tahun jadul’. “Saya terlihat fashionable menggunakan pakaian dan sepeda motor merah karena usai upacara 17 Agustusan 2020 di simpang Balikpapan Plaza,” ujar Nunu. Merdeka! Semoga pelayanan akses air masyarakat khususnya MBR segera tuntas. (git)













