• Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kepengurusan
Sunday, March 15, 2026
  • Login
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home tintaNEWS

Imam Mundjiat, Guru Politik Itu Meninggal Dunia. Megawati Ucapkan Duka, Almarhum Senang Bagi Alquran dan Buku Agama

by admin
August 10, 2020
in tintaNEWS
0 0
0
Imam Mundjiat, Guru Politik Itu Meninggal Dunia. Megawati Ucapkan Duka, Almarhum Senang Bagi Alquran dan Buku Agama

DIMAKAMKAN: Jenazah Imam Mundjiat dibawa ke peristirahatan terakhir di pelataran kediamannya

0
SHARES
654
VIEWS
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

TINTAKALTIM.COM-Inna Lillahi wa Inna  ilaihi raji’un. Kabar duka itu tersebar di sosial media (sosmed). H Imam Mundjiat SH (77),  pendiri dan pemilik  Yayasan Pendidikan  SMK Pangeran Antasari meninggal dunia sekitar pukul  23.00 Wita, Minggu (9/08/2020).

Sosok yang berintegritas dan selalu bertutur filosofis dengan untaian  kata bijak tersusun rapi namun tegas  tersebut, meninggal karena sakit.  “Mohon doa dari sahabat semua agar almarhum husnul khatimah. Dan, jika ada salah, mohon dimaafkan ya,” pinta Agus Santoso, ponakan almarhum saat ditemui media ini di rumah duka.

Imam Mundjiat  pernah menempati puncak karier politiknya sebagai legislator dari PDIP Perjuangan. Semasa hidupnya pernah  menjadi anggota DPR-RI, anggota DPRD Kaltim dan pimpinan DPRD Balikpapan.

Kiprahnya di kancah politik kian cemerlang setelah ia  menjabat sebagai Ketua DPP PDI Perjuangan dan Megawati  Soekarnoputri selaku ketum menunjukknya  menjadi pimpinan Komisi VII  DPR-RI (bidang kesra) di  Gedung  DPR-MPR RI kawasan Senayan, ruangannya di lantai 10 nomor 1001.

H Fajar Ali memimpin doa pemakaman, disaksikan kerabat dan Agus Santoso (baju merah) di pemakaman belakang rumah almarhum

Penulis mengenal figur almarhum sebagai sosok yang ulet dan disiplin. Dialah politikus yang pernah  jadi kepercayaan Megawati Soekarnoputri karena upayanya mempengaruhi  pengurus PDIP se-Indonesia untuk mendukung  Megawati Soekarnoputri menjadi  ketua umum dan mencalonkan jadi Presiden RI di Kongres PDIP Hotel Patra Jasa Semarang. Saat itu, almarhum menjadi pimpinan sidang dan berhak mengayunkan dan mengetukkan palu, menetapkan keputusan.

Caranya pun unik. Ia membagi-bagikan dokumentasi berupa kliping koran daerah dan nasional tentang  isu politik dan makna perjuangan sosok Megawati Soekarnputri sehingga pantas duduk sebagai ketum dan presiden. Kliping dibagi di ruang sidang, lift dan orang-orang yang berada di luar gedung  Kongres PDIP. Ternyata ampuh, dan Megawati terpilih jadi ketum secara aklamasi.

Sahabat, wartawan dan seluruh  mitra politiknya selalu ‘disuguhi’ kliping koran itu sebagai wujud menyakinkan dalam ragam diskusi politik. Tak heran, jika siapapun akan percaya dengan argumentasi Imam Mundjiat, lantaran diperkuat dengan data dan fakta kliping koran tadi.

Imam berpolitik  untuk dijadikan strategi. Tentu demi melakukan perubahan yang lebih baik. Mulai dari keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. “Politik itu  bukan tabu, tergantung  kita bertujuan apa. Kalau niatnya buruk, ya  hasilnya pasti buruk,” pesan Imam.

Imam Mundjiat (tiga dari kanan) bersama tokoh masyarakat dan agama saat hadir dalam pertemuan di kediaman Walikota H Rizal Effendi

Dari sisi integritas, ia pernah pula  menolak untuk memimpin rapat  di DPR-RI. Saat itu, media ini sempat berkunjung ke gedung DPR-RI untuk bertemu Imam Mundjiat. Hanya, almarhum menolak bertemu karena harus memimpin  rapat dengan mantan deputi Gubernr Senior Bank Indonesia (BI)  Miranda S Goeltom.

“Bisa temui saya pak. Saya kan datang jauh-jauh dari Balikpapan. Tamu bapak lho,  kan harus ditemani di Jakarta,”  kata penulis, menghubungi telepon almarhum.

Sejak awal, Imam Mundjiat enggan untuk memimpin rapat. Ia tahu, sebab  ada kasus besar yang bisa menjeratnya jika terlibat. Maka, ia pun beralasan untuk mangkir rapat. “Saya ada keluarga. Lebih penting dari rapat,” ujar Imam Mundjiat saat itu, mendelegasikan kepada rekannya di DPR-RI untuk memimpin rapat.

Ia sebenarnya menghindar, karena jika ia memimpin maka akan  ikut terjerat dalam kasus Miranda yang dipenjara 3 tahun. Kasusnya,    penyuapan terhadap belasan anggota DPR RI kaitan cek pelawat. “Alhamdulillah, saya bisa menghindar mas.  Jika tidak,  kena jerat KPK. Allah  melindungi saya. Untungnya  mas datang ke Jakarta dan mengajak saya keluar dari ruang rapat,” cerita Imam di masa hidupnya. Saat itu, media ini diajak menginap di kawasan perumahan DPR-RI kawasan Kalibata.

Hapni Kannape (empat dari kanan) bersama Thohari Aziz dan kerabat almarhum saat melakukan takjiah (melayat)

Itulah salah satu  integritas almarhum. Hapni Kannape, sahabat kental almarhum pun mengakui kaitan integritas itu. “Kalau mengandung unsur kebenaran, almarhum tak segan mengutarakan dalam sikapnya yang tegas. Kalau itu untuk kepentingan rakyat, ia pendiriannya teguh,” ungkap Hapni yang ikut  ber-takjiah (melayat) almarhum hingga dimakamkan. Almarhum dimakamkan di pelataran kediamannya kawasan Gunung Sari dan bersebelahan dengan makam istrinya.

Perilaku almarhum tentang pemberantasan korupsi sangat tinggi. Sehingga, menurut Hapni itulah yang jadi ‘pondasi moral’ memberantas korupsi dari almarhum Imam Mundjiat.  “Makanya almarhum, walaupun duduk di DPR-RI, DPRD Kaltim maupun DPRD Balikpapan tetap aman. Sebab, punya integritas itu,” kenang Hapni Kannape.

Rudi Prabowo (dua dari kanan) melayat almarhum

Rudi Prabowo, sahabat Imam Mundjiat juga merasa kehilangan. Sebab, almarhum dijadikannya guru politik. “Dia adalah guru politik saya. Tapi juga guru bagi  warga lainnya. Sebab, memiliki obsesi dalam memajukan dunia pendidikan,” kata Rudi Prabowo, yang telihat melayat almarhum hinga ke peristirahatan terakhir.

Rudi berharap, ada ‘Imam Mundjiat-Imam Mundjiat’ lainnya, jika jadi politikus teguh dalam pendirian, sebagai pendidik pun semangat dan berjuang untuk rakyat. “Tidak mudah memajukan dunia pendidikan, apalagi swasta. Tapi, di tangan almarhum, SMK Pangeran Antasari jadi berkembang,” kenang Rudi.

UCAPAN DUKA MEGAWATI

Ucapan duka juga berdatangan dari keluarga, kerabat almarhum. Karangan bunga ucapan duka terlihat menghiasi kediaman almarhum di kawasan Gunung Sari, bahkan sampai ke jalan.

Thohari (kanan) dan Agus Santoso saat prosesi pemakaman almarhum di bagian belakang rumah

Warga yang melakukan takjiah atau melayat pun penuh. Tetapi, tetap  mengindahkan protokol kesehatan. Cuci tangan, bahkan ada yang membawa hand sanitizer dan rata-rata menggunakan masker.

Dari pantauan media ini, Walikota Balikpapan H Rizal Effendi SE mengirimkan karangan buka ucapan duka, termasuk Ketua DPC PDI Perjuangan yang juga Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Thohari Aziz, Jengkar Sutono, MKKS SMP Kota Balikpapan, Ir H Ahmad Basyir dan lainnya.

“Tadi sebelum melayat, saya mendapat informasi dari Jakarta. Ibu Ketum Megawati Soekarnoputri menyampaikan belasungkawa dan rasa dukanya untuk almarhum Imam Mundjiat. Doanya, almarhum semoga husnul khatimah,” ujar Thohari, menyampaikan pesan duka Megawati.

Thohari juga merasa kehilangan. Karena, selama almarhum sakit sudah 3 kali menjenguk. Dan, saat itu memberi spirit untuk sehat.  “Nilai perjuangan almarhum untuk kepentingan warga sangat kuat. Apalagi di PDI Perjuangan, banyak yang diperjuangkan untuk kepentingan masyarakat,” ujar Thohari.

Ketua Lazisnu, H Sutrino (tengah) bersama penulis dan Andi Arief Agung saat mengikuti proses pemakaman almarhum

Almarhum kata Thohari, sempat berpesan agar disiplin, kerja keras, ulet yang dimiliki dalam sikapnya terus dipertahankan.  “Almarhum meminta di saat-saat terakhir, agar terus membela kepentingan rakyat. Jika sudah  menjadi pejabat, harus ingat wong cilik. Dan terus berikhtiar serta jangan sampai korupsi,”  kata Thohari, menirukan pesan almarhum.

Wakil Walikota (Wawali) Balikpapan H Rahmad Mas’ud SE ME tak dapat hadir. Sebab, masih tugas ke Jakarta. Ia menyampaikan pesan duka dan berdoa agar alamarhum husnul khatimah. “Mohon maaf beribu maaf, saya tidak sempat melayat. Doa saya, semoga almarhum  mendapat ampunan Allah dan meninggal dalam keadaan baik,” doa Rahmad Mas’ud.

Ucapan duka juga datang dari sahabat almarhum. Alumni  STM (sekarang SMK) Pangeran Antasari dari tahun 80-an hingga 90-an pun ikut melayat. Mereka mendoakan almarhum khusul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.  “Kita jadi ‘orang’ ya karena ilmu dari Pangeran Antasari milik almarhum. Semoga Allah mengampuni kesalahan Pak Imam Mundjiat,”  ujar Ardiansyah.

Alumni STM Pangeran Antasari tahun 80 dan 90-an saat ikut melakukan takjiah (melayat) hingga pemakaman almarhum

Ucapan duka juga datang dari Ketua Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah NU (Lazisnu) Kota Balikpapan H Sutrisno.  Ia terbilang sangat dekat dengan almarhum. Bahkan, sering mengantarkan makanan berupa ayam lodho khas masakan Sutrisno ke kediaman almarhum.

 “Kadang Pak Imam Mundjiat ke Rumah Makan Nyiurku  di kawasan Gelora Patra. Tapi, kadang saya yang mengantar ke rumah. Itu kesenangan almarhum. Semoga beliau husnul khatimah,” kata Sutrisno.

Kerabat lainnya, terlihat ikut melayat seperti  anggota DPRD Andi Arif Agung (A3), H Burhanuddin, Aden Usa, Suyoso Nantra, Leo Sukoco, Drs Rikmo Kuswanto, H Jani, H Fajar Ali, H Damuri SH dan istri, H Sukadi,  Bagio,  politisi PDI Perjuangan seperti Sani, Yasni dan para tetangga serta pendidik di SMK Pangeran Antasari.

AMAL JARIYAH

Sementara itu, pada saa pelepasan jenazah, KH Muhlasin, yang juga Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Kota Balikpapan, dipercaya sebagai  shohibul musibah atau orang yang mewakili keluarga menyampaikan pesan duka.

Menurut Muhlasin, almarhum  punya jasa  sangat besar dan jiwanya selalu menolong, membantu dan  peduli terhadap kesusahan orang lain. Termasuk, menyumbang masjid baik itu sarana dan prasarana, buku-buku bacaan dan lainnya.

“Almarhum membantu tidak hanya di Kota Balikpapan. Tetapi, sampai ke pulau Jawa. Ini harus jadi contoh bagi kita-kita yang masih hidup. Semoga semua jadi amal jariyah dan mengantarkan almarhum ke surga di  yaumul akhir nanti,”  doa Muhlasin.

Selama hidupnya kata Muhlasin, almarhum juga telah memberikan sumbangsih untuk kepentingan ummat. Yakni, mendirikan yayasan pendidikan dan gedung sekolah SMK Pangeran Antasari dan sudah mencetak kader-kader sukses di bidang pendidikan. “Semoga dapat diteruskan oleh anak-anak almarhum. Karena, kendati almarhum meninggal, selama proses mendidik di SMK Pangeran Antasari untuk kebaikan ummat itu masih dilakukan, Insya Allah amal kebaikan akan terus berjalan dan jadi amal jariyah,” kata Ustaz Muhlasin.

Semasa hidupnya, Imam Mundjiat juga gemar membagi-bagikan buku agama ke masjid dan musala. Ia membeli buku dalam jumlah banyak termasuk Alquran, dan membagi-bagikan ke masjid dan musala yang membutuhkan.  Bahkan, ada pula disumbangkan ke perpustakaan.

Media ini pernah pula ikut bersama-sama Imam Mundjiat untuk mengantarkan buku agama, karpet ke daerah Manggar bahkan Samboja. “Rezeki itu harus dibagi. Siapa tahu, dari pemberian rezeki itu bisa jadi amal ke surga,” kata Imam Mundjiat memberi analogi mengapa dirinya gemar untuk bersedekah.

Almarhum juga pernah memberi buku ke mantan menteri BUMN, Dahlan Iskan. Bukunya berjudul Samudra Al-Fatihah, karangan Bey Arifin. Dahlan, lantas menerima buku itu. “Wah ini buku sangat best seller. Saya kenal dengan penulisnya. Semoga Pak Imam Mundjiat selalu sehat,” kata Dahlan saat ditemui di kediamannya Surabaya  oleh Hapni Kannape dan kawan-kawan beberapa tahun lalu.

Selamat jalan Pak Imam Mundjiat. Kematian adalah hal yang pasti terjadi dan tidak diketahui kapan datangnya. Kematian bisa datang secara tiba-tiba yang bisa kita lakukan adalah  mempersiapkan diri dengan beribadah. Engkau lahir di dunia 14 Agustus 1944, Allah memanggilmu pada 9 Agustus 2020.  Dan,  Insya Allah Engkau  mengakhiri kehidupan dengan husnul khatimah. (sugito)

SendShareTweet

Related Posts

LDII Balikpapan Kurban 232 Sapi dan  63 Kambing. Dibagi Merata, Ojek Online, Pemulung Wujud Peduli Sosial
Kanal

LDII Balikpapan Kurban 232 Sapi dan 63 Kambing. Dibagi Merata, Ojek Online, Pemulung Wujud Peduli Sosial

July 4, 2023
Rakorda Baznas se-Kaltim Bedah Empat Komisi Penting. Dibuka Wagub, ZIS Digital dan Standar Mustahik Juga Dibahas
tintaNEWS

Rakorda Baznas se-Kaltim Bedah Empat Komisi Penting. Dibuka Wagub, ZIS Digital dan Standar Mustahik Juga Dibahas

February 3, 2022
PDAM Balikpapan Sharing Service Excellent. Suryo: Boros, Bocor dan Lalai, Tanggungjawab Pelanggan
tintaNEWS

PDAM Balikpapan Sharing Service Excellent. Suryo: Boros, Bocor dan Lalai, Tanggungjawab Pelanggan

February 2, 2022
Ditemani Batman, Kapolda-Wakapolda Pantau Vaksinasi Anak. Imam: PTM 100 Persen Agar Segera Dilaksanakan
tintaNEWS

Ditemani Batman, Kapolda-Wakapolda Pantau Vaksinasi Anak. Imam: PTM 100 Persen Agar Segera Dilaksanakan

January 8, 2022
Intrusi Air Laut, Dirum Turun Tangan. Distribusi Air Bersih di Manggar
tintaNEWS

Intrusi Air Laut, Dirum Turun Tangan. Distribusi Air Bersih di Manggar

January 2, 2022
Walikota Sambut Tahun 2022 Lewat Doa, Salat Jamaah dan Sedekah.  Rahmad: Jadikan Rumah Adalah Surga bagi Keluarga
tintaNEWS

Walikota Sambut Tahun 2022 Lewat Doa, Salat Jamaah dan Sedekah. Rahmad: Jadikan Rumah Adalah Surga bagi Keluarga

January 2, 2022
Next Post
Posyandu Tempat Deteksi Pertumbuhan dan Perkembangan Balita

Posyandu Tempat Deteksi Pertumbuhan dan Perkembangan Balita

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • 129 Followers
  • 315 Followers

Recommended

Sipantas 2019, BPTD XVII Bersih-bersih Ratusan Rambu

Sipantas 2019, BPTD XVII Bersih-bersih Ratusan Rambu

August 13, 2019
LBB, Belum Dilantik Sudah Membantu Warga. M Ali: Januari 2026, Pelantikan di Balikpapan

LBB, Belum Dilantik Sudah Membantu Warga. M Ali: Januari 2026, Pelantikan di Balikpapan

November 24, 2025
KPU Minta Warga Terdaftar di DPT. Pilkada di Kubar Wajib Aman dan Damai

KPU Minta Warga Terdaftar di DPT. Pilkada di Kubar Wajib Aman dan Damai

September 6, 2024
SDN 009 Jadi Pemicu Balikpapan Smart City. Sekolah Rujukan Google, Implementasi 100 Persen

SDN 009 Jadi Pemicu Balikpapan Smart City. Sekolah Rujukan Google, Implementasi 100 Persen

January 10, 2026
Sosialisasi dan Adaptasi Cashless di Pelabuhan Kariangau Dimulai. Muiz: BPTD Masih Fleksibel, Debit dan E-Wallet Bisa Digunakan

Sosialisasi dan Adaptasi Cashless di Pelabuhan Kariangau Dimulai. Muiz: BPTD Masih Fleksibel, Debit dan E-Wallet Bisa Digunakan

June 1, 2023
Pegawai PDAM Diingatkan Rezeki Cari Berkah Bukan Jumlah. Ultah ke-46 PDAM dan 2 PTMB Serahkan 158 Bingkisan

Pegawai PDAM Diingatkan Rezeki Cari Berkah Bukan Jumlah. Ultah ke-46 PDAM dan 2 PTMB Serahkan 158 Bingkisan

December 25, 2022
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

DISCLAIMER
© 2021 Tinta Kaltim

No Result
View All Result
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis

© 2021 Tinta Kaltim

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • 15 Weird Laws in the Philippines