TINTAKALTIM.COM-Perayaan Maulid Akbar digelar di Masjid Balikpapan Islamic Centre (BIC) Rabu, 2 September 2026 mendatang menghadirkan ustaz kondang Dr Das’ad Latief. Ayo bersama-sama datang untuk sama-sama menghidupkan selawat dan zikir
“Mari kita gaungkan selawat dan sekalian zikir sambil memperingati Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Madinatul Iman BIC sekaligus merajut silaturahmi,” ajak Ketua Harian Masjid Madinatul Iman BIC H Andi Muhammad Yusri Ramli MT usai memimpin rapat maulid di gedung utama BIC, Rabu (26/8/2026)

Menurut Andi, gelaran Maulid Akbar dilakukan siang hari. Insya Allah bakal dihadiri Walikota Balikpapan Dr H Rahmad Mas’ud SE ME dan jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan forum komunikasi pimpinan daerah (forkompimda), tokoh agama, tokoh masyarakat dan undangan lainnya
Karena acaranya siang, Andi Yusri mengajak undangan untuk sekalian salat berjamaah zuhur. Usai salat baru dilaksanakan peringatan Maulid Akbar. Ini karena, menyesuaikan jadwal Ustaz Das’ad Latief yang akan memberi tausyiah makna Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW

Acara ini katanya, jadi momentum umat Islam khususnya di Kota Balikpapan untuk memperkuat iman dan memperdalam kecintaan kepada Rasulullah SAW. Sekaligus, dijadikan upaya menata diri dan muhasabah memperbaiki hubungan dengan Allah dan semakin cinta Rasulullah

“Maulid Akbar itu bentuk penghormatan kepada Rasulullah SAW. Tapi, mari kita manfaatkan mempereerat silaturahmi sesama umat Islam,” kata Andi Yusri
Ia juga mengingatkan ada keberkahan yang bisa diraih jika umat Islam rajin berselawat. Sehingga, Maulid Akbar gelaran Masjid BIC, hendaknya memperbanyak selawat dan memperkokoh aqidah

Sementara itu Sekretaris Masjid BIC Bambang Saputra mengatakan, makna dari Maulid Akbar adalah karena dirayakan secara massal di masjid tercinta Kota Balikpapan. Sekaligus untuk mengekspresikan rasa syukur, cinta dan penghormatan kepada Rasulullah SAW
“Acara maulid itu sejatinya kita bersyukur karena Rasulullah lahir di dunia membawa risalah untuk kebaikan. Sehingga, kita merayakan sambil meneladani perilaku Rasulullah. Kan keteladanannya itu diikuti hingga hari akhir,” kata Bambang Saputra yang menyebut memperingatin Maulid Nabi itu kegiatan yang hasanah

Menurutnya, hadir merayakan maulid harus dilihat bukan sisi perayaannya. Tetapi, makna di mana ada figur dan perilaku Rasulullah yang dapat dicontoh generasi saat ini mulai dari akhlak, adab, hingga kejujuran

“Maulid Akbar jadi refleksi untuk mengidolakan Rasulullah. Sebab, kehadirannya di muka bumi untuk diteladani. Dan meneladani Rasulullah bagian dari rasa senang kita atas kelahiran dan sekaligus dirayakan lewat maulid,” ujar Bambang
Kepada para jamaah, diharapkan bisa menjaga ketenangan selama tausyiah berlangsung. Juga menjaga kebersihan di sekitar Masjid BIC. “Berkomunikasi dengan panitia atau petugas masjid jika ada hal penting yang ingin ditanyakan. Sehingga, rasa ukhuwah tetap terjaga,” pungkas Bambang Saputra. (gt)











