TINTAKALTIM.COM-Puskesmas Kelurahan Batu Ampar (BA) secara rutin tiap bulan melakukan pemeriksaan Penyakit Tidak Menular (PTM). Ini wujud layanan jemput bola untuk mendeteksi dini faktor risiko penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes secara gratis
Petugas yang diperiksa, selain pegawai Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kaltim juga penumpang dan sopir (driver) pengguna jasa terminal. Pemeriksaan meliputi tinggi badan, lingkar perut dan tes gula darah serta hipertensi

“Pemeriksaan ini mengikuti alur sistem langkah (Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) PTM) seperti pendaftaran, wawancara, pengukuran fisik, pemeriksaan kesehatan dan konseling,” kata dr Yamin yang bertugas dibantu rekannya Dwi Noviani dan Rizki Anugrah saat melakukan pemeriksaan PTM di Terminal Batu Ampar kawasan Jln Pattimura Balikpapan, Selasa (21/7/2026)
Petugas Puskesmas Batu Ampar tak hanya melakukan pemeriksaan. Tetapi, memberikan edukasi dan menerima konseling agar mereka yang diperiksa memiliki gejala PTM dapat melakukan antisipasi dini.

Dijelaskan dr Yamin, konseling diberikan kepada mereka yang sudah diperiksa. Misalnya, hasil hipertensinya tinggi maka harus mengubah gaya hidup (lifestyle) khususnya dalam hal makanan sebab hasil skiriningnya sudah terdeteksi.
“Mengurangi makanan yang konsumsi garamnya tinggi. Atau juga jangan sampai mengkonsumsi gula berlebih. Dan, kebiasaan merokok pelan tapi pasti dikurangi dan akhirnya berhenti agar orientasinya hidup sehat,” jelas dr Yamin
Pemeriksaan dilakukan tujuannya mendeteksi gejala awal. Karena, tidak hanya orang sakit yang diperiksa tetapi kondisi sehat pun wajib melakukan pemeriksaan
“Orang sehat justru harus periksa PTM agar tidak menimbulkan gejala atau komplikasi berat terhadap penyakit. Kan, kalau kondisi PTM tinggi itu biasanya harus waspada. Sebab, orang sering menyebut pembunuh diam-diam (silent killer),” kata dr Yamin
Tak hanya staf BPTD Kaltim, tetapi pimpinan pun ikut melakukan pemeriksaan. Dia adalah Kepala Seksi Sub Bagian Tata Usaha Elba Iskandar. Ia hasil pemeriksaan bagus dan sehat.

“Kita memanfaatkan pemeriksaan gratis PTM ini sebab hari-hari kerja, sering melupakan kesehatan. Biasanya, yang paling dominan memberi kontribusi penyakit itu kan pola makan. Makanya saya periksakan diri,” kata Elba Iskandar suami dari AKBP Erlina yang bertugas di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrium) Polda Sumatera Selatan (Sumsel)
Bagi Elba, pemeriksaan PTM harus dimanfaatkan. Ia berterimakasih kepada Puskesmas Kelurahan Batu Ampar yang sudah melakukan kerjasama dengan pihak BPTD Kaltim khususnya Terminal Batu Ampar untuk melakukan pemeriksaan PTM dari pegawai, driver maupun pengguna jasa terminal lainnya (penumpang).

“Setidaknya kita memiliki identifikasi awal terkait penyakit PTM. Karena, pemeriksaan sebulan sekali dilakukan. Ini sangat bermanfaat,” ujar Elba Iskandar
Di sela pemeriksaan, ternyata ada juga yang berkonsultasi kaitan alat kontrasepsi Keluarga Berencana (KB) jenis implan. Konsultasi juga dilakukan ibu-ibu berkaitan jenis IUD (spiral). “Bagus mana itu Bu Dokter. Saya mau coba ganti alat kontrasepsi,” kata ibu yang bertugas di cleaning service (CS) dan ikut periksa PTM.
Pihak Puskesmas Batu Ampar memberikan edukasi plus-minus dari kedua alat kontrasepsi itu. Kendati 99 persen semuanya bagus. “Kecocokan itu tergantung ibu masing-masing. Nyaman yang mana. Silakan nanti konsultasi lagi,” ungkap dr Yamin. (gt)













