TINTAKALTIM.COM-Begitu terbentuk, pengurus Masjid Asy-Syifa Kompleks BTN Gunung IV Kelurahan Margomulyo periode 2025-2028 langsung membuat program penggalangan dana melalui sedekah. Dua program jadi andalan yakni Bersedekah Seribu Sehari (BERSERI) dan Jimpitan Amal Terindah (JimAT)

Takmir masjid atau Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Asy-Syifa yang diketuai Drs H Nur Ali MBA, akan memulai program perdananya (launching) pada akhir Desember 2025 atau awal Januari 2026. Dan itu, akan jadi pendorong pemasukan uang kas masjid.
“Kita membahas program juga menyampaikan Surat Keputusan (SK) kepengurusan yang baru dengan berbagai seksi bidang urusan (sekbidur). Ayo gelorakan semangat memakmurkan masjid dan memberdayakan umat,” kata H Nur Ali saat menggelar rapat pleno pengurus di Masjid Asy-Syifa, Jumat (28/11/2025)

Rapat yang dihadiri jajaran pembina Ketua RT 38 Margomulyo M Sihombing dan Ketua RT 39 Neneng Zuleha (Ipon) serta penasihat H Siswanto, H Ali Umbri, H Rahmadi dan jajaran pengurus, Ali menyebut dua program tersebut diharapkan mampu menambah uang kas masjid.
GEMUK
Menurut Nur Ali, kepengurusan takmir sengaja ‘gemuk’ karena bertujuan mengakomodir warga muslim baik ibu-ibu, remaja dan bapak-bapaknya bergabung. Sehingga, sama-sama memikirkan bagaimana masjid bukan hanya tempat salat tetapi bisa jadi pembinaan umat seperti pendidikan, dakwah, sosial dan pemberdayaan ekonomi.

“Silakan kita kolaborasi membuat program yang bisa dijalankan. BERSERI dan JIMAT sangat bisa dilakukan dan itu bisa jadi penguat penambah uang kas masjid,” kata Nur Ali
Wakil Ketua Bidang Humas dan Infokom H Sugito SH menyebutkan, takmir masjid bisa jalan dengan sejumlah program termasuk menggerakkan potensi majelis taklim ibu-ibu dan remaja. Syaratnya, harus ada penopang anggarannya lewat kedua program itu.

“Penggalangan dana itu jika terkumpul, bisa secara detail dimanfaatkan untuk membayar listrik, biaya marbot, imam, khatib dan kegiatan majelis taklim ibu-ibu dan remaja. Sebab, sejauh ini dana kas masjid terus berkurang karena cash & flow tidak berimbang pemasukan dan pengeluaran,” jelas Sugito
Menurut Sugito, beda zakat, infaq dan sedekah. Untuk sedekah itu bisa harta dan non-harta yang pemanfaatannya bisa untuk kemaslahatan umum.

“Makanya namanya sedekah, waktunya tidak ditentukan. Beda zakat yang waktunya jelas dan peruntukkannya pun untuk 8 asnaf (penerima-mustahik),” ungkapnya
BAZAR AMAL
Dua pembina baik Sihombing dan Neneng Zuleha sangat merespons positif dua program itu. “Jika perlu ada bazar amal dan ada anjuran warga membeli lewat kreativitas warga seperti kuliner. Keuntungan disisihkan untuk kas masjid,” usul Sihombing.

Ibu-ibu yang hadir banyak memberi dukungan. Ada yang mengusulkan pula warga di kedua RT mengumpulkan pakaian layak pakai untuk dijual. Dananya, masuk kas masjid. “Majelis taklim di luar BTN pernah melakukan. Alhamdulillah bisa mendapat Rp3 juta,” jelas Ernawati, seksi kewanitaan

Sekretaris DKM H Muhammad Suhud SH juga merespons positif. Nanti, program penggalangan dana itu tidak hanya di internal warga. “Bisa eksternal, karena banyak juga mereka jadi ‘babak angkat’ atau donatur,” ungkap Suhud yang juga membagikan form untuk program sekbidur
Ketua RT 39 Neneng Zuleha, pun bersuara bahwa tidak mungkin program takmir berjalan tanpa dana. Sehingga, ia akan membuat percontohan (pilot project) karena secara umum di Kota Balikpapan sudah menggelorakan semangat Sedekah Seribu Sehari (3-S).

Termasuk juga yang dilakukan Hj Yatti. “Di luar sudah bergerak, nanti tinggal kedua RT kita jalankan. Bahkan, warga kita pun ada yang mendapat sedekah itu,” cerita Hj Yatti
Takmir atau pengurus, nanti pun akan melakukan bahasan teknis kaitan program BERSERI dan JIMAT. “Langkah awal kita mengumpulkan botol air mineral. Nanti dipotong dan dibagi ke warga setelah didesain. Tetapi, ada semacam flyer atau imbauan yang disampaikan ke warga,” kata Nur Ali

JIMAT sendiri adalah Jimpitan Amal Terindah, di mana kata Nur Ali kalau mau masak setiap hari, segenggam beras bisa ditempatkan di kotak sedekah. “Pengambilannya dilakukan pengurus atau petugas. Teknisnya akan dilakukan dan ini harus segera launching,” ungkapnya
Sejumlah penasihat DKM Asy-Syifa seperti H Ali Umbri, H Rahmadi, H Siswanto dan semua yang hadir men-support gerakan penggalangan dana itu.

“Siap mendukung hingga terealisasi. Ini kan kerja untuk akhirat,” kata Ali Umbri yang juga direspons positif Agus Hariyanto, Iwan Iman dan pengurus lainnya.
Sedang Ayu Rizky Fitrian menekankan pentingnya akuntabilitas dan transparansi. Sehingga, bisa jadi ruh kegiatan penggalangan dana. “Nanti hasilnya diumumkan ke warga dan dishare di group,” kata Nur Ali. Sedekah Investasi Akhirat dan Penghapus Dosa. Bergerak dan Semangat. (gt)













