TINTAKALTIM.COM-Ada fenomena menarik dari salahsatu organisasi massa (ormas) di Kaltim. Belum dilantik pengurusnya tapi sudah aktif melayani warga. Ini wujud inisiatif dan kepedulian tinggi dari anggota ormas yang menamakan dirinya Laskar Borneo Bersatu (LBB) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim)

Kegiatan formal yang dilakukan seperti bantuan kemanusiaan, kegiatan sosial, edukasi hukum dan pemeliharaan lingkungan lewat bersih-bersih pantai, telah dilakukan termasuk di-support jajaran Majelis Pengurus Cabang (MPC) dan Pengurus Anak Cabang (PAC)

“Kita sudah terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM (Hak Asasi Manusia). Sudah memiliki Administrasi Hukum Umum (AHU). Jadi, ormas kita sudah dapat pengesahan dan berbadan hukum,” kata Ketua Umum LBB Kaltim M Ali Amin saat konsolidasi dan menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan jajaran pengurus di Café PIK Borneo kawasan Balikpapan Baru, Jumat (21/11/2025)

Ali memanfaatkan forum itu sekaligus silaturahmi yang dihadiri pengurus, dewan pembina, penasihat, pengurus MPC Balikpapan, PPU, Paser dan IKN bersama jajaran pimpinan anak cabang (PAC), Direktur Eksekutif Kadin Balikpapan Drs Rikmo Kuswanto, pengusaha billboard dan media H Jani dan undangan lainnya

Ali yang memimpin rakor didampingi Sekjen LBB Wahyu Sudibyo menjelaskan, ada 4 kepengurusan MPC yang telah terbentuk dan nanti dilantik yakni MPC Balikpapan, Penajam Paser Utara (PPU), MPC Paser dan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Jika daerah lain seperti Bontang, Kubar, Berau sudah juga terbentuk kepengurusannya, tak masalah nanti juga dilantik. Termasuk, pelantikan PAC Balikpapan yang jadi tolok ukur pelantikan PAC daerah lain dan bisa dilaksanakan oleh MPC,” jelas Ali Amin

Pelantikan tambah Sekjen Wahyu Sudibyo, dipusatkan di Kota Balikpapan pada medio Januari 2026 dan semoga bisa dilakukan untuk MPC se-Kaltim. “Kita nanti tinggal membentuk steering committee (SC) atau panitia pengarah dan organizing committte (OC) atau panitia pelaksana dan secara teknis bisa membentuk kepanitiaan secara detail,” kata Wahyu yang dibenarkan dewan penasihat lainnya seperti Subur

Disebutkan Ali, prinsipnya LBB baik dari tingkat MPC dan melebarkan sayap jadi PAC, sementara ini berbuat saja untuk masyarakat. “Alhamdulillah, saya mendengar teman-teman di lapangan sudah ada yang berbuat. Ini yang saya maksudkan agar keberadaan ormas LBB bisa bermanfaat. Ke depan agar ditingkatkan,” ungkap Ali.
Menurut Ali, usulan agar pelantikan tidak terlihat seremonial saja dan ada yang bermanfaat, sangat setuju jika diisi dengan gelaran seminar yang menghadirkan beberapa narasumber (narsum).

“Tentu kita sangat setuju, hal itu nanti akan dilakukan OC. Paling penting, Ormas LBB harus tetap menjadi mitra pemerintah dan membangun ekosistem dengan multistakeholders lainnya,” kata Ali yang optimistis kepengurusan LBB se-Kaltim bakal terbentuk.
Sedang Rikmo Kuswanto menyebutkan, LBB harus memiliki nilai (value). Sehingga, harus membangun kolaborasi dengan ormas lainnya. Serta, membuat agenda yang lebih pro-masyarakat. “Saya ini bertahun-tahun kenal Ketum LBB M Ali Amin. Semangatnya luar biasa. Dan, Insya Allah ke depan LBB di bawah kepemimpinannya bisa besar. Serta sangat menarik jika acara pelantikan diisi juga dengan seminar membahas berbagai hal,” kata Rikmo

Sedang Ketua Bidang Advokasi & Regulasi Serikat Perusahaan Pers (SPS) Kaltim H Sugito SH yang juga dewan penasihat LBB menegaskan, sangat menarik jika pelantikan digabungkan dengan kegiatan seminar atau workshop. Selain optimalisasi waktu dan sumber daya tentu memberi nilai tambah acara
“Seluruh Indonesia sedang mengalami efesiensi anggaran. Tentu, ini bisa dimanfaatkan untuk membahas kaitan fiskal daerah. Sehingga, sumbangsih LBB Kaltim mendorong agar dana bagi hasil (DBH) yang masuk komponen Dana Transfer ke Daerah (TKD) bisa ditambah karena Kaltim daerah penghasil,” ujar Sugito
Selain itu, seminar bisa mengeluarkan rekomendasi LBB se-Kaltim yang mendesak agar TKD dalam bentuk DBH dan Dana Alokasi Khusus (DAU) ke Provinsi Kaltim bisa ditambah demi kepentingan masyarakat Kaltim.
Atau kata Sugito, konteks pemberdayaan masyarakat dan komitmen ormas LBB berkontribusi dalam pembangunan daerah dan mengangkat isu-isu lokal yang lebih pada kearifan lokal (local wisdom). (gt)












