TINTAKALTIM.COM-Haji ketaatan yang agung. Rencana Walikota Balikpapan Dr H Rahmad Mas’ud dan istri Hj Nurlena Rahmad tunaikan ibadah haji karena panggilan. Juga rindu Baitullah. Sebelum ke Tanah Suci, dua figur Kota Balikpapan ini sempat berbagi.

“Mohon doa, kami dari Bani Mas’ud (keluarga Mas’ud) akan menunaikan ibadah haji. Doakan kami semua sehat dan kembali ke Balikpapan juga lancar,” kata Walikota saat acara silaturahmi dan syukuran dengan warga tetangganya RT 13 dan jamaah Musala Al-Hamid di rumah jabatan (rujab), Jumat (30/5/2025)

Walikota dan istri hanya mengundang kalangan terbatas. Yang diundang hanya tetangga dan kerabat saja. “Mohon maaf, ini mendadak saja dan memanfaatkan momentum Jumat Berkah. Mohon doa saja semoga mabrur,” kata Walikota disambut doa mabrur amin hadirin yang hadir.

Walikota berangkat ke Jakarta Jumat (30/5) sekitar pukul 18.00 Wita dan akan melakukan kegiatan di Jakarta ada rapat dengan kementerian. “Sebenarnya saya dan istri berangkat Ahad (1/6/2025). Tetapi, di Jakarta ada pertemuan dengan menteri. Saya harus membagi tugas dengan istri yang ada acara di Balikpapan anak wisuda. Kalau badan saya bisa dilaminating saya lakukan. Inilah namanya orangtua, makanya istri saya berangkat menyusul,” jelas Walikota sambil berkelakar.

Walikota minta izin agar warga kompak selama ia dan keluarga menunaikan ibadah haji. “Kami juga akan mendoakan kota Balikpapan aman, warganya kompak dan kotanya semakin maju,” ujar walikota disambut doa penuh harap undangan yang hadir.
PANGGILAN
Haji itu panggilan. Sehingga, Allah memanggilnya dengan kalimat talbiyah labbaik allahuma labbaik (aku memenuhi panggilan-Mu ya Allah).

“Dan secara istithaah (kemampuan) Pak Wali dan istri sudah sesuai. Baik secara fisik serta finansial. Dan, orang ke Tanah Suci itu karena rindu Baitullah,” kata Ustaz Subeki yang memimpin doa syukuran dan silaturahmi yang dirangkai dengan doa arwah keluarga Rahmad Mas’ud serta istri.
Menurut Ustaz Subeki, bagi mereka yang rindu Baitullah itu bermakna rindu akan Allah. Rasa ingin dekat dengan-Nya dan merasakan kasih sayang-Nya. “Baitullah tempat ibadah yang paling suci, sehingga rindu Baitullah juga rindu akan suasana ibadah yang khusuk dan bermakna,” ujar Subeki.
Subeki juga dalam acara itu mengingatkan pentingnya silaturahmi. “Man ahabba an yubsta lahu fi rizqih, wa yunsa fi aaarihi fal yasil rahima (barangsiapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka sambunglah silaturahmi),” kata Subeki menukil satu hadist Rasulullah.
KEHENDAK ALLAH
Kaitan haji itu panggilan sempat jadi diskusi di acara silaturahmi. Andi Welly, yang masuk komunitas ‘NATO’ (sebutan think-thank walikota), menyebut biar uang banyak, fisik kuat kalau Allah belum panggil ya tak dipanggil.

“Sudahlah haji panggilan. Nggak perlu takut. Kalau memang sudah dipanggil pasti ke Baitullah,” cerita Andi Welly yang berada di samping media ini bersama sahabatnya Junaidi Latif.

Lalu Andi Welly menceritakan kisah mengharukan sekaligus penuh makna spiritual. Itu terjadi pada warga Libya bernama Amer Al Mahdi Al Gaddafi. Pemuda ini hampir gagal menunaikan ibadah haji karena ditolak naik pesawat lantaran nama belakangnya sama dengan pemimpin Libya yang dinilai kontroversial.

“Tapi kejaiban terjadi, jika Tuhan berkehendak tak ada satupun kekuatan yang bisa menghalangi. Ya berangkat dia,” cerita Andi Welly.

Menurut Welly yang dia baca kisah itu, padahal pesawat sudah take off (lepas landas). Anehnya, Amer tetap menunggu. Tiba-tiba pesawat alami gangguan teknis pada AC dan kembali ke bandara.

Pilot menyatakan tak mau terbang kalau Amer ditinggal. Tetapi untuk kedua kalinya pesawat terbang lagi. Anehnya, terjadi kerusakan AC kedua kalinya dan akhirnya kembali ke bandara.
“Akhirnya, pilot nggak mau terbang tanpa Amer. Kehendak Allah, jadi jalan Amer untuk naik haji,” cerita Andi Welly yang mencontohkan haji itu panggilan Allah. (gt)













