TINTAKALTIM.COM-Penyambutannya formal. Tetapi, ada saja guyonan forum komunikasi pimpinan daerah (forkompimda) Provinsi Kaltim kaitan Gubernur Kaltim baru Dr Rudy Mas’ud dan Walikota Rahmad Mas’ud. Itu disampaikan saat menyambut gubernur-walikota di apron Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan menuju VVIP Room.

Dia adalah Kapolda Kaltim Irjen Pol Nanang Avianto. Berdiri di samping Pangdam VI/Mulawarman Mayjen Rudy Rachmad Nugraha, tepat di pintu masuk VVIP Room. Biasa canda renyah yang buat gelak tawa itu terlontar. Sembari menunggu bus tiba membawa rombongan.

“Kita sebenarnya nggak perlu menjemput. Cukup Pangdam saja. Karena, clear sudah. Ini sesuai namanya, dirangkum semua,” kelakar Kapolda disambut tawa undangan lainnya yang berada di sampingnya termasuk pangdam yang senyum-senyum.
Rombongan sebelumnya ngobrol di VIP Room (lounge) yang khusus dikelola Pemprov Kaltim via Biro Umum Sekretariat Daerah Pemprov Kaltim. Terlihat Pangdam, Kapolda, Wakapolda Brigjen Sabilul Alif, Irwasda Kombes Zulkifli, Dansat Brimob, jajaran forkompimda Balikpapan seperti Kapolres, Dandim, Danlanal, Danlanud asyik berbincang di ruang itu.

Mengapa Kapolda menyinggung cukup panglima saja yang menjemput? Nama lengkap Pangdam VI/Mulawarman Rudy Rachmat Nugraha. Sehingga, kehadiran Gubernur Kaltim bernama Rudy dan sang kakak Walikota Balikpapan Rahmad, seolah sangat cocoklogi, di mana ditariknya hubungan yang masuk akal antara satu fakta dan fakta lain. Sehingga, ‘ilmu cocoklogi’ itu pun digunakan.
Namanya guyonan pejabat: “Masuk akal Pak Kapolda. Kok memang cocokologi ya. Rudy Rachmat. Meski ejaan nama beda toh sebutannya tetap Rudy-Rahmad. Ya kakak beradik, gubernur dan walikota. Cocok memang,” kata Andi Welly menimpali guyonan itu sembari tertawa berada dalam iring-iringan mobil pejabat tersebut.
RETRET
Di ruang VVIP Room, Rudy dan Rahmad mengisahkan kaitan retret atau orientasi kepemimpinan kepala daerah di Akademi Militer (Akmil) Magelang. Tentu, momen itu bagi Gubernur Rudy dan Walikota Rahmad berkesan. Apalagi terlihat gaya militeristik di saat mengenakan pakaian komcad (komponen cadangan) atau baju loreng dan sepatu PDL.

“Asyik Pak Pangdam dan Kapolda. Berbagai meteri yang mengedepankan kepemimpinan, wawasan kebangsaan dan ketahanan nasional. Juga ada pembelajaran strategi pemerintahan. Asyik banget,” cerita Rudy sembari ngopi bersama pangdam dan kapolda dan di sisi lain ada pula wakapolda.

Tiba-tiba, guyonan kaitan cocoklogi disuarakan Walikota H Rahmad Mas’ud. “Sebenarnya nggak perlu Pak Kapolda dan jajaran menjemput ini. Cukup Pak Panglima, karena namanya sudah jadi satu,” kelakar Walikota Rahmad. Sontak, Kapolda menyebut bahwa guyonan itu pun sempat dilakukan sebelum rombongan turun bus.
Senda gurau itu tak lama. Sebab, bus yang membawa rombongan gubernur dan walikota tiba. “Assalamualaikum,” ungkapan salam gubernur ke Kapolda dan Pangdam serta seluruh penjemput di VVIP Room Bandara, yang disambut salam hormat semuanya.

Suasana ramah-tamah dan silaturahmi Rudy dan Rahmad dengan jajaran forkompimda pun terjadi. Bahkan, relawan Rudy-Rahmad sempat menjemput di VVIP Room termasuk think-thank Walikota H Rahmad yang melebalisasi bernama NATO (No Action Tindro Only) pimpinan Ustaz Mustaqim ikut menjemput.
Ini kelompok yang selalu jadi hiburan walikota karena terdiri dari berbagai kapasitas keilmuan yang sukanya guyonan. Terlihat ada H Achmad Kamaluddin, Syarifuddin, H Junaidi Latif, Michael, Ustaz Achmad Rosyidi, Andi Welly dan lainnya.

“Saya selalu berdoa untuk kemenangan Pak Gubernur Rudy Mas’ud dan Pak Walikota Rahmad Mas’ud. Doa selalu diijabah Allah. Makanya, paham-paham lah ikam,” teriak H Kamal saat menjemput kedua pejabat itu.
Kepada wartawan, Rudy mengatakan bahwa retret sangat bermanfaat. Karena, meningkatkan pemahaman tentang tata kelola pemerintahan dan kebijakan nasional.

“Tidak hanya sekadar ceramah dan diskusi. Ada pula simulasi kepemimpinan, pengelolaan anggaran termasuk efesiensi. Juga jadi koordinasi antara pusat dan daerah yang formatnya lebih ketat dan terstruktur. Intinya ada nilai kebersamaan,” ungkap Rudy.
Rombongan singgah sesaat di rumah jabatan (rujab) Walikota Balikpapan di Jln Syarifuddin Yoes. Di sana, Rudy-Rahmad sempat salat ashar. Dan sekaligus bersama keluarganya ‘Bani Mas’ud’ termasuk istri Rudy, Hj Sarifah Suraidah dan istri Rahmad, Hj Nurlena serta Hj Yuli Mas’ud pun turut membacakan doa menyambut Ramadan 2025.

Doa yang dipimpin Ustaz Achmad Rosyidi yang juga Tenaga Ahli (TA) Walikota Rahmad bidang kesejahteraan rakyat (kesra) dengan khidmat yang diikuti semua tamu yang hadir saat itu.
“Alhamdulillah, kita semua bisa bertemu Ramadan 2025. Semoga semua sehat ya,” doa Rudy dan Rahmad beserta istri yang selamatan kecil-kecilan sebagai tradisi yang bermakna menyucikan diri, saling mendoakan dan memaafkan serta merajut silaturahmi antarsesama. (gt)












