• Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kepengurusan
Sunday, March 15, 2026
  • Login
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Kanal

11 Ekor Hewan Kurban Dijagal 3 Jam, Tak Ada ‘Mati Dua Kali’. Panitia: Terimakasih Shohibul Qurban, Semoga Diampuni Allah

by admin
June 18, 2024
in Kanal
0 0
0
11 Ekor Hewan Kurban Dijagal 3 Jam, Tak Ada ‘Mati Dua Kali’. Panitia: Terimakasih Shohibul Qurban, Semoga Diampuni Allah

CEPAT: Dua jagal kurban Gatot dan H Samud bekerja fokus untuk penyembelihan. Kerja panitia superteam lebih cepat dan sukses

0
SHARES
334
VIEWS
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

TINTAKALTIM.COM-Lebih tertib, dan mengikuti alur aturan yang berlaku di panitia, proses penyembelihan hewan kurban yang dikerjakan di bawah kepanitian Idul Kurban Masjid Asy-Syifa BTN Gunung IV berjalan lebih cepat. Memerlukan waktu 3 jam, 11 ekor hewan berhasil dituntaskan penyembelihannya yang terdiri 9 ekor sapi dan 2 ekor kambing.

Proses perebahan 15-17 menit

Sejak awal, panitia memang mengurai sejumlah hal. Mulai dari proses penyembelihan hingga pemotongan daging. Bahkan, yang terpenting adalah sisi syariat agar kurban itu bermakna dan bukan hanya menerima hewan dari shohibul qurban tetapi panitia memiliki amanah untuk menjalankan proses penyembelihan dengan baik.

Sebagian panitia, apresiasi warga

Syariat itu, dijatuhkan akad amanah dan tabbaru. Yakni akad menyerahkan kepada panitia kurban dalam proses penyembelihan dan niat karena Allah dan ikhlas. Sehingga, prosesnya berjalan sesuai dengan aturan

Ibu-ibu bekerja sigap di pemotongan

“Panitia membenahi hal-hal yang kurang di tahun-tahun sebelumnya. Kita masuk dari sisi syariat. Sebab, saat rapat panitia ini menjadi bagian penting. Tak hanya sekadar berkurban tapi ikhlas dan tak ada orientasi apapun dalam hati,” kata Koordinator Penyembelihan Hewan Kurban Masjid Asy-Syifa H Syamsul Haidir menjelaskan pelaksanaan kurban oleh panitia di pelataran Masjid Asy-Syifa, Senin (17/06/2024)

Hendra Winardi, bekerja tuntas

Proses penyembelihan dimulai pukul 08.30 Wita dan pkl 11.30 Wita sudah berakhir. Asahan pisau yang tajam dua penjagal Ustaz Gatot dan H Samud Purnomo mampu menyembelih seluruh hewan kurban dengan cepat. Bahkan, tidak ada hewan yang istilahnya ‘mati dua kali’ karena dipotong masih hidup. Sekali ayunan pisau jagal, sapi pun terkapar.

Tim Mas Pur, Bekerja sampai Zuhur

Enam kelompok kurban kolektif 7 orang masing-masing memerlukan waktu 15-17 menit. Ini karena, alat perebah sapi atau jegal sapi sehari sebelumnya sudah dirawat. Sehingga, panitia mudah merebahkan sapi. Sementara, 3 kelompok lainnya individu satu keluarga yakni sapi H Herlambang, H Jamaluddin (alm) dan H Asirullah.

Tetap fokus meskipun mereka haus

Selain panitia yang kerja cepat, juga ada ‘tim Dedy’ pekerja RDMP. Mereka pun mendukung percepatan proses perebahan sapi. Sehingga, sapi itu digiring dengan pelan dan masuk ke ‘liang darah’, dibaringkan lalu sembelih.

Saling koordinasi dan sinergi

“Bismillahi wallahuakbar. Semoga shohibul qurban diampuni dosanya oleh Allah dan dipanjangkan umur,” dua penjagal tak hanya sekadar memotong, tetapi juga terus berdoa dan bertakbir.

Ali Umri membawa daftar nama shohibul qurban untuk terus interaksi dengan penjagal. Karena, di proses penyembelihan itulah nama-nama pengkurban plus bin dan binti, alamat disebut, selain juga di-announcer (diumumkan) berkali-kali oleh pembawa acara

Sukamto: “Kurban itu ya ikhlasnya”.

“Maaf kami harus mendahulukan shohibul qurban seperti H Herlambang dan H Jamaluddin. Karena seluruh keluarga itu ada keperluan dan sudah berada di tempat acara untuk menyaksikan penyembelihan dan dokumentasi,” kata Rudi Rahmadi yang cekatan menolong ‘lintas seksi’.

Dicek Dinas Peternakan: Semua hewan sehat

Sedang di tengah lapangan, Rudi Rahmadi, Agus Juari, Aby, Sihombing, Dedy & team, H Supono, Ali Akbar, Yoni Supriyono,  berupaya menggeser sapi dari peralatan Jegal Sapi ke liang penyembelihan. Durasi waktu kerja panitia memerlukan 15-17 menit untuk memindahkan sapi.

Panitia mengakomodir semua masukan dari shohibul qurban. Ada  yang koreksi tetapi lebih banyak persepsi. Karena, demi kebaikan semua diakomodir dengan tetap menjunjung tinggi keputusan rapat.

Ibu-ibu, cekatan dan kompak

“Semua diundang untuk rapat kok. Kalau nggak buka group rapat ya kita maklumi. Tetapi, forum rapat setuju semua. Lagian, kita ini hanya panitia yang ingin memantapkan nilai penyembelihan secara syariah (dua akad). Sebab jangan kurban diserahkan, lalu niat tulus hilang dan itu yang kita hindari,” kata H Muhammad Suhud selaku sekretaris umum dan Koordinator Acara H Suwadi.

Bagi panitia, tak ingin bicara yang ‘dulu-dulu’ pelaksanaannya. Sebab, harus diperbaiki dan manajemennya pun pelan tapi pasti diubah. Sehingga menggunakan tanda pengenal (badge) khususnya di areal proses pemotongan daging. Supaya tidak sembarang orang masuk dan akhirnya fokus penyembelihan lebih banyak untuk orientasi mencari daging.

Persiapan sejak awal, hasilnya maksimal

“Faktanya semacam itu. Sehingga, kita harapkan di tahun-tahun mendatang harus terus dibenahi dan lebih rapi serta maksimal. Bahkan, diikat akad sejak awal serta mempersilakan shohibul qurban terlibat,” kata H Syamsul Haidir dibenarkan H Yoni Supriyono dan Ali Umri.

Dikatakan Haidir, kalau ada yang ‘nyinyir’ sebab mereka nggak hadir di rapat dan dianggap wajar namanya dinamika karakter warga. Tetapi, itu masukan bagi panitia jika bernilai konstrustif atau membangun. Tetapi, jika persepsi diabaikan.

“Sekali lagi 14 tahun saya berkecimpung dalam kegiatan penyembelihan kurban di Masjid Asy-Syifa, panitia kali ini lebih baik dan hasilnya pun baik. Namanya mau berubah itu ya perlu waktu. Alhamdulillah tidak 100 persen, 90 persen dulu,” kata Haidir.

DIBERI

Sementara itu, dinamika pemotongan pun berjalan baik. Interaksi ibu-ibu di tenda pun luar biasa. Mereka bekerja tulus demi selesainya proses pemotongan dan segera distribusi hewan kurban.

“Ya saya mendengar kalau dulu dapat banyak, mungkin mekanismenya yang salah. Sekarang, kita benahi. Tetapi, seluruh shohibul qurban kalau minta diberi toh. Ada yang minta kepala, minta buntut, minta tetelan minta paru atau apapun. Tak ada yang ditolak oleh panitia selama barang masih ada,” kata Bendahara Panitia Idul Kurban Masjid Asy-Syifa Hendra Winardi.

Kepala sapi, yang minta pasti diberi

Justru kata Hendra, panitia menunggu hingga akhir. Kalau ada sisa ya Alhamdulillah. Tetapi, jika tak ada ya tetap bersabar.  Namanya juga panitia untuk mendapat amanah kerja shohibul qurban, sehingga yang diurusin banyak pihak.

“Tetapi kerja panitia keren. Makanya menggunakan badge dan tujuannya untuk memantau petugas,” ujar Hendra yang menilai keliru jika ada penilaian menyaksikan hewan kurban harus menggunakan badge tetapi di bagian pemotongan ibu-ibu dan panitia saja seraya jika ada yang minta badge diberi.

Sejumlah shohibul qurban menilai, kerja panitia tahun ini lebih baik. Dan, diharapkan dipertahankan tetapi sejumlah koreksi tetap dinilai baik.

Tetap semangat meski merasa penat

“Kami akan evaluasi lewat rapat untuk perbaikan. Mohon maaf jika masih ada kekurangan karena kita semua manusia ada khilafnya. Semoga di tahun mendatang lebih baik, lebih menggunakan manajemen distribusi dan pemotongan lebih baik,” kata Rudi Rahmadi, Yoni Supriyono, Haidir, Hendra, Ali Umri dan seluruh panitia.

Dua ketua RT baik 38 dan 39 Sihombing dan Neneng Zulaiha pun memberi apresiasi panitia. Kalaupun ada kekurangan dianggap wajar. Sebab, namanya mengurusi ‘banyak kepala’ dan banyak karakter.

“Bisa toh dievaluasi di tahun mendatang. Kalau ada masukan biasa, namanya warga ragam karakternya. Aku pun cerewet toh untuk kebaikan,” kelakar Neneng Zulaiha yang terus memberi apresiasi panitia.

Yang tak kalah seru ‘Tim Dedy’ yang melakukan clear up atau pembersihan bekas darah kurban. Juga tim konsumsi di bawah kepemimpinan Hj Yatti. Sigap, dan cekatan sehingga seluruh pekerjaan tuntas.

Akhirnya panitia menyampaikan: Mohon Maaf Lahir dan Batin. Semoga Allah membalas kebaikan semua pihak termasuk shohibul qurban. (gt)

SendShareTweet

Related Posts

PTMB Turunkan 28,48 Persen NRW. Ali Rachman: Perang Lawan Kebocoran
Kanal

PTMB Turunkan 28,48 Persen NRW. Ali Rachman: Perang Lawan Kebocoran

March 15, 2026
Sering Bocor, Pipa PDAM Dipasang di Permukaan. Juga Antisipasi Terjadinya NRW Tinggi
Kanal

Sering Bocor, Pipa PDAM Dipasang di Permukaan. Juga Antisipasi Terjadinya NRW Tinggi

March 15, 2026
2026, Ada 12 Ribu Sambungan Baru. PTMB Sehat, Produksi Air Naik Drastis
Kanal

2026, Ada 12 Ribu Sambungan Baru. PTMB Sehat, Produksi Air Naik Drastis

March 15, 2026
PTMB Ganti 32.500 Water Meter Pelanggan. Dirut: Gratis, Demi Akurasi Pengukuran Air
Kanal

PTMB Ganti 32.500 Water Meter Pelanggan. Dirut: Gratis, Demi Akurasi Pengukuran Air

March 15, 2026
PTMB Salurkan Tandon dan Air Tangki untuk Warga Rapak. Dirut: Kita Maksimal, Turun ke Lapangan
Kanal

PTMB Salurkan Tandon dan Air Tangki untuk Warga Rapak. Dirut: Kita Maksimal, Turun ke Lapangan

March 15, 2026
Kemenhub Buka Posko, Awasi 143 Juta Pemudik. BPTD Kaltim, Poskonya Dibuka hingga 30 Maret 2026
Kanal

Kemenhub Buka Posko, Awasi 143 Juta Pemudik. BPTD Kaltim, Poskonya Dibuka hingga 30 Maret 2026

March 15, 2026
Next Post
Kurban Warga LDII Bermakna Taat Totalitas Bukan Cari Popularitas. Ratusan Kurban Disembelih, Totalnya Rp5,7 Miliar

Kurban Warga LDII Bermakna Taat Totalitas Bukan Cari Popularitas. Ratusan Kurban Disembelih, Totalnya Rp5,7 Miliar

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • 129 Followers
  • 315 Followers

Recommended

Irfan Taufiq Ubah Cara Belajar Konvensional Jadi Digital. Bisa Belajar di Cafe, Siswa Gunakan Chromebook

Irfan Taufiq Ubah Cara Belajar Konvensional Jadi Digital. Bisa Belajar di Cafe, Siswa Gunakan Chromebook

January 10, 2026
Cegah TBC, Warga Periksa Lewat Rontgen. Klinik Tirta Dukung Pemeriksaan Kesehatan

Cegah TBC, Warga Periksa Lewat Rontgen. Klinik Tirta Dukung Pemeriksaan Kesehatan

February 25, 2025
Charles: Balikpapan Selamat dan Bisnis Lancar. Ramalan Imlek 2025 Warga Tionghoa

Charles: Balikpapan Selamat dan Bisnis Lancar. Ramalan Imlek 2025 Warga Tionghoa

January 29, 2025
Disiplin P3K, Harus Patuhi ‘Aturan 17-14’. Elba dan Staf BPTD Kaltim Ikut Rapat Virtual

Disiplin P3K, Harus Patuhi ‘Aturan 17-14’. Elba dan Staf BPTD Kaltim Ikut Rapat Virtual

July 3, 2025

‘Fortnite’ named Ultimate Game of the Year at the Golden Joystick awards

November 4, 2021
Spontan Ibadah untuk Raih Jariyah. Repainting Masjid, Konsepnya 3K

Spontan Ibadah untuk Raih Jariyah. Repainting Masjid, Konsepnya 3K

August 10, 2025
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

DISCLAIMER
© 2021 Tinta Kaltim

No Result
View All Result
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis

© 2021 Tinta Kaltim

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • 15 Weird Laws in the Philippines