Catatan: Sugito *)
TINTAKALTIM.COM-Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) pada 2025 genap berusia 49 tahun, tepatnya 23 Desember. Perannya vital dalam penyediaan air baku dan pelayanan air bersih kepada masyarakat.
Tentu, bagi jajaran direksi, manajemen dan pegawai, momentum ultah dijadikan refleksi, apresiasi dan penegasan komitmen terhadap tugas dan tanggung jawab sebagai perusahaan umum daerah (perumda)
Di bawah kepemimpinan Dirut Dr Yudhi Saharuddin SE ME yang didukung superteam direksi serta dewan pengawas (dewas), tenaga ahli, manajer dan pegawai, PTMB melakukan peninjauan kembali sejauh mana memenuhi kebutuhan air minum masyarakat
Juga, mengidentifikasi tantangan dalam penyediaan air baku. Sehingga, tema yang diusung di usia ke-49 adalah Alirkan Masa Depan. Tema ini bagi penulis menarik dan secara frasa dan harfiah, memiliki makna luas yang tak hanya pada sisi semangat berkelanjutan menyediakan air sebagai sarana vital masyarakat, tetapi ada injeksi inovasi digitalisasi layanan yang tentu orientasinya masyarakat bisa mendapat pelayanan air bersih tanpa batas (unlimited) hingga masa depan

PTMB sadar dengan kekurangannya. Sehingga, kritik pedas dan tajam masyarakat dijadikan vitamin untuk berbuat. Semua itu, dituangkan dalam business plan hingga tahun 2029 di kepemimpinan Yudhi Saharuddin dan tim.
Masalah mendasar Kota Balikpapan dalam urusan akses universal air bersih dan sanitasi adalah air baku. Karena, tak memiliki sungai seperti daerah lainnya. Yang ada hanya Daerah Aliran Sungai (DAS), terkadang sering mengalami sedimentasi di hilir dan berkurangnya kemampuan tanah untuk menyimpan air saat musim hujan
Sehingga, diperlukan kolaborasi dan kerja menyeluruh (holistik). Sebab, air bakunya hanya mengandalkan waduk tadah hujan dan sumur dalam. Kemarau panjang, ‘air sudah tidak dapat mengalir sampai jauh’ apalagi untuk masa depan
Kerja holistik itu alasannya mendasar! PTMB itu operator, jika ada air baku maka diolahnya dan dijual ke masyarakat dengan kaidah dan unsur ‘3-K’ (Kualitas, Kuantitas dan Kontinuitas)
Tapi faktanya, PTMB kini diminta berpikir dan berjuang juga menyediakan air baku yang sebenarnya ‘melawan takdir’. Karena, kendati memiliki dua waduk Manggar dan Teritip tetapi regulasinya tetap ada di Balai Wilayah Sungai (BWS) serta kerja-kerja infrastruktur lainnya seperti perencanaan (bappeda).
Sehingga, cara pandangnya adalah tidak bisa urusan air baku itu hanya diserahkan PTMB saja, kendati memiliki business plan. Jika tidak didukung multi-stakeholders tak bisa terealisasi. Itulah konsep kerja holistik

Tapi, publik menilai bahwa PTMB itu perusahaan umum daerah (perumda) punya pemerintah sehingga kebijakannya hanya ‘satu pintu’ , padahal ada regulasi lintas-sektoral yang harus dilakukan direksinya bahkan juga harus ngurusin sisi vertikal
Belum lagi direksi harus dihadapkan dengan finansial. Padahal, keberadaan PTMB itu dua misi. Disuruh profit tapi juga punya nilai sosial. Profit karena keberlanjutan operasional, investasi dan pengembangan.
Dan sosial, mengucurkan program Corporat Social Responsibility (CSR) membantu warga. Tetapi, lebih banyak mengurusi ‘tumpukan proposal’ berbagai acara masuk ke kantor Graha Tirta
Sebenarnya, jika ingin berpikir jernih akan sama proses penilaiannya pada julukan Balikpapan Kota Minyak. Pusat pengolahan minyak mentah (crude oil) ada di Balikpapan tapi terkadang sulit dapat BBM. Depotnya mengolah gas tapi warga sulit cari gas elpiji
APRESIASI
Perusahaan ini juga selain berpikir keras bagaimana menyediakan air baku hingga masa depan, tetapi memberi apresiasi atas dedikasi seluruh jajaran pegawai yang bertugas mengelola dan menyalurkan air bersih
PTMB sekarang pun sadar. Ini lembaga perumda yang cikal bakalnya ada warisan (legacy) masa lalu. Sehingga, kepemimpinan sekarang tetap mengusung ‘jangan sekali-kali melupakan sejarah’ (jas merah).
Tetapi, peninggalan sejarah itu diubah dan kelembagannya dikembangkan lewat inovasi dan membangun ekosistem Pentahelix yang tidak konvensional setelah berubah nama dari PDAM ke PTMB pada 23 Desember yang ditetapkan jadi Hari Jadi PTMB
HUT PTMB tak hanya sebagai perayaan formal, melainkan momentum strategis mengevaluasi kinerja, memperkuat tekad dan memastikan ketersediaan air bersih sebagai kebutuhan dasar masyarakat yang esensial
PTMB sebagai lembaga milik pemerintah daerah tanggung jawabnya besar menyediakan pelayanan air bersih yang layak, terjangkau dan berkelanjutan.

PTMB juga bukan sekadar lembaga penyedia air, tetapi menjadi pilar utama mendukung pembangunan sosial dan ekonomi daerah
Tentu, tantangan tidak ringan. Di berbagai daerah pun masih bergulat keterbatasan infrastruktur dan keterbatasan investasi. Kebocoran pipa distribusi dan rendahnya kualitas air baku.
Tetapi, dari kerja direksi, dewas dan seluruh pegawai justru PTMB bisa mematok kinerja positif yang sudah full cost recovery (FCR) atau mandiri yang dibarengi penurunan angka kehilangan air atau Non Revenue Water (NRW) berkisar 26 persen mendekati angka standar nasional 20 persen. Padahal, dari ratusan PDAM se-Indonesia banyak yang belum FCR dan NRW-nya masih tinggi
DIGITAL
PTMB sekarang sudah mengembangkan platform digital untuk pembayaran tagihan secara daring, pengaduan pelanggan dan penyebaran informasi terkait penggunaan air secara hemat. Langkah inovatif ini menjadi bukti bahwa PTMB tidak lagi beroperasi konvensional, melainkan terus berdaptasi dengan kemajuan zaman.
Platform instagram (IG) dan informasi lainnya sudah tercermin di sosmed sehingga bisa diakses masyarakat dengan mudah. Bukti, PTMB transparan dan terbuka informasinya yang didesain bagian humas di bawah kendali Tenaga Ahli Bidang Humas Adelina
Adelina didukung direksi mengembangkan PTMB terbuka lewat konsep Pentahelix menggabungkan kolaborasi ABCGM (Akademisi, Business, Community, Government dan Media). Sehingga, sentuhan overview hari jadinya pun memasukkan program Pentahelix itu
Memang, peran PDAM tidak terlepas dari dukungan pemerintah sebagai pemilik dan pengawas. Harusnya, pemerintah memberi perhatian lebih dalam alokasi dana untuk peningkatan infrastruktur air bersih khususnya dukungan DPRD Balikpapan yang memiliki hak budget.
Kendati, Walikota Balikpapan Dr H Rahmad Mas’ud SE ME yang juga Kuasa Pemilik Modal (KPM) terus melecut dan memberikan dukungan agar PTMB melayani maksimal dan ikut mendorong agar PTMB mendapatkan air baku dan jadi pelayan masyarakat. Tetapi, dukungan pendanaan diperlukan untuk mengembangkan PTMB di masa depan
Diakui sang dirutnya, PTMB memiliki aspek teknis dan manajerial serta punya tanggung jawab sosial. Pelayanan air bersih bukan hanya bisnis, juga pelayanan publik yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

Sehingga, orientasinya pada kepuasan masyarakat, program edukasi dan sosialisasi tentang pentingnya menjaga sumber air, hemat dalam penggunaan serta menjaga kebersihan lingkungan terus dilakukan
Akhirnya, pemerintah daerah harus terus memperkuat dukungan PTMB baik sisi kebijakan, pendanaan maupun inovasi kelembagaan agar PTMB benar-benar menjadi tulang punggung pelayanan publik yang berkualitas
Karena, jika bicara sistem integrasi dan penggunaan Internet of Things (IoT) data operasional, PTMB sudah memiliki Command Centre yang dapat diakses cepat dan akurat, sehingga bisa memungkinkan manajemen mengambil keputusan lebih tepat dan responsif terhadap tantangan yang ada
So! Alirkan Masa Depan tergantung dukungan semua pihak dan konsep Pentahelix tadi. Sehingga, jangan disuruh PTMB ‘melawan takdir’ sebab layanan air bersih harus terus ada dan dapat dinikmati oleh anak cucu.
Selamat Hari Jadi PTMB, semoga perusahaan terus tumbuh pesat, meraih kesuksesan besar dan meningkatkan pelayanan dan dipercaya pelanggan.**
*) Ketua Bidang Advokasi & Regulasi Serikat Perusahaan Pers (SPS) Provinsi Kaltim













