TINTAKALTIM.COM-Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) terus bekerja yang didukung dewan pengawas (dewas) menurunkan angka kehilangan air atau Non Revenue Water (NRW). Di tahun 2025 terbilang sukses karena menyentuh angka 26 persen sebelumnya 31 persen.
“Kami terus bekerja. Prinsipnya melihat berbagai aspek agar PTMB berjalan sesuai dengan regulasi. Termasuk, bagaimana menjalankan rencana bisnis (renbis) hingga tahun 2029. Konsentrasinya juga pada penurunan NRW,” kata Direktur Utama (Dirut) PTMB Dr Yudhi Saharuddin di acara Press Conference yang mengusung tema Water Resilience 2025, Senin (22/09/2025) di Aula Manggar Gedung Tirta Manggar Jln Ruhui Rahayu.

PTMB mengusung tema Water Resilience, karena memang sedang mewujudkan kemampuan suatu sistem untuk pulih dengan cepat khususnya dalam penyediaan air baku dan pembenahan lainnya
Dalam Press Conference itu dihadiri Direktur Utama (Dirut) PTMB Dr Yudhi Saharuddin, Direktur Operasional Ali Rachman, Direktur Umum Purnamawati, Plt Direktur Teknik Khoiruddin, Tenaga Ahli Bidang Humas Adelina, Manajer Sekretariat Direksi Abdul Ramli dan jajaran manajer di lingkup PTMB
Dikatakan Yudhi, penurunan NRW di PTMB berkat kerja keras semua pihak. Itu juga menunjang sisi bisnis dan sosial perusahaan. Karena, kehilangan air bisa ditekan
“Terimakasih semua pihak baik direksi, dewas dan pegawai yang telah ikut bersama-sama menekan hingga turun NRW, apalagi mendekati nasional,” kata Yudhi
NRW nasional terendah saat ini PDAM Kota Malang. Tetapi target nasional adalah 20 persen. Kendati nasional pun di tahun 2023 masih di angka 33,5 persen.

“Selain menurunkan NRW, PTMB juga konsentrasi peningkatan cakupan layanan air bersih ke pelanggan. Berbagai langkah kita lakukan termasuk membuat rencana bisnis (renbis),” jelas Yudhi
Memang katanya, sekarang ini masih banyak wilayah Balikpapan belum terlayani maksimal. Tetapi, ia menargetkan di tahun 2028 bisa tuntas misalnya optimalisasi distribusi air di Kampung Baru Balikpapan Barat. Saat ini sebenarnya sudah ada 50 liter per detik (Lps), namun hanya mampu mendistribusikan air di kisaran 17-20 Lps
“Kami melakukan upaya sistematis dan menyeluruh menyelesaikan krisis air. Tidak tinggal diam, bahkan ikut turun ke lapangan mendengar langsung keluhan masyarakat,” ungkapnya.
Intinya kata Yudhi, direksi terus menggenjot apa saja persoalan yang terjadi termasuk menurunkan NRW. Sebab, implikasi penurunan itu juga bertambahnya air baku yang bisa didistribusikan ke pelanggan. (gt)













