TINTAKALTIM.COM-Sesuai jadwal yang disampaikan Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kaltim Renhard Ronald, rampcheck untuk seluruh kapal feri yang melintas di Pelabuhan Penyeberangan Kariangau-Penajam dan sebaliknya sudah digelar. Hingga Selasa (5/11) sudah 14 kapal yang di-rampcheck dua tim BPTD Kaltim dari seksi sarana.
Kepala BPTD Kaltim Renhard Ronald yang sedang bertugas ke luar kota saat itu, sudah membuat surat tugas yang diwakili Kepala Seksi Sarana Angkutan Jalan, Sungai, Danau dan Penyeberangan (SDP) Hendra Ayi Sonica SE MAk yang dijadwalkan Rabu (6/11) pagi sekitar pukul 07.00 Wita akan ikut melakukan monitoring dan evaluasi (monev) ke Pelabuhan Kariangau.

Surat tugas rampcheck terkait angkutan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 itu telah membentuk dua tim rampcheck yakni Siti Yulidah AMd LLASDP, Francisca Ayu Kusumastuti AMd, Komang Charles Abi Krismantara AMd Tra, Meifaldy Caesario AMd Tra, Nurul Aulia STr Pel (Tim I).
Selanjutnya, Veronika Pathyastri Swastitanaya ST, Muhammad Fadlil Hazmi AMd Tra, Tri Putra Muhammad Akbar AMD Tra, Muhammad Arya Akbar AMd Tra, faisal Miradi AMd LLSASDP dan Rahmaniar Destianti AMd LLASDP (Tim II).

Mereka bekerja untuk melakukan pemeriksaan fisik dan uji fungsi sarana dan prasarana beserta seluruh fasilitas pendukungnya terutama yang berkaitan dengan keselamatan dan keamanan pelayaran.
“Kami rampcheck sesuai jadwal yang sudah disampaikan Pak Kabalai saat rapat bersama multi-stakeholders di Pelabuhan Kariangau. Pekerjaan harus selesai 8 November 2024 karena laporan deadline-nya harus disampaikan kepada Direktur Transportasi SDP tanggal 15 November 2024,” kata Hendra Ayi Sonica.

Menurut Hendra, seluruh BPTD se-Indonesia melakukan rampcheck yang sama. Karena, terkait dengan kelaiklautan kapal yang syaratnya sangat banyak tetapi outputnya adalah manajemen keselamatan dan keamanan kapal serta dokumen.
Makanya kata Hendra, pemeriksaan fisik kapal harus detail sesuai dengan UU Pelayaran Nomor 17 Tahun 2008 di mana diatur bahwa untuk Unit Pelaksana Teknis pengawasan kapal itu tusinya ada di BPTD.
“Pola pemeriksaan yang sudah disampaikan Pak Kabalai akan kita laksanakan secara maksimal,” ujar Hendra
SUDAH 14 KAPAL
Sementara itu menurut Francisca Ayu dari tim rampcheck, sejak 4-5 November 2024 sudah sekitar 14 kapal dilakukan rampcheck oleh dua tim. Pada Selasa (5/11) ada sejumlah kapal dilakukan rampcheck adalah Selat Madura II, Srikandi Nusantara, Goropa, Ulin Ferry, Kineret, Muchlisa dan Dingkis.
“Total keseluruhan selama dua hari rampcheck adalah 14 kapal yakni KMP Kineret, Srikandi, Dingkis, Tawes, Dharma Ferry, Swarna Nalini, Selat Madura I, Selat Madura II, Goropa, Tranship II, Muchlisa, Agung Wilis I, Manggani dan Gajah Madam,” kata Ayu.

Dijadwalkan, Rabu (6/11) mulai pagi sekitar pukul 08.00 Wita, akan dilanjutkan rampcheck untuk sejumlah kapal yakni KMP Swarna Kartika dan KMP Tiga Anugerah. Dan sejumlah kapal sudah mengisi form sebagai legalitas pola pemeriksaan seperti dokumen surat laut (pas besar), surat ukur, sertifikat garis muat kapal yang totalnya 12 item.
“Dua tim BPTD Kaltim sudah bekerja secara masif. Termasuk dalam perjalanan kapal, sehingga target pada tanggal 8 November 2024 dapat dituntaskan,” kata Ayu.

Terkait dengan institusi lain seperti Dishub Provinsi Kaltim, menurut Ayu nanti juga akan melakukan rampcheck kaitan izin operasi termasuk Standar Pelayanan Minimum (SPM) yang sudah disampaikan Kabalai Renhard Ronald saat rapat sebelumnya.
Bagaimana dengan kapal yang melintasi trayek Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang tujuan Mamuju (Sulbar) dan Palu (Sulteng), menurt Ayu masih dikoordinasikan jadwalnya karena kekuatan tim ada pekerjaan rampcheck lainnya.
“Kita melakukan rampcheck ini sebelum peak season di mana jumlah penumpang akan meningkat. Sehingga, operator bisa memiliki waktu untuk melakukan perbaikan jika ada kekurangan. Dan sejauh ini masih berjalan lancar dan belum ada kendala,” kata Ayu. (gt)













