TINTAKALTIM.COM-Walikota Balikpapan H Rahmad Mas’ud SE ME yang juga sebagai Kuasa Pemilik Modal (KPM) di Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PDAM), menegaskan, pelayanan BUMD ini harus maksimal. Jika ada keluhan masyarakat harus segera dicarikan solusinya. Karena, air bersih merupakan kebutuhan vital.
“Bekerja baik saja semuanya. Anggap itu jadi ibadah. Baik direksi, dewas dan pegawai. Layani pelanggan secara optimal dan jelaskan jika memang air belum bisa dialirkan ke kawasan yang diminta warga,” ujar Walikota saat melakukan kunjungan sekaligus inspeksi di Kantor PDAM kawasan Ruhui Rahayu, belum lama ini.
Walikota melihat langsung aspek kerja dan proses tata kerja distribusi air melalui kantor pusat. Ia didampingi Plt Dirut PDAM Agus Budi Prasetyo, Dewan Pengawas Adi Supriadi dan Rusdhie Abdul Ganie Tanggula Sanua dan sejumlah kabag dan kasubag.

Walikota juga mendapat penjelasan kaitan bagaiman proses melayani pelanggan. Termasuk juga kaitan pelanggan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Ia juga berkunjung ke ruang dewas yang diterima Adi Supriadi dan Rusdi. Juga melihat langsung ruang meter yang berfungsi memantau penggunaan air dari setiap pelanggan.
“Ini kegiatan rutin. Saya ingin memastikan pelayanan maksimal. Kami akui, masih ada komplain dari pelanggan. Sebab, keterbatasan PDAM. Hanya semua harus direspon oleh PDAM secara maksimal,” pintanya.
Walikota saat inpeksi itu didampingi Staf Ahli Pembangunan Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat, Dortje Marpaung, Kepala Bagian Pembangunan, Rita dan jajaran direksi serta dewas. Beberapa proyek yang ditinjau adalah pekerjaan peningkatan saluran drainase perkotaan saluran primer Sepingga, gudang yang dilengkapi cool storage untuk menyimpan ikan atau daging di Kawasan Sentra Industri Teritip, perbaikan gedung BPBD.
Secara terpisah, Adi Supriadi juga menjelaskan bagaimana upaya solusi yang dihasilkan dan advis teknis dari dewas untuk direksi. Sehingga, pola kerja PDAM dapat dilakukan maksimal. “Kami secara berkala melakukan rapat tinjauan manajemen (RTM) bersama direksi. Komplain dari pelanggan coba kami carikan solusinya. Hanya tidak dapat secepat mungkin karena perlu diurai dan dicarikan rekayasa teknisnya,” ujar Adi Supriadi.
Dikatakan Supriadi, diperlukan sinergitas dan kolaborasi maksimal untuk mengatasi masalah distribusi air di masyarakat. Juga kaitan bagaimana menurunkan angka kebocoran air atau non revenue water (NRW). Sebab, itu merupakan jantungnya PDAM baik kaitan distribusi maupun kondisi nerasa keuangan. (gt)













