TINTAKALTIM.COM-Walikota Balikpapan H Rahmad Mas’ud SE ME menegaskan, membeludaknya warga datang ke rumah jabatan dan rumah putih (pribadi), tak pernah ada panggilan dan undangan. Semua itu, kebiasaan tiap tahun. Bahkan, anehnya setiap hari ada saja yang datang.
“Keluarga kami tak ada agenda bagi-bagi duit di rujab dan rumah pribadi. Tetapi, mereka datang karena mungkin dinilai setiap tahun menjelang Idul Fitri Bani Mas’ud (keluarga Mas’ud) membagi sedekah dari rezeki yang didapatkan dari Allah,” kata Walikota meluruskan informasi yang sepertinya sudah simpang-siur bahkan terkesan di-framing ditujukan ke pribadi walikota

Kejadian membeludaknya warga itu pada Selasa (18/3) malam. Saat itu, Walikota dan keluarganya termasuk Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud serta Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud sedang menghadiri agenda buka bersama warga di kawasan Batu Arang Kampung Baru, tempat masa kecilnya bermain.
“Saya tetap melihat positif warga yang datang. Kejadian itu di luar dugaan saya. Kalau ada yang bully saya, seolah saya mengundang mereka, tentu aneh saja. Tapi, namanya warga ada yang suka dan tidak kepada saya secara pribadi ya tidak masalah. Intinya, mereka datang sendiri,” kata Walikota

Menurut Walikota, jika dirinya membagikan rezeki toh tak ada salahnya. Ada yang menyebut bahwa itu riya, silakan. Semua diserahkan Allah. “Saya bersyukur pada Allah, diberi kelebihan rezeki terus saya berbagi. Dan, warga memang ada yang membutuhkan,” urai Walikota.
SEJAK 2010
Menurut Walikota, pembagian sedekah menjelang Idul Fitri itu sebenarnya sudah ada agenda khusus. Itu dilakukan Rahmad Mas’ud Centre (RMC) sejak tahun 2010. Sehingga, ada semacam brand bahwa bagi-bagi sedekah itu lahir dari Bani Mas’ud tiap tahun.
“Saya setiap hari memang bersedekah. Itu hobi saya. Karena, almarhum kedua orangtua saya menganjurkan kalau ada kelebihan harus berbagi. Kalau ada yang menilai macam-macam terimakasih. Dan, kalau mereka bahagia melakukan itu, saya juga bahagia,” kata Walikota santai.
Bahkan, di tahun 2025 ada sebanyak 20 ribu kepala keluarga (KK) yang dibagi dari masjid ke masjid agar tertib dan memenuhi azas keadilan oleh RMC.
“Mereka datang sendiri. Terus tak diundang. Kalau ada yang memberi informasi berantai, tentu bukan resmi dari Walikota atau Bani Mas’ud. Prinsipnya, saya suka rumah saya didatangi warga. Dan, kejadian malam itu di luar dugaan,” ujar Walikota memberi klarifikasi berkali-kali.
PROGRAM
Sementara itu apa yang disampaikan walikota dibenarkan pengurus RMC Andi Welly. Justru, saat ada acara buka bersama di sekretariat Partai Golkar Balikpapan kawasan Markoni, Walikota sempat kaget, ada banyak warga mendatangi rumah pribadi dan rujab.

“Itu memang kebiasaan setiap tahun. Makanya, warga juga jangan langsung percaya kalau ada informasi yang belum tentu kebenarannya bahwa di tempat ini dan itu walikota bagi-bagi rezeki. Tapi, namanya warga kan tidak bisa kita salahkan. Dan sudah jadi kebiasaan tiap tahun Pak Wali dan keluarga Mas’ud bagi sedekah,” jelas Andi Welly.
Disebutkan Andi Welly yang menjadi aneh, warga dari jauh-jauh berdatangan. Berarti dugaannya ada informasi berantai yang disampaikan seolah di rujab dan rumah pribadi di kawasan Wiluyo Puspoyudo ada bagi-bagi sedekah.
“Apalagi kalau informasinya lewat WA. Kan cepat sampai. Datanglah mereka. Tetapi, walikota tetap bijaksana, dibagi juga sedekah itu,” jelas Andi Welly.
Ditambahkan Andi Welly, kalau ada yang mendramatisir informasi sekarang ini, memang eranya sudah mengarah ke hoax. Makanya, ia juga harus menjelaskan duduk informasi yang sebenarnya.
“Benar kata Pak Walikota, tak ada agenda khusus dan undangan. Kecuali pembagian sedekah atau zakat di tiap-tiap masjid yang sudah berjalan dan polanya pembagian RMC tiap kecamatan. Itu warga binaan RMC yang diundang,” kata Andi Welly.(gt)













