TINTAKALTIM.COM-Walikota Balikpapan H Rahmad Mas’ud SE ME ternyata selalu jadi bintang lapangan. Ia mampu mencetak gol untuk kemenangan timnya Apeksi United yang pemainnya seluruh walikota se-Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Indonesia (Apeksi) di Lapangan THOR Surabaya, Sabtu (10/5/2025)

Lapangannya bagus. Terletak di Jalan Patmosusastro kawasan Darmo. Dan, lapangannya memiliki 8 lintasan lari 400 meter sekali putaran. Lintasan trakyeknya terbuat dari bahan karet sintetis berwarna tanah merah, teksturnya empuk dan enak untuk jogging atau lari kecil.

Walikota yang tiba di lapangan itu lalu punya ide membuat lapangan serupa. “Coba cari lahan atau desain lapangan serupa. Jadi masyarakat bisa memanfaatkan,” pinta walikota kepada dua asistennya Zulkifli (asisten I) dan H Yusri (asisten II) yang sebelumnya sempat membahas lapangan itu.

Nama lapangan memang unik yakni THOR. Itu ternyata diambil dari klub sepakbola yang dulu anggotanya atlet berdarah Belanda. “Karena pemainnya banyak orang Belanda maka namanya THOR lalu direnovasi. Arti THOR itu kira-kira ‘salam untuk tulang rusuk kita,” kata warga Surabaya yang menyebut lapangan itu jadi primadona warga Surabaya saat jogging bersama media ini.
SPIRIT
Spirit walikota memuncak, ini karena supporter-nya dari berbagai elemen ada di tepi lapangan sampai tribun penonton. Dari Sekkot Muhaimin sampai kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para asisten, Dirut Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) Dr Yudhi Saharuddin, bahkan Wakil Walikota Bagus Susetyo pun ikut berlaga memperkuat tim.

Walikota bermain agresip dan berada di posisi sayap kiri (winger). Tetapi, terkadang berubah jadi striker. “Multi talenta kalau pak Walikota itu. Rajin olahraga, jangan dilawan kalau bulutangkis atau berkuda,” kata sahabatnya Andi Welly yang tergabung lewat komunitas guyonan NATO.

Walikota Rahmad bermain bersama Walikota Surabaya Eri Cahyadi, yang jadi shohibul bait alias tuan rumah sangat kompak. Karena, gelaran Munas Apeksi VII digelar di Surabaya dari 7-10 Mei 2025. Juga ada walikota Batu, Malang dan lainnya pun berlaga.

Bubuhan walikota se-Indonesia ini bermain dalam tim berjuluk Apeksi United dan rivalnya Apeksi City. Tim ini, mempercayakan pelatih Ferril Raymond Hattu, seorang libero di era 80-an dan sekarang sebagai coach bola Indonesia

“Formasi kedua kesebelasan ini ‘suka-suka’ sebab ini hanya kegiatan fun-fun saja,” kata Ferryl Hattu seraya tersenyum menyaksikan laga kedua kesebelasan
Acara laga sepakbola di Surabaya itu, memang dikemas dalam acara Mayor’s Fun Ball Match yang mengusung El-Apeksico mengambil rujukan laga kesebelasan Spanyol El-Clasico
WAWALI
Dalam pertandingan itu, Wawali Balikpapan Bagus Susetyo pun ikut berlaga. Ia di babak pertama sempat memiliki kans untuk mencetak gol. Ada tiga peluang di mulut gawang lawan tak bisa dieksekusi dengan baik.

Terlihat dribble bola Bagus terhenti dihadang bek lawan. Ia terlihat ngos-ngosan, justru berkali-kali umpannya tak akurat. Hanya, semangatnya di babak pertama patut dicungin jempol dan sempat mendapat dukungan supporter di tepi lapangan.
“Jangan dipaksa Pak Bagus. Bermain fun saja,” lagi-lagi Andi Welly dan Syarifuddin berada di tepi lapangan berteriak. Tetapi, kadang ada istilah bahwa penonton lebih pintar dari pemain itu selalu terjadi. Menyoraki, berceloteh dan berharap kepuasan dari pemain.
Padahal, ekpresi kekecewaan penonton itu jika disuruh main tentu juga akan mengalami problematika di lapangan. “Saya harus keluar lapangan, baru sadar kalau usia sudah tak muda lagi,” kelakar Bagus
Di bangku cadangan, Bagus bercerita bahwa dirinya kalau menyaksikan laga sepakbola selalu berceloteh, harus gini dan gitu. “Ternyata benar ya. Penonton itu lebih pintar dari pemain. Ketika saya main, ternyata berat dan ngos-ngosan juga,” kembali canda Wawali kepada media ini.

Sebagian supporter mengenakan jaket yang dibordir bertuliskan Balikpapan. Itu dukungan dari Dirut PDAM Yudhi Saharuddin. Warnanya berbeda antara laki-laki dan perempuan.

“Kita harus menyaksikan Pak Walikota mencetak gol. Makanya kita datang ke lapangan,” kata Asisten III Sekkot Balikpapan dr Andi Sri Juliarty (dr Dio) yang juga memberi spirit tim Apeksi United.
AKURAT
Di babak pertama, Apeksi United unggul 2-0, dan di babak kedua tim bermain lebih menyerang. Posisi Walikota Balikpapan selalu mengancam gawang United City. Tetapi, terkadang assist-nya tak bisa dimanfaatkan maksimal rekan satu tim.

Baru di menit ke-10 babak kedua, Walikota Rahmad Mas’ud terlihat mendapat sorakan dari tribun penonton. Karena, dribbling bolanya mampu melewati 3 pemain bak gaya pemain Bercelona Lamine Yamal. Tepat di depan mulut gawang walikota shooting yang tak dapat diantisipasi penjaga gawang Apeksi City.
SELEBRASI RONALDO
Usai cetak gol, Walikota bergaya merayakan golnya dengan gaya ikonik dan ramai ditiru pemain lain yakni selebrasi “siuuu”. Gayanya, walikota melompat sambil merentangkan tangan khas Cristiano Ronaldo.

“Siuuu”, teriak sejumlah penonton yang mengerti selebrasi Ronaldu itu dari atas tribun. Sang istri yang ada di tepi lapangan pun terlihat gembira dan bersorak termasuk ibu-ibu OPD lainnya.
Hingga peluit panjang 2×15 menit, Apeksi United unggul 4-2 atas Apeksi City. “Wah, Pak Walikota Balikpapan menjadi striker kali ini,” ungkap Eri Cahyadi yang mencetak 2 gol ke gawang lawan

Saat masa jeda, para istri walikota menggelar senam. Terlihat Hj Nurlena dan istri wakil walikota Hj Siti Kotijah Bagus mengikuti gaya senam instruktur yang dipandu instruktur senam cowok yang gayanya ‘aduhai’ dan mampu menimbulkan gelak-tawa hadirin.

Bukan senam saja, saat turun minum pun Walikota harus mendapat perawatan sesaat oleh dr Agus dari Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan. Kakinya, yang di menit awal sempat cidera ringan harus disemprot dengan pendingin yang meredakan rasa nyeri. Walikota pun bercanda dengan sang istri dengan menumpahkan minuman air mineral ke kepala sang istri.
“Ini air kehidupan dan cinta sepanjang masa,” kelakar Walikota yang dielu-elukan stafnya yang pada malam mengikuti karnaval budaya. “Siuuu Ronaldo”. (gt)












