TINTAKALTIM.COM-Wakil Bupati Kabupaten Paser H Ikhwan Antasari SSos menegaskan, pelatihan berbabis kompetensi dan non-kompetensi bagi masyarakat bertujuan agar mereka bisa diserap di pasar kerja. Karena, program ini bertujuan mengurangi pengganguran yang dilakukan pemerintah demi rakyatnya.

“Pak Bupati Paser terus menggelorakan semangat agar program pelatihan masyarakat itu harus sejalan dengan visi-misi Paser Tuntas (Tangguh, Unggul, Transformasi, Adil dan Sejahtera). Sehingga, tata kelola pemerintahan berjalan transparan dan masyarakat menikmati serta mengentaskan kemiskinan,” kata Ikhwan Antasari S Sos mewakili Bupati Paser saat launching Pelatihan Berbasis Komptensi dan Pelatihan Berbasis Non Kompetensi di Hotel Grand Senyiur Balikpapan, Kamis (15/5/2025)

Acara dihadiri Kepala Disnakertrans Provinsi Kaltim H Rozani Erawadi SH MSi, Asisten Pemerintahan dan Kesra Ir H Romif Erwinadi MSi, Kepala Disnakertrans Kabupaten Paser Rizky Noviar, Kepala Cabang Bankaltimtara Balikpapan Yudi Susatyo, Kepala Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda Eka Cahyana Adi, para kepala perangkat daerah, kabag, camat se-Paser, pimpinan perusahaan, Dirut PT BMCI (Bina Multi Cipta Indonesia) Tri Thohiroh (Terry), perwakilan PT Bisa Ruang Nuswantara (Biru), Access Com dan undangan lainnya.

Wabub Paser yang mewakili Bupati Paser menegaskan, Paser Tuntas itu dalam kaitan program pelatihan untuk mengurangi tingkat pengangguran dan tingkat kemiskinan di Kabupaten Paser. Tentu, bukan sekadar mendapat sertifikat.
“Ke depan mereka bisa mandiri sehingga generasi muda Paser bisa menjadi Anak Muda Mandiri. Ini salahsatu program yang masuk visi-misi Paser Tuntas dari 11 program yang ada,” ujar Wabup.

Dikatakan Wabup, pelatihan kali ini menggunakan APBD murni 2025 dan nanti akan ada tambahan lagi sejumlah program dengan jurusan lainnya di APBD Perubahan seperti cleaning service (CS), pramusaji, barbershop, budidaya jamur, calon instruktur mekanik perikanan dan lainnya.

“Intinya pelatihan ini harus dilaksanakan sesuai sasaran dengan program yang sudah dibuat. Jangan hanya sekadar seremonial saja tetapi ada aksi dan hasil kerja nyata. Dan, jangan ragu bermitra dengan lembaga swasta yang memiliki kompetensi,” ujar Wabup yang membacakan sambutan Bupati Paser dr Fahmi Fadli itu.
Ditambahkan Wabup, program anak muda mandiri itu masuk lewat program Ayo Sekolah. Pelatihan basis kompetensi dan non-kompetensi sasarannya adalah memperluas akses pendidikan, pemberdayaan pemuda untuk kemandirian ekonomi.
SEBELAS PROGRAM
Sementara itu Kadisnakertrans Kabupaten Paser Rizky Noviar menegaskan, ada 11 program kejuruan yang dilakukan dalam launching tersebut demi kepentingan warga Kabupaten Paser

Ke-11 jurusan itu yakni mekanik alat berat, teknisi telepon seluler, satuan pengamanan (satpam), pengolahan rumput laut, bahasa, bisnis manajemen, operator komputer dan teknisi komputer yang masuk dalam Teknik Informasi Komputer (TIK), operator komputer muda, instalasi listrik bangunan biasa, service sepeda motor sistem injeksi dan tata boga bagi penyandarng disabilitas
“Dari program itu sudah ada yang masuk E-Katalog atau katalog digital yakni satpam (security), pelatihan mekanik alat berat dan pelatihan operator komputer dan dalam pelaksanaannya menggunakan pola kontribusi kerjasama pihak ketiga dan swakelola melalui Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Paser,” jelas Rizky.

Untuk pelatihan pola kontribusi kata Rizky, sudah terjadwal sehingga tidak bertabrakan dengan jadwal lainnya. Karena, dijadwalkan dari Mei-Desember 2025.
“Para Camat se-Paser harus menginformasikan ke warganya. Sehingga nanti bisa secara maksimal dimanfaatkan mereka yang ingin mengikuti pelatihan,” pinta Rizky

Keberhasilan Disnakertrans Kabupaten Paser kata Rizky, terbukti di tahun 2024 sudah ada sekitar 13 jurusan yang telah dimanfaatkan warga. Di antaranya adalah pelatihan excavator, service AC, barista, security, telepon seluler, pembuatan roti dan kue, menjahit pakaian dewasa yang konsepnya sama dengan yang di-launching. Bahkan, mereka mendapat bantuan alat kerja.
“Kami juga kerjasama dengan Bankaltimtara. Nanti, bisa jadi akses permodalan lewat Kredit Usaha Rakyat (KUR) tentu polanya wirausaha mandiri dan ini bisa dibantu dengan bunga 0 persen,” ungkap Rizky Noviar
KELUAR DAERAH
Hanya menurut Rizky, serapan pasar kerja di lapangan belum maksimal. Alasannya klasik yakni, mereka yang sudah memiliki kompetensi tidak mau kerja di luar daerah Paser seperti Balikpapan, Kutim, Samarinda dan lainnya.
“Nah ini tugas para camat untuk mensosialisasikan agar menangkap peluang (opportunity) di luar daerah. Tentu, untuk mencari pengalaman yang tujuannya menambah kompetensi lapangan,” pinta Rizky.

Menurut Rizky, pelatihan mekanik untuk perahu ketinting sangat diperlukan. Dari studi banding di Sidoarjo membantu nelayan. Jika mesin ketinting rusak, langsung nelayan yang memperbaiki tanpa harus terus dibantu mesin ketinting lagi karena yang rusak diafkir.
“Kami berterimakasih kepada PT BMCI, PT Biru dan Acces Com yang telah bekerjasama dengan Pemkab Paser. Karena, keberadaan mereka membantu kualifikasi komptensi tadi,” pungkas Rizky. (gt)













