TINTAKALTIM.COM-Saat monitoring ke Provinsi Kaltim, Kepala Biro Perencanaan Kemenhub Sigit Widodo tak hanya monitoring Posko Nataru 2024/2025, tetapi juga diskusi sejumlah hal khususnya terkait usulan sejumlah program sektor perhubungan yang menjadi tanggung jawab Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kaltim.

Dalam diskusi yang dilakukan di ruang rapat BPTD lantai II, Minggu (29/12), Sigit Widodo menyinggung kaitan usulan yang diajukan ke pusat harus dilakukan lewat cluster. Tujuannya, agar tiap tahun dapat termonitor dan terakomodir dengan mudah.

“Nanti BPTD Kaltim melakukan pemetaan (mapping). Dibuat cluster usulan dari 10 kota-kabupaten se-Kaltim. Sehingga, dengan pola itu memudahkan penyusunan dokumen perencanaan jangka menengah dan pendek juga lebih adaptif,” kata Sigit kepada Kepala BPTD Kaltim Renhard Ronald yang didampingi Kepala Seksi Lalu Lintas Jalan, Sungai, Danau, Penyeberangan dan Pengawasan Bagus Panuntun Kuncoro Edi

Tentu Sigit berharap, pola cluster itu tetap dilengkapi persyaratan (readines criteria) sehingga, pusat memiliki file dan mudah untuk melakukan tindaklanjut jika tahun berikutnya harus diusulkan anggarannya.
Dalam rapat informal itu, Sigit didampingi sejumlah tim dari Kemenhub yakni Said Moammar Khadafi (Kabag Analisa & Evaluasi), Fauzi Eko Nurdiyanto (Koordinator Program Transportasi Udara), Abdul Wahid Tuasikal (Koordinator Anev Transportasi Laut) dan Didy Sanjaya serta Angga (biro perencanaan).
Diskusi itu berjalan serius, Renhard menjelaskan kaitan telah digelarnya rapat koordinasi (rakor) melibatkan dishub se-kota-kabupaten, Dishub Provinsi, bappeda untuk menjaring usulan.
“Kita sudah mendapat gambaran bagaimana daerah-daerah mengajukan usulan. Sehingga, sudah dapat diketahui untuk pengajuan tahun 2026,” kata Renhard
Menurut Sigit, usulan dengan cluster itu misalnya, untuk bantuan teknis (bantek) Penerangan Jalan Umum (PJU), maka tak perlu parsial-parsil. Dihitung, berapa dari 10 kota-kabupaten yang mengajukan, sehingga secara umum nanti dapat diketahui berapa banyak PJU itu dan panjangnya.
“Jadi nanti bicara skala prioritas yang mana dulu sesuai cluster tadi. Tahun berikutnya tinggal mudah untuk pemetaannya,” kata Sigit

Sigit juga menyinggung kaitan Terminal Samarinda Seberang. Ada beberapa hal yang harus dikembangkan. Misalnya, di bagian ruang tunggu (waiting room), hendaknya ada both-both yang menyajikan makanan. Misalnya, penumpang naik tetapi harus turun kembali menuju bus, sehingga memakan waktu.

“Kajiannya, apakah sudah tepat waktunya. Kan, turunnya agak curam itu. Sehingga, perlu dipikirkan ke depannya agar mudah,” urai Sigit Widodo saat di Samarinda didampingi Pengawas Satuan Pelayanan (Wasatpel) Heriyawan dan juga Kepala Seksi Sarana Angkutan Jalan, Sungai, Danau, Penyeberangan Hendra Ayi Sonica dan Kepala Sub Bagian Tata Usaha Elba Iskandar.

Dijelaskan Renhard, di bagian depan terminal, ada tangga yang memang terlalu tinggi. Membuat lelah penumpang, sehingga harus diubah menggunakan escalator. Sehingga, masyarakat akan lebih mudah memanfaatkan fasilitas Terminal Samarinda Seberang.
Selain itu, Sigit juga meminta agar untuk penambahan fasilitas Terminal Samarinda Seberang juga dipikirkan bagaimana masyarakat memanfaatkannya. Apalagi ke depan ada super market yang itu bisa menambah kenyamanan penumpang.
Sigit dan tim menegaskan, biro perencanaan sejauh ini mengidentifikasi isu-isu strategis sektor transportasi dari aspek konektivitas, pelayanan dan keselamatan dengan kaidah-kaidah ilmiah, sehingga hasilnya dapat dirumuskan dan mengeluarkan rekomendasi teknis lebih mudah
Sektor perhubungan mengidentifasi isu-isu strategis sektor transportasi dari aspek konektivitas, pelayanan dan keselamatan dengan kaidah-kaidah ilmiah, sehingga hasilnya dapat dirumuskan dan mengeluarkan rekomendasi teknis lebih mudah

Saat di Terminal Batu Ampar, Sigit juga mendapat penjelasan Pengawas Satuan Pelayanan (Wasatpel) Sulis Setiawan terkait kondisi terminal. Termasuk juga penjelasan dari Renhard Ronald kaitan pengembangan untuk optimalisasi ke depan.

Bahkan, Sigit dan rombongan berkeliling terminal. Melihat sejumlah tenant dan juga mendiskusikan bagaimana Terminal Batu Ampar dapat dikembangkan lebih multifungsi tak hanya untuk naik-turun penumpang (mix use).
Monitoring Kepala Biro Perencanaan Sigit Widodo diakhiri menuju Bandara Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan untuk selanjutnya menuju Bandara Juwata Tarakan. (gt)












