TINTAKALTIM.COM-Spontan dan terlontar di acara tablig akbar peringati 1 Muharam 1446 H di pelataran Balikpapan Sport & Convention Centre atau Dome, Minggu (7/07/2024). Ustaz Dr H Das’ad Latif S Sos SAg MSi PhD sedang mengajukan pertanyaan kaitan doorprize umroh.
Ia mengejar salahsatu warga yang hadir berada di bagian belakang deretan jamaah laki-laki. Saat acara itu, Walikota Balikpapan H Rahmad Mas’ud SE ME memberikan 4 doorprize yang dibagi 2 untuk jamaah wanita dan 2 lainnya untuk jamaah laki-laki.

“Dari mana Anda. Dan benar warga Balikpapan,” tanya Das’ad. Jamaah itu menjawab, asli Balikpapan tinggal di Kelurahan Karang Jati Balikpapan Tengah. Sehingga, berhak berkompetisi mendapatkan doorprize. Karena, umroh itu memang khusus warga ber-KTP Balikpapan. Ribuan warga yang memadati halaman Dome, bahkan ada yang datang dari PPU dan IKN.
Coba, siapa Walikota Balikpapan. Enteng dijawab: “Rahmad Mas’ud,” ustaz. Lalu, siapa nama Gubernur Kaltim. Tiba-tiba lelaki itu terdiam. “Anu, kalau Gubernur namanya HARUM,” jawab jamaah tadi. Sontak suara gemuruh dan applaus dari jamaah lain yang hadir.

HARUM adalah akronim dari nama H Rudi Mas’ud yang tak lain adalah adik dari Walikota Balikpapan. Ia sekarang lagi mencalonkan diri menjadi kandidat Gubernur Kaltim dan sebagai anggota komisi III DPR-RI.
Jawaban jamaah tadi, tentu saja membuat undangan yang ada di atas panggung tersenyum dan tertawa. “Wah sudah kenal nama HARUM ya,” kata Ustaz Rosyidi yang kebetulan duduk bersebelahan dengan media ini.
Menurut Rosyidi itu jawaban spontan. Bisa juga ada ‘pembisik’ di sebelahnya yang memberi tahu tentang tagline HARUM itu. “Tetapi, apalah itu dia jawab spontan. Dan, tahunya HARUM Gubernur itu,” kata Rosyidi sambil tersenyum.

Pertanyaan Ustaz Das’ad kepada jamaah laki-laki tadi yang menyimak ceramahnya adalah siapa yang menemani Rasulullah SAW saat berada di Gua Tsur untuk bersembunyi dari kejaran kaum kafir Qurais. Dan dijawab Abu Bakar Shidiq salah satu khulafur rasyidin.
“Wah benar 100 jawabannya. Silakan maju ke depan nanti akan mendapatkan hadiah umroh dari Pak Walikota,” pinta Das’ad Latif.

Dalam mengajukan pertanyaan, Ustad Das’ad banyak dikejutkan oleh warga yang hadir. Dan, dicarilah warga yang jadi duda muda. Ada yang mengaku duda dan mengacungkan tangan, padahal baru berusia 19 tahun. “Kamu benar duda. Sudah pernah menikah,” tanya Ustaz Das’ad. Dijawab oleh warga tadi belum.
“Eh duda itu orang yang sudah menikah dan bercerai. Kalau perempuan namanya janda. Mereka berdua ini harus dipersatukan untuk menikah,” kelakar Ustaz Das’ad sambil geleng-geleng kepala.
Untuk 2 doorprize wanita, Das’ad tak perlu pusing. Tetapi, ia harus membagi 2 doorprize umroh kalangan pria. Dan, diminta bapak-bapak yang usianya di atas 70 tahun untuk menjawab.

Sosok bapak-bapak sepuh itu terlihat dari belakang. Dan dipersilakan menjawab pertanyaan Ustad Das’ad. “Coba jelaskan jenis musik yang halal itu bagaimana,” tanya Ustaz Das’ad.
Sebelumnya, kaitan haram dan halal musik ini dicontohkan Ustaz Das’ad lewat lagu H Rhorma Irama dan ia melantunakannya: Kenapa e kenapa minuman itu haram, karena e karena merusak pikiran. Kenapa eh kenapa berzina juga haram. Karena eh karena itu cara binatang
Kenapa semua yang enak-enak, itu diharamkan. Kenapa semua yang asyik-asyik itu yang dilarang ha ha ha, Itulah perangkap setan umpannya ialah bermacam-macam, kesenangan”. Dan syair lagu Rhoma Irama itu halal.
Nah, bapak sepuh berusia 74 tahun tadi ternyata menyimak ceramah Ustad Das’ad. “Jadi mengapa lagu itu halal, jika syairnya bernuansa dakwah. Mengajak berbuat baik. Jika lagu haram, kalau syairnya mengajak maksiat,” ujar bapak sepuh tadi yang dibenarkan Ustad Das’ad dan berhak mendapatkan doorprize umroh.
TAK MENOR
Sementara itu Ustaz Das’ad Latif dalam ceramah lainnya menyinggung kaitan sikap hedonisme para istri pejabat. Dan ia mencontohkan tentang istri Walikota Balikpapan Hj Nurlena Rahmad yang duduk di barisan shaf depan bersama istri Ketua DPRD Balikpapan Hj Yulianti Abduloh dan undangan lainnya.

“Coba lihat istri Pak Walikota Rahmad Mas’ud, pakai emas tak terlalu banyak. Padahal uangnya banyak. Beda dengan lainnya toh. Apalagi kalau oknum jamaah haji wanita dari Bugis, ada yang pakai emas pulang haji. Eh ternyata diduga palsu itu,” kelakar Das’ad disambut gelak tawa jamaah yang hadir.
Disebutkan Ustaz Das’ad bukan saatnya pamer-pamer karena itu perbuatan yang tidak baik. “Sekarang ini yang diperlukan bekerja untuk kepentingan umat. Saya kenal Pak Rahmad Mas’ud sudah belasan tahun lalu. Dia sosok yang selalu peduli umat dan ulama. Makanya, tak pernah berhenti melakukan dakwah Islamnya termasuk memperingati 1 Muharam 1446 malam ini,” ujar Das’ad disambut applaus undangan yang hadir
SELAWAT
Dalam acara itu, Ustad Das’ad Latif juga meminta seluruh warga yang hadir untuk menyalakan lampu di ponselnya untuk sama-sama melantunkan selawat Nabi thala’al badru alaina yang merupakan sambutan kepada Rasulullah saat hijrah dari Mekkah ke Madinah.
“Ayo semua menyalakan lampu ponselnya. Kita selawat bersama-sama,” ajak Ustad Das’ad Latif yang diikuti seluruh warga termasuk walikota, forkompimda dan undangan yang hadir di atas panggung termasuk kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Gemuruh suara lantunan selawat itu pun terdengar yang dipimpin Ustaz Das’ad: Tala’al badru ‘alaina, min tsaniyatil wada, wajabassykru alaina ma daa lillahi da, ayuyuha al mabutsu fina ji’ta bil amri al mutha, ji’ta syaraft al-madinah, marhaban ya khayra da’
Di akhir ceramahnya, Ustad Das’ad Latif memberi hadiah kepada Walikota H Rahmad Mas’ud SE ME. “Saya memberi hadiah. Kalau Pak Rahmad memberi saya itu sedekah. Nah saya memberi ke Pak Wali itu hadiah,” kata Ustaz mencontohkan.

Ia lalu memberi hadiah sarung cap Gajah Duduk. Dan dijelaskan makna sarung itu pun untuk membantu jika dalam kondisi kedinginan atau melindungi seseorang saat tidur.
“Tapi bagi orang Jawa, sarung itu bisa dimaknai Slepet yang artinya kira-kira melecut untuk mengingatkan orang yang lalai. Bisa mengajak salat dan lainnya,” ujar Ustad Das’ad yang menyerahkan hadiah sarung itu dengan menyebut Sarung bisa juga singkatan dari Sarang Burung sambil disambut senyum Walikota H Rahmad Mas’ud. (gt)













