TINTAKALTIM.COM-Opening ceremony Musda ke-11 Partai Golkar Kaltim di Hotel Mercure Samarinda tuntas yang disudahi ‘pencari muka’ jurnalis abadikan dua sesi foto depan dengan style berbeda. Inilah gaya wartawan abadikan momen agar bercerita via gambar.
Esensi peristiwa diabadikan. Akurat dan menarik sehingga gerak cepatnya terlihat. Foto dan video dihasilkan agar bercerita kaitan informasi dan menggugah emosi penonton

Awalnya ribuan kader Partai Golkar saling berdesak untuk minta foto bareng Menteri ESDM yang juga Ketua DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia. Live band di stage terus mendendangkan lagu-lagu hits masa kini. Tiba-tiba, ketika Bahlil melayani kader dan undangan foto bareng, lagu Poco-Poco menggema di ballroom.
Suasana ballroom Mercure Samarinda jadi riuh ketika lagu daerah berasal dari Ambon Maluku ini menggelora. Lagu ini sebenarnya khas Minahasa Sulawesi Utara. Karakternya gembira dan sering dijadikan musik senam. Sore itu, jadi suasana gembira karena soundsystem mendendangkan lagu yang mengajak kaki bergoyang.

Syair Balenggang pata-pata. Ngana pegoyang pica-pica. Seolah ada ajakan menari bersama. Akhirnya, Bahlil berhenti sesaat melayani foto peserta musda. Ia bergeser ke cat walk untuk menari poco-poco.
Lagu poco-poco itu seolah memaksa Bahlil dan fungsionair Golkar serta Gubernur Kaltim Dr H Rudy Mas’ud untuk ‘melantai’. Riuh dan ponsel hadirin pun merekam aksi gembira itu.

Gerakan sederhana langkah maju, mundur dan putaran 360 derajat, seolah Bahlil dan fungsionaris DPP Golkar dan wakil DPD 10 kota-kabupaten ikut menari yang tariannya melambangkan semangat kebersamaan dan sportivitas.
Bahlil awalnya ‘diminta’ pengurus DPD Golkar Balikpapan Andi Welly untuk bergoyang. Bahasa ungkapan ‘tum’ (ketum) jadi bahasa tutur yang biasa didengungkan akrab meminta Bahlil menari.

“Ayo tum goyang poco-poco,” seloroh Andi Welly. Tak ada jarak permintaan ke Bahlil itu karena Andi pernah ikut munas pemilihan Ketua Umum Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP-HIPMI) beberapa tahun silam, di mana Bahlil terpilih bersaing dengan Bayu Priawan (owner Bluebird), sehingga kenal dengan Andi.

Goyangan Bahlil akrab dengan poco-poco. Maklum, ia putra kelahiran Maluku Tengah 48 tahun silam. Terlihat, Rudy Mas’ud dan istri bagian belakang memuncak spiritnya.

Bahlil dan Rudy bergoyang melakukan berulang-ulang lewat variasi gerakan tangan seperti mengayun. Keduanya dan lainnya memaknai musda itu sportivitas, semangat dan kebersamaan.
Kendati lagu poco-poco itu bahasanya seperti Manado, tetapi sejatinya lagu yang populer tahun 1990-an ini asal Ternate. Dan, seolah tari itu memberi isyarat gembira Rudy Mas’ud yang belum pemilihan sudah pasti terpilih aklamasi karena kata orang Bugis de’gaga lawanna atau tak ada lawannya. Sukses Partai Golkar Kaltim dan selamat berjuang. (gt)













