TINTAKALTIM.COM-Masyarakat Kaltim-Kaltara (Kaltimra) tak perlu ragu menjalani Ramadan hingga Idul Fitri 2026, karena kinerja PT Pertamina Patra Niaga diyakini mampu menjamin persediaan (stock) kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji
“Satgas Ramadan dan Idul Fitri 2026 milik Pertamina sudah bekerja jauh hari melakukan antisipasi khususnya pada arus mudik dan balik. Bahkan, seluruh infrastruktur disiagakan,” kata Sales Area Manager PT Pertamina Patra Niaga Kaltimra Narotama saat berbicara di hadapan peserta rakor kesiapan penyelenggaraan angkutan lebaran (angleb) tahun 2026 bidang perhubungan darat Kaltim di Kantor PT Jasa Raharja Kaltim, Selasa (3/3/2026)

Rakor yang diinisiasi Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kaltim pimpinan Renhard Ronald itu, menghadirkan sejumlah multi-stakeholders seperti Dishub Kaltim, Ditlantas, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), KSOP, Distrik Navigasi, Jasa Raharja, BMKG, Basarnas, Balai Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan hingga BNN yang berkolaborasi memastikan pelaksanaan angleb 2026 berjalan lancar, aman, nyaman dan sesuai waktu
Dikatakan Narotama, Pertamina memiliki rekam jejak yang kuat dalam menjaga pasokan energi pada periode lonjakan konsumsi tinggi seperti Ramadan dan Idul Fitri termasuk di tahun 2026

Satgas Pertamina katanya, memprediksi puncak arus mudik I Idul Fitri pada 14-15 Maret 2026 dan puncak arus mudik II pada 18-19 Maret 2026. Lalu prediksi puncak balik I Idul Fitri terjadi pada 24-25 Maret 2026 serta prediksi arus balik II pada 28-29 Maret 2026
“Semua sudah diantisipasi maksimal oleh satgas. Bahkan, proyeksi kita akan ada kenaikan permintaan (demand) gasoline (pertalite, kerosene, pertamax, bio/solar, dexlite, dex) 12 persen dari kondisi normal. Tetapi, semua aman,” jelas Narotama dalam paparannya meyakinkan peserta rakor

Layanan energi dan kondisi stok BBM & LPG itu baik untuk rumah tangga, transportasi bahkan penerbangan, saat ini telah diperhitungkan tim. Misalnya, kebutuhan LPG sekitar 1.944 metrik ton (MT) per hari dan cukup 4 hari.
“Misalnya terhitung pada 2 Maret 2026, gambarannya cukup 4 hari ke depan LPG. Ketika kebutuhan 4 hari habis, maka distribusi dilakukan lagi. Jadi, amanlah sebab stoknya ada,” kata Narotama yang mewakili GM PT Patra Niaga di rakor itu
PERTALITE
Demikian pula untuk pertalite, cukup untuk 6 hari dengan kisaran 1.636 kilo liter per hari, pertamax untuk 7,8 hari dengan kebutuhan 934 kilo liter (KL) per hari, bio/solar 6,1 hari dengan 7.507 kilo liter (KL) per hari, dexlite 296 kilo liter, dan dex 9,4 hari dengan 36 kilo liter per hari, avtur 11,6 hari dengan 331 kilo liter (KL) per hari.
“Itu proyeksi semua untuk ragam jenis BBM . Sehingga, tidak sampai kehabisan karena sudah disiapkan oleh satgas perhitungan untuk distribusi wilayah Kaltim-Kaltara tadi,” urai Narotama
RATUSAN SPBU
Menjamin semua itu kata Narotama, ratusan SPBU telah siap melayani masyarakat, juga 13 SPBUN (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan), 126 pertashop, 99 agen LPG PSO (Public Service Obligation) fokus gas subsidi dan non-PSO gas non-subsidi 36 agen, 13 SPBE PSo, 7 SPBE NPSO, 3.349 pangkalan LPG di Kaltim dan 499 pangkalan LPG di Kaltara

“Jadi silakan menjalani Ramadan dan Idul Fitri 2026 dengan rasa bahagia dan aman terhadap kebutuhan BBM dan LPG. Bahkan, untuk kejadian bencana tim tanggap darurat juga telah siap melakukan antisipasi,” jelas Narotama yang disambut applaus peserta
PROMO
Narotama juga menjelaskan kaitan layanan promosi Pertamina. Jika masyarakat menggunakan MyPertamina untuk produk BBM Non Subsidi di antaranya bisa hemat Rp300/liter untuk setiap pembelian Senin-Jumat
“Produk bright gas hematnya hingga Rp25 ribu setiap hari dan promo double point setiap pembelian menggunakan MyPertamina akhir pekan (Sabtu & Minggu). Juga cash back My Pertamina Pertamax Series & Pertamina Dex periode 1 Januari – 31 Maret 2026 minimal transaksi Rp350 ribu,” ujarnya
SK GUBERNUR
Sementara itu dalam sesisi diskusi, Narotama mendapat pertanyaan kaitan volume pembelian BBM dan solar yang dibatasi.
“Kami mengacu pada SK Gubernur Nomor 510/7664/EK kaitan menjaga stabilitas ketersediaan pasokan BBM jenis BBM tertentu (JBT/Solar) dan BBM jenis khusus penugasan (JBKP/pertalite) di Kaltim. Sehingga, sebagai operator mengikuti saja ketentuan SK itu,” ungkapnya

Adapun ketentuan volume itu adalah, kendaraan pribadi roda 4, paling banyak 40 liter/hari, kendaraan angkutan orang atau barang roda 4 paling banyak 60 liter/hari, kendaraan angkutan orang atau barang roda 6 dan roda 6 ke atas paling banyak 120 liter per hari.
“Kaitan distribusi solar subsidi dan sering antre, itu karena memang di Kaltim banyak perusahaan industri yang membutuhkan solar. Disparitas harganya jauh berbeda, sehingga kondisi itulah kejadiannya. Berbeda dengan daerah lain,” kata Narotama. (gt)













