TINTAKALTIM.COM-Seluruh panitia Idul Qurban 2025 Masjid Asy-Syifa sepakat menjaga amanah dari shohibul qurban atas rangkaian penyembelihan hewan kurban pada Sabtu (7/6/2025) yang dimulai pukul 08.00 Wita

“Terimakasih shohibul qurban. Kami panitia akan bekerja sesuai kesepakatan panitia yakni menjalankan akad amanah dari pengkurban. Tetapi, perlu dukungan seluruh panitia yang terlibat,” kata Ketua Panitia Idul Qurban Masjid Asy-Syifa H Nurali MBA saat rapat koordinasi teknis (rakornis) di Masjid Asy-Syifa, Minggu (1/6/2025)

Rapat dihadiri Ketua Masjid H Rahmadi dan jajaran pengurus serta panitia yakni Rudy Rahmadi (sekretaris), Hendra Winardi (bendahara) dan koordinator lapangan (korlap) yakni Ali Umri, Yoni Supriyono, H Haidir dan Yana Ulfa serta panitia lainya.

Disebutkan Nur Ali, tahun ini diharapkan bisa lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Apalagi shohibul (pengkurban) semakin banyak. Sekarang ada 10 sapi dan 3 kambing yang totalnya 13 ekor. Semoga bisa jadi 14 ekor karena masih ada waktu.
“Intinya seluruh panitia bekerja saling sinergi dan kolaborasi. Jika ada yang kurang segera berkomunikasi. Sebab, ini kerja bersama,” kata Nur Ali
JATAH NAIK
Dalam rapat di Masjid As-Syifa yang dipandu Koordinator Humas H Sugito SH itu juga disampaikan informasi bahwa panitia membuat rata-rata (everage) setiap ekor sapi 70 kg. Dengan menaikan jatah shohibul masing-masing 4 kg dari sebelumnya 3 kg.

“Jatah untuk warga juga naik 1,2 kg. Ini estimasi yang panitia lakukan. Sehingga, semua harus menjaga amanah dalam pelaksanaannya. Sebab, panitia sudah diberi amanah berupa akad amanah dari shohibul qurban,” kata Sugito.

Ketua RT 38 Margomulyo Neneng Zuleha (Ipon) menyampaikan data untuk warganya yang menerima 99 kepala keluarga (KK), sementara Ketua RT 38 Sihombing sekitar 124 KK. Nantinya, proses distribusi daging akan dibagi merata, sebab kupon sudah diserahkan

Menurut Rudy Rahmadi, estimasi bobot sapi memang 70 kg ditambah kambing. Nantinya, akan dihitung secara cermat. Dukungan panitia agar jumlah daging yang sudah dihitung bisa tepat.
“Kita tidak menghalangi shohibul qurban atau warga mendapatkan daging. Catatannya, masih ada setelah proses pembagian. Misalnya kaitan jeroan dan lainnya harus dikoordinasikan ke panitia,” kata Rudy.

Sedangkan menurut Agus Jauhari, persiapan panitia sudah maksimal. Tinggal pelaksanaan, bahkan pemasangan tenda untuk proses pemotongan, pencacahan daging kurban pun telah disiiapkan.
“Meja pemotong disiapkan plus kursi dan ember, jadi nanti digunakan maksimal. Silakan bergantian jika memang dianggap letih. Karena, ini kerja bersama dan amanah,” jelas Agus Jauhari yang juga telah melakukan survei hewan kurban serta pemilihan untuk segera diantar ke Kompleks BTN.
Sementara itu Koordinator Penjagal Kurban H Samud menjelaskan, 13 ekor hewan kurban dari shohibul qurban RT 38, 39 dan 40 akan disembelih secara maraton. Tentu, kerja sinergi, kolaborasi, koordinasi dan komunikasi diperlukan agar bisa menghemat waktu.
“Insya Allah sebelum salat Zuhur sekitar pukul 11.30 Wita penyembelihan bisa dirampungkan. Catatannya, dukungan semua panitia bisa memperlancar pemotongan. Apalagi sudah ada alat perebah sapi,” kata H Samud.

Menurut Samud, silakan nanti shohibul qurban untuk mendatangi liang penyembelihan untuk memanjatkan doa karena itu juga bagian dari syariat. Kendati, doa itu bisa diwakilkan, alangkah baiknya jika shohibul qurban yang berdoa.

“Doanya pendek kok. Boleh bahasa Indonesia dan boleh Arab yakni Allahumma hadzihi min kawa ilaika fataqbbal minni ya karim. Ya Allah hewan ini adalah rezeki-Mu, karenanya terimalah kurbanku dan jadikan kami orang bertaqwa. Dan doa pendeknya Allahuma taqobbal minni (Ya Allah terimalah kurban dariku),” kata H Samud SAg yang jebolan pendidikan di Pesantren Ponorogo jurusan fiqih ini. (gt)













