TINTAKALTIM.COM-Kitab Suci Alquran di zaman dulu, sudah diejek oleh kafir Qurais dan ingin melemahkan Islam, bahkan belum ada media sosial (medsos) sudah terkena framing atau pembikaian kalimat untuk mempengaruhi persepsi lewat kata-kata bahkan dengan penjerumusan akal.

Di mana, para penyair mencoba menyebut bahwa Alquran itu karangan Nabi Muhammad. Sebab, tak ada bukti otentik tentang Kitab Suci itu datang dari Allah SWT menurut mereka semua.

“Jadi istilahnya di-framing macam-macam. Begitulah zaman itu. Alquran yang disampaikan Rasulullah SAW selalu disebut itu ciptaan Muhammad. Seperti hoax di medsos era sekarang, tetapi Alquran beberapa ayat membuktikan orisinalitasnya,” kata Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Izzah KH Muhammad Muhlasin saat memberikan tausyiah peringatan Nuzulul Quran di Ballroom Hotel New Benakutai, Minggu (16/3).

Acara Nuzulul Quran itu dilaksanakan Majelis Taklim & Zikir Satu Jalan dalam Ibadah (Sajadah) berkolaborasi dengan Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Balikpapan dan didukung Karunia Group, Banjarsari, Baznas Balikpapan, BMH, media online Banjarbanar.Com, Tintakaltim.Com dan lainnya.

Hadir di acara itu, Walikota yang diwakili Camat Balikpapan Kota Rosin Suparlan, Ketua Sajadah HM Jailani, H Achmad Sofyan (Sekretaris DMI Balikpapan), Ketua PITI Balikpapan Hendra Winardi, Hadi Muntono (Ketua DMI Balikpapan Selatan), Herry Gunawan (Ketua DMI Balikpapan Tengah), Ketua LDII Balikpapan H Herry Fathamsyah, H Munawar (Ketua Yayasan Ponpes Bairuha), Pimpinan Ponpes Al-Muttaqin Gn Guntur dan undangan lainnya.

Alquran yang merupakan kalamullah kata Muhlasin, memiliki bahasa dan kekuatan sastra luar biasa. Punya keindahan sastra dalam bahasa Arab yang berbeda. Sehingga, pernah kaum kafir Qurais yang ragu dengan Alquran ditantang untuk membuat karya satra yang sama dengan Alquran.

“Alquran itu kitab suci umat Islam jelas memuat tuntunan dan ajaran sebagai pedoman hidup di dunia dan bukti penciptaan manusia. Juga di Surah Albaqarah ayat 2 disebutkan Zalikal kitabula raiba fih, hudalil muttaqin (Alquran ini tak ada keraguaan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertaqwa),” urai Muhlasin tentang orisinalitas Alquran dari Allah itu.
Wujud Alquran itu dari Allah langsung, maka Rasulullah SAW lahir dalam keadaan ummi atau buta huruf? Menurut Muhlasin justru bukan kekurangan Rasulullah. Sebab, jika Rasulullah bisa membaca dan menulis maka kaum kafir Qurais menganggap kalau Alquran adalah buatan Rasulullah.

“Itu sudah desain Allah. Tujuannya Allah sengaja ingin menjaga orisionalitas informasi yang Nabi Muhammad terima itu benar. Bukan iluasi manusia. Sehingga Kalam Allah Alquran itu murni ciptaan Allah bukan dikarang Nabi. Karena, Muhammad SAW itu hanya menyampaikan pesan kebenaran Alquran,” kata KH Muhlasin.
Alquran kata Muhlasin, tidak dapat diplagiat atau ditiru. Kalam Sang Khalik itu datang dari langit yang langsung ditulis Allah melalui Malaikat Jibril kepada Rasulullah. Bahasa dan fitur-fitur sastranya indah.

Menurut Muhlasin, dalam Surah Albaqarah ayat 23 dijelaskan bahwa Allah menantang orang-orang yang meragukan Alquran itu firman Allah. Ayat itu setidaknya berbunyi: “Jika Kamu meragukan Alquran yang diturunkan kepada Muhammad, maka buatlah satu surah seperti Alquran dan ajaklah penolong lainnya selain Allah, jika itu benar”.
“Ayat lainnya juga disebutkan bahwa jika manusia dan jin berkumpul membuat serupa Alquran. Maka, tak akan ada yang sanggup. Jelas toh, bahwa Quran itu ciptaan Allah,” Muhlasin meyakinkan jamah.
40 TAHUN
Muhlasin juga membuka ceramahnya, bahwa Rasulullah menerima wahyu dari Allah di usia 40 tahun kenabian. Itu punya makna dahsyat. Karena, di usia tersebut manusia umumnya matang dan dewasa.
“Kalau manusia di usia 40 tahun itu belum mapan secara finansial dan sukses. Maka, sulit untuk melihat masa depannya. Karena, kalau sudah usia 50 atau 60 tahun tentu fisik akan menurun. Sehingga, produktivitas pun menurun. Jadi, itulah Rasulullah diutus Allah usia 40 tahun, ada korelasi terkait kesuksesan,” urai Muhlasin seraya tersenyum.

Muhlasin memberi ilustrasi, anak-anak atau usia muda belajar agama itu mudah sampai masa tua nanti. Contoh, sekarang anak menghafal surah Al-Alaq ayat 1 sampai 5 mudah. Tetapi, jika usia di atas 40 tahun itu agak sulit.
“Menghafal surah Al-Kafirun bisa saja, tetapi lama dan itu pun terputar-putar. Makanya, baca Alquran dan jangan sampai menunggu lagi. Apalagi sudah tua,” tambahnya.
Dalam konteks Nuzulul Quran, Muhlasin menyampaikan kepada seluruh undangan agar rajin membaca Alquran. Juga harus berpuasa ayyamul bidh ata puasa tanggal 13,14 dan 15.
“Ini puasa bagus yang dilakukan Rasulullah. Bagi kesehatan juga bagus. Karena memperbaiki testur kulit lebih kencang serta putih. Jadi, ini cocok bagi ibu-ibu yang biasa menggunakan skin care. Ini lebih murah,” canda Muhlasin yang disambut tawa ibu-ibu.
Sementara itu Walikota Dr Rahmad Mas’ud SE ME dalam sambutannya yang dibacakan Camat Balikpapan Kota Rosin Suparlan, memberi apresiasi atas event yang digelar Sajadah dan PITI.
“Tentu ini upaya mendukung program pemerintah dalam meningkatkan gairah belajar agama. Sekaligus menjalin silaturahmi di antara warga dan umat muslim dari berbagai elemen. Juga sinergi umara dan ulama,” ujar Rosin Suparlan.

Sedang HM Jailani mengatakan, Sajadah dibentuk sama fungsi dengan majelis taklim dan zikir lainnya. Ini pembentukannya dibidani para wartawan senior dan pengusaha. “Tetapi belum ada pengurus perempuannya. Nanti kita lengkapi dan membuat agenda yang lebih besar lagi,” ujar Jailani.

Hal senada juga disampaikan Ketua PITI Hendra Winardi, menurutnya PITI akan selalu sinergi dengan siapapun demi syiar Islam. “Kami berterimakasih dengan Pembina PITI Pak Achmad Asfia ata dukungan selama ini, sehingga PITI terus melakukan aktivitas untuk anggotanya termasuk pada peringatan Nuzulul Quran ini,” pungkas Hendra. (gt)













