TINTAKALTIM.COM-Ribuan atlet di Kota Balikpapan akan memenuhi Balikpapan Sport & Convention Centre (BSCC) atau Dome termasuk cabang olahraga (cabor) pada pelantikan pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Balikpapan periode 2025-2029 pada Rabu (7/1/2026) malam

Dijadwalkan, Ketua KONI Kaltim Drs Rusdiansyah Aras bakal melantik pengurus yang juga dihadiri Walikota Balikpapan Dr H Rahmad Mas’ud SE ME serta jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) dan undangan lainnya

Menariknya, komposisi kepengurusan KONI Balikpapan ini gemuk karena bertujuan mengakomodir seluruh kepentingan cabor dan menjaga kekompakan. Bahkan, dewan penyantunnya figur kredibel Balikpapan dari gabungan multi-stakeholders

“Pengurus gemuk agar pembinaan prestasi atlet dan dunia olahraga di Balikpapan sukses serta menepis adanya faksi-faksi atau kubu-kubu (faksionalisme) dan menghindari perpecahan kalangan komunitas olahraga,” kata Ketua KONI Balikpapan Gasali di sela acara gladi resik sekaligus general review (GR) di Dome

Gasali memimpin KONI ‘wajah baru’, seorang legislator di DPRD Balikpapan menjabat ketua komisi IV (bidang kesra termasuk olahraga) yang tandem dengan sekretaris Syarifuddin SPd yang sekarang dipercaya sebagai ketua cabang olahraga (cabor) wushu Balikpapan didukung bendahara Malvin Ardento Chandra, pengusaha yang juga ketua cabor Persatuan Korfball Seluruh Indonesia (PKSI) Balikpapan

“KONI adalah rumah besar masyarakat olahraga, siapapun boleh berada di situ. Karena, dinamika olahraga yang menantang para pelaku olahraga harus ditangani orang-orang profesional,” kata Gasali menjelaskan begitu banyak pengurus yang diakomodir di sela gladi resik atau general review (GR) di Dome

KONI katanya, bertanggungjawab mengkoordinasikan, membina dan meningkatkan prestasi atlet 62 cabor di Balikpapan, sehingga kerangka kerja untuk pelatihan, kompetisi dan dukungan yang diperlukan atlet harus disiapkan KONI.

Selain konsentrasi pembinaan atlet, KONI di kepemimpinan Gasali dan ‘gerbongnya’ akan melakukan perubahan positif melalui agenda kerja terarah. Fokusnya menciptakan tata kelola organisasi yang transparan, akuntabel dan berorientasi pada pengembangan prestasi olahraga di Balikpapan

“Makanya dalam struktur pengurus ada tim auditor internal yang fungsinya untuk mengawasi dan memastikan akuntabilitas penggunaan dana termasuk dana pembinaan atlet,” kata Gasali
APBD DAN CSR
Menurut Gasali, pembinaan atlet harus didukung pendanaan. Tentu, keterbatasan anggaran pemerintah daerah (APBD), maka langkah strategis harus ada support dari program Corporat Social Responsibility (CSR). Dan, peran vital CSR dari berbagai perusahaan dapat menjadi sumber pendanaan alternatif yang signifikan.

Makanya Gasali membangun kemitraan strategis antara KONI dan sektor swasta melalui skema CSR demi terciptanya ekosistem olahraga yang berkelanjutan.
“Sehingga pada pelantikan ada penandatangan memorandum of understanding (MoU) dengan swasta yang tahap awal 2 perusahaan. Apalagi, kita semua tahu dana transfer ke daerah (TKD) berkurang. Saya dan teman-teman berjuang bagaimana pembinaan atlet dan prestasi atlet di seluruh cabor bisa sukses,” kata Gasali optimistis

Komposisi kepengurusan gemuk itu, kata Gasali bukan tak ada maksud. Semua adalah orang-orang profesional di bidangnya. Sehingga, ketika ekosistem olahraga dibangun dan didukung pengurus profesional, maka KONI Balikpapan bisa maju dan berkembang
“Saya berharap, sinergi, kolaborasi, koordinasi, komunikasi, aksi (5-SI) pengurus bisa bekerja bersama-sama membesarkan KONI dan prestasi atlet. Apalagi di hadapan kita ada kerja menantang agar bisa juara umum Porprov di Kabupaten Paser,” ujarnya

Dalam pelantikan nanti, ada atraksi dan penampilan 5 cabang olahraga (cabor) yakni dari Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI), Ikatan Olahraga Dancesport Indonesia (OIDI), Muaythai Indonesia (MI), Wushu Indonesia (WI) dan Kempo serta penampilan atlet Popda dan SEA GAMES di atas stage untuk foto bersama Walikota Balikpapan.
“Mohon teman-teman cabor, pengurus dan atlet untuk datang tepat waktu. Jangan molor agar acara bisa dilakukan sesuai rundown. Sebab, jika terlambat terjadi akumulasi waktu yang lambat semuanya. Kita patok closing pelantikan pukul 10 malam,” pinta Sekretaris Syarifuddin. (gt)













