TINTAKALTIM.COM-Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kaltim Renhard Ronald S SiT MT melaporkan kondisi Posko Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 yang sudah dibangun di lingkup institusi Ditjen Hubdat Kemenhub ini, Kamis (19/12). Laporan sementara kondisi aman, stabil dan tidak ada kejadian menonjol.
Di sela-sela mengikuti rapat penyerapan anggaran 2024 yang dipimpin Plt Dirjen Hubdat Ahmad Yani via zoom meeting, Renhard tiba-tiba harus menjawab dan memberikan laporan melalui handy talkie (HT) yang merupakan private mobile radio.

Posko utama di Jakarta memang memantau masing-masing BPTD se-Indonesia dan matra lainnya di bawah Kemenhub. “Ada laporan masuk pak untuk memberi informasi kaitan perkembangan posko,” kata ADC Kepala BPTD Kaltim Servulus Andrew Novanda gilang Prakoso kepada Renhard.
Via HT itu, Renhard memberi laporan bahwa 4 posko yang dibangun BPTD Kaltim masing-masing di dua terminal Batu Ampar dan Samarinda Seberang serta Pelabuhan Kariangau dan posko utama di kantor BPTD Kaltim belum menunjukkan pergerakan data penumpang yang signifikan.

“Kondisinya masih stabil dan landai. Belum ada kejadian menonjol. Kita berharap sampai akhir nanti berdoa semua lancar kondisi di Kaltim,” lapor Renhard.
Menurut Renhard, pergerakan penumpang di dua terminal dari hasil pantauan posko jika mengacu pada data pergerakan penumpang di tahun 2023, juga belum terlihat kenaikan signifikan.

“Pergerakan bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) masih seperti hari biasanya. Sejauh ini masih lancar termasuk bus yang menuju Ibu Kota Nusantara (IKN),” jelas Renhard.
Renhard juga melaporkan kondisi posko di Pelabuhan Kariangau. Ia mengatakan, di sana melayani pelayaran kapal feri ke penyberangan dari Pelabuhan Kariangau menuju Penajam Paser Utara (PPU) dan pergerakannya pun masih belum menunjukkan gejala menonjol.
“Semua masih aman dan lancar. Dan, kecepatan angin rata-rata 5-6 knot sehingga kondisi gelombang laut tidak terlalu tinggi dan normal. Kendati di bulan Desember 2024 ada potensi gelombang tinggi berdasarkan laporan BMKG. Sehingga, tidak mengganggu keselamatan pelayaran,” kata Renhard.

Posko Pusat di Jakarta saat ini memiliki command centre, dan posko itu bertugas memastikan pelaksanaan pengaturan dan pengendalian lalu-lintas dan angkutan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 berjalan dengan baik yang bekerja 19 hari mulai 18 Desember 2024-5 Januari 2025. Posisi Posko Pusat ada di Kantor Pusat Kemenhub. Posko Pusat memantau 113 terminal, 23 pelabuhan penyeberangan termasuk bandara, ruas jalan arteri sampai gerbang tol.
Laporan Renhard diterima Posko Pusat dengan baik. Dan mencatatkan data dari 4 posko yang dibangun BPTD Kaltim pun kondisi lancar dan aman.
“Terimakasih laporannya pak. Semoga, pergerakan penumpang di terminal dan pelayaran berjalan lancar hingga tugas posko berakhir,” ujar petugas di Posko Pusat melalui komunikasi dua arah via HT itu.
Renhard meminta kepada seluruh petugas yang bertugas di posko untuk tetap menjaga kekompakan dan melayani warga atau penumpang dengan baik, santun dan menjelaskan dengan benar dan jelas.
“Kita ini pelayan di masyarakat. Jangan gunakan cara-cara emosi dan tidak pantas. Sehingga, posisinya harus melayani bukan untuk dilayani,” pinta Renhard yang sempat meninjau Posko Nataru 2024/2025 di BPTD Kaltim.

Dari pantauan media ini, Posko Nataru 2024/2025 di Terminal Batu Ampar dan posko utama di pintu masuk gedung BPTD Kaltim yang telah dilengkapi petugas, juga belum menunjukkan pergerakan penumpang melonjak. Data-data penumpang perbandingan di tahun sebelumnya juga sudah direkapitulasi dan masuk dalam sistem.
“Masih lancar saja. Kita menjalankan tugas berjaga di posko. Kesehariannya sebatas melayani penumpang yang bertanya untuk ke Samarinda, Banjarmasin dan IKN,” kata M Zabir Paluppesi yang bertugas di posko Terminal Batu Ampar.

Sementara itu dari jadwal posko terpadu dan monitoring selama Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 ada 69 petugas yang mendukung posko itu secara bergantian. Di Pelabuhan Kariangau, ada 35 petugas dipimpin pengawas satuan pelayanan (Wasatpel) Karolus Makin. Dan mereka bekerja tiga shift mulai pukul 08-16.00 Wita (sifht I), pukul 16.00-24.00 Wita (shift II) dan pukul 24.00-08.00 Wita (shift III)
Sedang di Pelabuhan Penajam ada 13 petugas yang bertugas dengan jadwal dan shift yang sama dengan di Kariangau, kendati tak dibentuk posko. Dan, untuk di Terminal Batu Ampar pimpinan Sulis Setiawan ada 17 petugas yang bertugas hanya dua shift hingga pukul 22.00 Wita.
“Kalau di Terminal Samarinda Seberang ada 17 orang petugas. Menurut Wasatpelnya Heriyawan bertugasnya juga dua shift sama dengan di Terminal Batu Ampar. Semoga semuanya berjalan lancar,” kata Sulis Setiawan. (gt)













