TINTAKALTIM.COM-Puluhan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kaltim menunjukkan wajah suka cita dan haru. Itu terlihat saat momen penting menunggu penantian lama dan berjuang untuk mendapatkan status kepegawaian yang pasti.

Ruangan rapat utama BPTD Kaltim di Jalan Pattimura saat itu penuh wajah-wajah ceria termasuk juga di ruang rapat Terminal Batu Ampar yang dipimpin pengawas satuan terminal (wasatpel) Heeriyawan. Mereka baru saja menerima SK pengangkatan jadi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai PPPK.

Dan, momen itu dipimpin Kepala BPTD Kaltim Renhard Ronald didampingi Kasi Sarana dan Angkutan Jalan Sungai, Danau, Penyeberangan (SDP) Hendra Ayi Sonica dan staf lewat virtual (zoom meeting).

Acaranya tak sekadar seremonial, tetapi menjadi awal pengabdian baru bagi PPPK dalam memberi pelayanan terbaik masyarakat di semua lintas pekerjaan BPTD Kaltim. Ada di kantor pusat, Jembatan Timbang yang dikenal dengan sebutan Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB), Terminal Samarinda Seberang, Batu Ampar, PPU, Paser, Samboja, Pelabuhan Penyeberangan Kariangau dan lainnya.

“Bagaimana perasaannya. Harus bersyukur ya, dan ajak keluarga merayakan dengan sukacita serta penuh makna lewat cara masing-masing,” kata Renhard melalui zoom meeting via Ruang Rapat Utama BPTD Kaltim, Kamis (24/07/2025) menyapa PPPK secara virtual.

Renhard mengawali dengan mengabsen, seluruh PPPK yang baru saja menyandang predikat Aparatur Sipil Negara (ASN). Satu per satu dari 61 pegawai diabsen. Bukan itu saja, mereka juga ditanya perasaannya, bagaimana kabar itu diterima keluarga istri, suami dan anak-anak.

“Ini momen yang sangat membahagiakan dan penuh rasa syukur bagi para tenaga honorer yang telah lama menanti. Karena, ini penanda resmi diangkatnya PPPK, dan patut disyukuri karena melalui perjuangan panjang,” kata Renhard memberi semangat pegawainya.

Raut wajah bahagia terlihat di layar screen virtual. SK diserahkan langsung simbolis Renhard Ronald. Tentu, PPPK yang baru menerima SK ini mendapat wejangan Renhard untuk meningkatkan pelayanan publik khususnya sektor perhubungan.

“Bagaimana perasaannya. Tentu bahagia, dan apa kesan istri dan anak-anak,” tanya Renhard kepada Yudi Isro Wiliyanto, pegawai yang sebelumnya sebagai honorer Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN)
Yudi memancarkan raut wajah bahagia. Ia lega, senang dan bersyukur setelah melalui perjuangan panjang. Pengangkatan ini memberikan kepastian status dan kesejahteraan yang lebih baik, serta pengakuan atas pengabdian mereka selama ini.

“Saya sudah bekerja selama 17 tahun. Pengabdian dan penantian cukup lama akhirnya bersyukur karena sudah status ASN. Tentu, harapannya bisa lebih semangat dan profesional bekerja,” kata Yudi saat ditanya perasaannya oleh pimpinannya Renhard Ronald.
Yudi bekerja sejak era BPTD masih bernama unit pelaksana teknis (UPT) dan berlanjut BPTD Kaltim-Kaltara hingga masuk ke kantor pusat di era Kepala BPTD saat itu Avi Mukti Ali. Sebelumnya, ia pernah menjabat security dan staf operasional di tahun 2018
HINGGA 3030
SK pengangkatan PPPK itu bernomor PJ-STJ 1260 Tahun 2025 ditandatangani Kepala Biro SDM Kemenhub Hananto Prakoso yang masa kerjanya hingga 31 Mei 3030 mendatang. Dan Yudi tercatat sebagai penata layanan operasi di BPTD Kaltim Ditjen Hubdat.

Renhard menegaskan, SK PPPK dokumen resmi yang menandakan pengangkatan seseorang sebagai ASN dan menjadi puncak dari perjuangan panjang dalam proses seleksi. Penerima SK simbol bahwa pengabdian pegawai dihargai negara dan jaminan status kepegawaian.
GEMBIRA
Renhard detail mengabsen seluruh PPPK. Satu per satu ditanya perasaannya. Rata-rata gembira dan ada yang sulit berkata-kata. Seperti Deny yang bekerja di Terminal Batu Ampar di bagian front office. “Gembira Pak Kabalai. Sulit saya bicara banyak,” kata Deny sambil terbata-bata ucapannya gembira campur haru.

MUNCUL ANAK
Sementara itu, di saat Franky Julisilvain Pernando mendapat giliran menyatakan kesan dan pesan, suasana ruangan sempat heboh. Karena, melalui virtual muncul anaknya yang mungil seraya tersenyum seolah ikut gembira karena orangtunya menyandang predikat ASN.

Sementara itu Eko Ari Tulus menegaskan, tenaga honor saa itu bernama PPNPN dan di era Presiden SBY ada moratorium pengangkatan jadi PPPK. Sehingga banyak yang gagal jadi PPPK. Tetapi, seleksi CPNS dan PPPK dibuka kembali sehingga tenaga honorer yang memenuhi syarat dapat mengikuti seleksi CPNS maupun PPPK.
“Di tahun 2025 kan tidak ada lagi rekrutmen CPNS baru dan pemerintah fokus pada penataan PPPK baik penuh dan paruh waktu,” jelas Ari Tulus.

Ada yang menarik di BPTD Kaltim ketika SK PPPK ini diserahkan. Karena, ada pegawai Helmi dan Niar keduanya akan melangsungkan pernikahan Desember 2025 mendatang di Palembang.
“Semoga pengangkatan SK PPPK untuk keduanya bisa jadi kado istimewa dan harus bekerja lebih baik sebab sudah bersatus ASN dan suami-istri untuk Helmi dan Niar,” senyum Renhard Ronald. (gt)












