TINTAKALTIM.COM-Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) melakukan pergantian water meter untuk meningkatkan akurasi perhitungan penggunan air pelanggan. Totalnya, 32.500 unit yang telah berusia lama
Direktur Utama (Dirut) PTMB Yudhi Saharuddin menegaskan, alat ukur air yang telah digunakan dalam waktu lama berpotensi mengalami penurunan performa dalam perhitungan air

“Bisa mempengaruhi akurasi pengukuran pemakaian air serta daya dorong aliran dalam sistem distribusi,” kata Yudhi dalam Press Conference dengan jajaran media yang dirangkai buka bersama di Platinum Hotel, Selasa (3/2/2026)
Pergantian water meter itu katanya, sudah jadi program yang dilakukan simultan untuk enam bulan terakhir. Dan program ini, tidak dipungut biaya alias gratis. “Jangan sampai ada yang membayar. Ini gratis demi alat ukur air yang akurat,” kata Yudhi dibenarkan Direktur Operasional Ali Rachman.
Disebutkan Yudhi, idealnya pergantian water meter 4 tahun sekali agar alat itu bekerja optimal demi mencatat penggunaan air pelanggan
“Ini sebenarnya sudah jadi kewajiban PTMB agar water meter milik pelanggan akurasinya terjaga,” ungkap Yudhi

PTMB katanya, akan menyampaikan pemberitahuan resmi kepada masyarakat sebelum petugas melakukan pergantian meter di lapangan. “Agar tidak ada kesalahpahaman di lapangan. Nanti ada yang mengira membayar,” pungkas Yudhi.
Sementara itu Ali Rachman menyebutkan, pergantian water meter juga berimplikasi terhadap program penurunan Non Revenue Water (NRW) atau angka kehilangan air PTMB.
“Diprediksi bisa turun 3 persen. Kita patok 26 persen NRW sekarang, sehingga bisa 23 persen dan itu ideal dengan kondisi topografi wilayah distribusi air bersih di Kota Balikpapan,” ujarnya. (gt)













