• Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kepengurusan
Sunday, March 15, 2026
  • Login
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home tintaBUDAYA

Pengantin Lima Menit, Gadis Miao dan Eric Tersipu

by admin
September 25, 2019
in tintaBUDAYA
0 0
0
Pengantin Lima Menit, Gadis Miao dan Eric Tersipu

GADIS: Eric Limanjaya bersanding dengan Gadis Miao

0
SHARES
423
VIEWS
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Penulis: Munir Asnawi

TINTAKALTIM.COM-“Modeee”. Mendengar sapaan ini, spontan pula anak-anak, gadis, perjaka hingga nenek dan kakek suku Li dan Miao mengacungkan jempol sembari membalas :”modeee”. Inilah sapaan atau salam akrab suku minoritas penghuni Hainan, China. Salam itu juga bermakna “bulong” (selamat datang) di desa yang ditetapkan Unesco sebagai The wolrd hatengible culture haritage.

Setiap wisatawan melangkah masuk ke perkampungan Yi Tian Gu Zhai di luar Kota Sanya, Provinsi Hainan wajib menyapa dengan salam itu. Warga suku Li dan Miao berbusana hitam dihiasi sulaman dengan senyum simpul teramat manis menyambut salam, terlebih emak-emak.  Bibirnya yang merah dengan air pinang membuat wajahnya makin cantik.

Penulis bersama penenun Suku Miao

Bila salam sudah dibalas salam, wisatawan bisa dengan bebas foto dengan siapapun, foto dengan emak penenun, pembuat kripik kelapa, pembuat tembikar, pembuat arak, juga dengan kakek pemain musik tradional, bahkan membantu mereka membuat api dengan menggesek kayu.

Sejak 4.000 tahun lalu,  desa yang berada 50 kilometer dari Kota Yazhou (nama masa lalu Sanya yang berarti negeri selatan, Red) ini, dihuni suku Li dan Miao. Mereka hidup berkelompok menggarap pertanian, menempa perak, membuat tembikar, membuat arak, menganyam bambu dan rotan.

Kejujuran menjadi kata kunci perdagangan di suku ini. Di salah satu pojok desa, ada buah jambu, hasil pertanian ditaruh begitu saja, di dekat buah ada keranjang. Wisatawan boleh mengambil buah dan membayar sendiri, uang pembayaran  dimasukkan ke keranjang. Tidak ada penjaga keranjang. Inilah desa kejujuran.

Kala saya dan rombongan berkeliling desa hari Senin (23/9) tadi, tiba di pelataran sebuah rumah.  Dipandu tour guide dari Cakrawala, bernama Vivi, dua perjaka yang ikut serta dalam rombongan disertakan dalam sayembara memikat hati gadis Miao. Nama keduanya, adalah Eric Tertius Limanjaya dan Maulana Irvandy.

Rombongan diajari membuat api

Syaratnya, kedua jomblo asal Balikpapan harus bisa menjerat hati sang dara idaman  yang bersembunyi di rumah adat. Sederhana, caranya  cukup berteriak di tabung bambu di depan rumah dengan: “Ooooeeeeeee.” Suara wajib keras dan sepanjang napas.

Putra Pdt. Timotius Limanjaya yang alumni Institut Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta jurusan musik mengungguli Maulana. Entah karena Eric sering meniup seksofon, sehingga suara berteriakannya lantang dan panjang. 

Usai sudah sayembara. Emak berpakaian adat dengan masih memamah sirih, pinang dan kapur ke luar rumah dan menyambut sang menantu, si Eric. Sang gadis Miao berwajah ayu mengiringi ibundanya di belakang. 

Tanda diterima, Ibu “mertua” mengenakan Eric baju rompi adat Miao warna merah bersulam indah, lalu dengan ramah mempersilakan Eric duduk di kursi kayu di depan rumah adat mereka. Juga meminta putrinya berkulit putih bersanding di pelaminan di samping Eric membuat Eric tersipu, rombongan tertawa dan bersorak.

Timotius dan istri ngunduh mantu gadis Miao ikut ikut bergelak tawa, apalagi tidak menyangka hanya empat hari di Hainan sudah menggelar perkawinan di Desa Yi Tian tanpa mahar dan ongkos sama sekali.  “Saya setuju aja,” canda Ny. Timotius. Sorak dan tawa rombongan pecah.

Depan rumah Suku Lie dan Miao

Sorak gaduh makin pecah, saat ibu mertua mempersilakan Eric dan “istri” masuk ke rumah mereka. Walau sejenak berdua di dalam rumah, terjadi  kejutan luar biasa. Pipi kiri dan kanan Eric masing-masing penuh dengan lipstik bercap bibir. Waw, Eric mendapat kecupan bibir sang gadis .

Begitu ke luar rumah, Akin Sudharta buru-buru mengucapkan selamat pada Eric disusul yang lain sembari tertawa dan canda. “Enak ya Ric, jadi pengantin lima menit,” kata Akin tertawa terpingkal-pingkal. Buru-buru menjabat tangan Timotius dan istri yang juga tertawa.

“Di dalam ada laki-laki kok, juga ibu si gadis,” kata Eric tersipu malu sambil melap tinta bibir warna merah di pipi dibantu sang ibu yang menyungging senyum tanda sayang pada sang anak.

Kurang lebih satu jam, kami menghabiskan waktu di Desa Ganshili  alias desa lembah pinang itu. Usai menyaksikan potret budaya dan gaya hidup Li dan Miao yang mirip Dayak dan Tana Toraja (Tator), kami melihat-hasil hasil kerajinan hiasan perak karya kedua suku yang telah 3.000 tahun menempa perak yang diyakini lebih berharga dari emas itu.

Mertua Akin Sudharta mainkan alat musik

Mereka yang terpikat pada kerajinan perak sebagai lambang kekayaan suku Li dan Miao itu,, bisa membeli dengan harga 30 RMB atau setara Rp66.000 per garam, tinggal menghitung berapa berat perhiasan yang diinginkan.

Di remang petang, di pintu keluar, saatnya kami berpisah dengan suku Li dan Miao. Bila kami datang memasuki pintu gerbang kedatangan menyapa dengan salam dengan mengucap :” modeee” sambil memuji dengan jempol. Di pintu gerbang dan di setiap kali berpisah dengan siapapun warga suku Li dan Miao, sambil melambaikan tangan, kami pun berkata “Babaheeeee…” (yang maknanya sama dengan bay-bay).(***)

SendShareTweet

Related Posts

Heboh, Lomba Fashion PTB, Rizal: Warga Tionghoa Jaga Kesolidan dan Kompak
tintaBUDAYA

Heboh, Lomba Fashion PTB, Rizal: Warga Tionghoa Jaga Kesolidan dan Kompak

October 8, 2019
Action di Tangga, ‘Cantik’ dan Unik, Batik Balikpapan Lebih Enerjik
tintaBUDAYA

Action di Tangga, ‘Cantik’ dan Unik, Batik Balikpapan Lebih Enerjik

October 2, 2019
On-On di Phoenix Hill Sambil Memandang Sanya
tintaBUDAYA

On-On di Phoenix Hill Sambil Memandang Sanya

September 25, 2019
Sanya, Kota Miss World Menawan di Hainan
tintaBUDAYA

Sanya, Kota Miss World Menawan di Hainan

September 24, 2019
Majukan Taichi Balikpapan, Hendra Lie Ketuai Adyti
tintaBUDAYA

Majukan Taichi Balikpapan, Hendra Lie Ketuai Adyti

September 24, 2019
Warga Tionghoa Asal Balikpapan Majukan Desa Bali Xinglung
tintaBUDAYA

Warga Tionghoa Asal Balikpapan Majukan Desa Bali Xinglung

September 22, 2019
Next Post
On-On di Phoenix Hill Sambil Memandang Sanya

On-On di Phoenix Hill Sambil Memandang Sanya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • 129 Followers
  • 315 Followers

Recommended

‘Medot Janji’ Kapolresta Buat Walikota-Istri Berjoget. Klandasan On Food Street Diramu Mendung Tanpo Udan, Ditutup Kemesraan

‘Medot Janji’ Kapolresta Buat Walikota-Istri Berjoget. Klandasan On Food Street Diramu Mendung Tanpo Udan, Ditutup Kemesraan

November 8, 2021
Rahmad: Berpolitik Itu Santun, Kritik Jadikan ‘Vitamin Demokrasi’

Rahmad: Berpolitik Itu Santun, Kritik Jadikan ‘Vitamin Demokrasi’

October 4, 2019
Pipa Bocor, PDAM Sementara Hentikan Produksi

Pipa Bocor, PDAM Sementara Hentikan Produksi

August 26, 2019
Pacifica Tempo Doeloe Lahir Kembali di Plaza Balikpapan. Foodcourt Launching 7 Februari 2020 di Lantai 3

Pacifica Tempo Doeloe Lahir Kembali di Plaza Balikpapan. Foodcourt Launching 7 Februari 2020 di Lantai 3

February 4, 2020
Berjuang Infrastruktur Air Baku Masuk PSN. Dirut PTMB Bertemu Menko AHY di Jakarta

Berjuang Infrastruktur Air Baku Masuk PSN. Dirut PTMB Bertemu Menko AHY di Jakarta

June 15, 2025
BPTD Kaltim Monev Kinerja Seluruh Satker. Renhard: Ukurannya SAKIP, Daya Serap Anggaran 80 Persen Diapresiasi

BPTD Kaltim Monev Kinerja Seluruh Satker. Renhard: Ukurannya SAKIP, Daya Serap Anggaran 80 Persen Diapresiasi

October 28, 2024
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

DISCLAIMER
© 2021 Tinta Kaltim

No Result
View All Result
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis

© 2021 Tinta Kaltim

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • 15 Weird Laws in the Philippines