TINTAKALTIM.COM-Ini bisa disebut terobosan tapi juga kebijaksanaan di dalam menjalankan roda perusahaan. Orientasi profit menjadi utama tetapi tidak bisa juga melupakan sisi-sisi sosial. Itulah yang dilakukan Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PDAM) di dalam melayani air bersih ke warganya.
Pelanggan baru, kini terkadang terkendala pemasangan jaringan (pipa induk), karena harus merogoh kocek sangat besar. Sehingga, kebijakan teranyar ini dengan memberi keringanan pada pelanggan yang memasang air sangat membantu.
“Catatannya, debit air dan tekanan air mengalir ke jalur warga cukup. Sebab, jika tidak tentu tak akan mengalir airnya. Sehingga ini solusi,” kata Direktur Umum (Dirum) Perumda Tirta Manuntung Balikpapan Hj Nour Hidayah (Nunu) menjelaskan program yang dibuat perusahaan penyedia air bersih ini.
Calon pelanggan, diberikan kesempatan untuk melakukan pola pembiayaan pipa induk dengan metode mencicil dengan rentang waktu yang sudah disepakati bersama antara pelanggan baru dengan PDAM.

“Hanya, waktu cicilannya hanya tiga kali. Misalnya contoh yang harus dibayar Rp15.000 maka dibagi 3 yang masing-masing Rp5 ribu. Ini gambarannya, sehingga menyesuaikan biaya yang ditetapkan untuk pipa induk itu per pelanggan baru berapa,” tambah Nunu.
Menurut Nunu, program itu diterapkan di RT 54 Kelurahan Manggar dekat SMPN 8 dan langkah PDAM turun ke lapangan dan merealisasikan juga menyerap aspirasi wakil rakyat atau anggota DPRD Nurhadi dari daerah pemilihan (dapil) Balikpapan Timur
“Kita ini juga harus sinergi dan kolaborasi dengan kawan-kawan di DPRD Balikpapan. Sebab, mereka menjadi representasi rakyat dan mengetahui isu-isu aktual kaitan air bersih,” ujar Nunu.
Disebutkan Nunu, sebagai dirum dirinya ingin terus mendengar dan memberikan informasi secara akurat baik kepada kuasa pemilik modal (KPM) atau walikota maupun DPRD.
“Pola pertanggungjawaban direksi itu ke KPM. Sehingga, langkah itu juga menjadi strategi kebijakan direksi melangkah. Karena, direksi organ kepegawaian PDAM berada di bawah KPM tak mungkin menentukan kebijakan sendiri,” ujar Nunu memberi gambaran tata kerja direksi di Perumda Tirta Manuntung Balikpapan. (gt)












