TINTAKALTIM.COM-Salat berjamaah, bagi Walikota Balikpapan H Rahmad Mas’ud SE ME biasa dilakukan. Bahkan, ia tanpa protokoler dan nyetir alias mengemudikan sendiri mobil pribadinya untuk berjamaah salat Subuh di Masjid Islamic Centre.

Minggu (9/2) sekitar pukul 04.30 Wita, walikota awalnya akan salat jamaah di Masjid Baitul Aman Polres Balikpapan. Tetapi, karena ada ‘hajat’, ia urungkan dan berbelok ke Islamic Centre.

“Sebenarnya saya ingin bertemu jamaah masjid di Polres. Tetapi, ada sesuatu hal. Sehingga, cari yang terdekat di Masjid Islamic Centre. Insya Allah lain waktu,” kata Walikota kepada jamaah masjid.
Walikota masuk masjid, tepat berkumandang azan. Ia didampingi Kepala Dinas Pendidikan Irfan Taufiq dan mantan Asisten 1 Sekkot Balikpapan Drs Syaiful Bahri dan Kepala Sekretariat H Damuri. Berada di saf depan, walikota melakukan salat qabliyah Subuh. Sambil berzikir dan membaca puji-pujian menunggu salat Subuh berjamaah.

Banyak jamaah yang tak mengetahui kehadiran walikota. Ia sengaja silent untuk salat berjamaah. Bahkan, Kompol Sarbini yang mengisi taklim ba’da Subuh pun awalnya tak mengetahui ada walikota.
Usai salat Subuh, walikota bertahan hingga akhir mendengarkan taklim yang disampaikan Ustaz Sarbini membahas kaitan fadhilah atau manfaat Bulan Syaban.
SYABAN
“Ini sudah masuk Syaban. Sebentar lagi Rajab. Ayo jadikan sebagai training centre menuju Ramadan. Karena, Syaban itu banyak keutamannya dan Rasulullah selalu menjalankan puasa sunah,” urai Sarbini yang menyebut, awal Syaban pada 31 Januari 2025 lalu dan Nisfu Syaban jatuh pada Jumat (13/2) mendatang.

Bahkan, di sejumlah kitab yang salahsatunya adalah nailul author atau kitab himpunan hadist hukum menurut Sarbini, Rasulullah selalu puasa sunah. Bahkan, sejumlah literatur hadist memastikan puasa itu.
“Jadi Rasulullah jika datang Syaban, ia berpuasa. Sampai sahabat bertanya, mengapa puasa lebih banyak di bulan itu. Menurut Rasulullah, itu bulan yang sering dilupakan umat Islam. Bulan yang terletak antara Rajab dan Ramadan itu seluruh amal akan diangkat ke langit, dan Allah menyukai orang yang berpuasa,” jelas Sarbini yang membedah kitab hadist itu.

Jika Syaban sudah jadi pusat latihan (training centre) menyambut puasa Ramadan, maka kata Sarbini, nanti akan terbiasa. Ibaratnya warming up atau pemanasan. Karena, pemain pencak silat saja tanpa masuk pusat latihan, ia tak mungkin mengukir prestasi.
Ibaratnya kata Sarbini, setiap datang Ramadan maka sudah jadi pemandangan lazim, di awal bulan masjid penuh. “Masuk momentum lailatul qadar, justru berubah jadi ‘lailatul mal’. Sehingga, masjid kosong,” kata Sarbini seraya tersenyum.

Makanya kata Sarbini, jika ingin melihat banyaknya (kuantitas) orang Islam itu, bisa dilihat dari dua hari raya yakni Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha. Tetapi, jika ingin melihat kualitas seorang muslim lihatlah salat Subuhnya.
Bulan Syaban, jangan disia-siakan karena kata Sarbini biasa disebut syahrul quran atau bulan Alquran. Dan sebaiknya membaca Alquran atau tadarus.
“Membaca Qurannya dengan tartil. Sebab, setiap huruf dan ayat Alquran itu harus diberikan haknya secara tartil yakni hurufnya dibaca dengan makhraj yang benar,” jelas Sarbini.

Sesekali Sarbini menyapa walikota yang ada di depannya. “Saya ini bukan ustaz atau guru pak wali. Hanya polisi pangkat kompol. Jadi maaf kalau saya harus buka kitab. Takut salah. Karena, tak boleh menafsirkan Alquran dan hadist sesuai keinginan. Gus Baha saja kemana-mana bawa kitab,” kata Sarbini.
Syaban juga kata Sarbini jadi bulan salawat. Sehingga, dianjurkan setiap hari berselawat. Minimal 1.000 kali. Karena, selawat juga ada di tafsir At-Thabari yang merupakan tafsir tertua yang dikarang Imam At-Thabari.
“Termasuk membaca Subhanallah, alhamdulillah, laa illaha illallah dan Allahu Akbar bisa jadi perisai keselamatan dari api neraka,” kata Sarbini
SARAPAN
Di akhir taklim, seluruh jamaah termasuk walikota menikmati sajian sarapan pagi. “Saya sudah paham, pasti rawon,” kelakar walikota yang memang pagi itu menunya rawon.
Walikota bersilaturahmi dan memanfaatkan momen itu untuk diskusi. Bahkan, ia menyampaikan pesan-pesan moral agar bersedekah. “Setiap hari saya dan keluarga bersedekah. Itu sudah kebiasaan. Ayo, kalau nggak ada uang maka silaturahmi dan senyum juga bersedekah,” katanya.

Cerita pun begitu heboh. Sampai, kaitan olahraga berkuda. Karena, walikota senang berkuda. “Benar anjuran Rasulullah ada tiga olahraganya. Berkuda, renang dan memanah. Ternyata, berkuda itu membuat fisik fit dan enerjik,” cerita walikota.

Di akhir cerita, walikota yang akrab dengan Ustaz Das’ad Latif ini, selalu menyebut bahwa banyak bahan-bahan ceramah yang lucu dan plesetan untuk membuat suasana segar Das’ad Latif dari dirinya.
“Seperti Istoqomah. Itu sering dipakai Ustaz Das’ad. Para jamaah tahu apa artinya: Istiqomah itu artinya ‘Ikatan Suami Takut Istri kalau di Rumah’,” kelakar walikota disambut tawa seluruh jamaah yang membersamai sarapan rawon dan mengingatkan pengurus Masjid Islamic Centre agar pola sarapan dibuat terpisah antara jamaah wanita dan pria. (gt)













