TINTAKALTIM.COM-Menuju Ibu Kota Nusantara (IKN), akan semakin mudah dan nyaman. Karena, masyarakat bisa menikmati bus listrik baik dari Balikpapan maupun Samarinda. Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kaltim berkomitmen menyiapkan bus-bus dengan teknologi listrik (electric vehicle) itu dalam waktu dekat.
“Kita akan melakukan ujicoba lintasan terlebih dahulu. Rencana uji coba dari Balikpapan ke IKN dilakukan 3 hari mulai Senin (21/4) sampai Rabu (23/4) mendatang,” kata Kepala BPTD Kaltim Renhard Ronald di sela-sela acara halal bi halal di Terminal Tipe A Batu Ampar, Senin (14/4).

Saat itu, Renhard didampingi Kepala Seksi Lalu Lintas, Jalan, Sungai, Danau, Penyeberangan dan Pengawasan BPTD Kaltim Bagus Panuntun Kuncoro Edi, sejumlah Pengawas Satuan Pelayanan dan UPPKB (Jembatan Timbang) yakni Heriyawan (Terminal Tipe A Batu Ampar), Yunita (Terminal Samarinda Seberang), Sholeh Putra Nugraha (UPPKB Paser), Sulis Setiawan (UPPKB Samboja) dan Sales Area Manager PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk, Doddy Isriyadi.
Ujicoba lintasan jelas Renhard, menggunakan bus listrik VKTR dari Magelang. Langkah ini, sekaligus wujud komitmen melayani masyarakat ke IKN secara berkelanjutan yang dilakukan BPTD Kaltim sinergi dengan perusahaan elektrifikasi kendaraan.

Dikatakan Renhard, ujicoba dimulai dari Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan (SAMS) menuju tol Manggar dan keluar ke Karang Joang terus melintasi Tol Pulau Balang, selanjutnya menuju ke IKN via Simpang Riko dan Simpang ITCI.
“Sebenarnya kalau seksi tol Jembatan Pulau Balang – IKN sudah selesai, kita bisa langsung. Tetapi, ini lewat Simpang Riko tembus ke IKN dan berhenti di rest area,” urai Renhard kaitan ujicoba lintasan dari Balikpapan itu.
Dari rest area, kebijakan internal Otorita IKN (OIKN), biasanya penumpang melanjutkan dengan bus listrik yang sudah disiapkan di IKN menuju Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).

Namun sementara ini sebelum bus interchange rampung dibangun oleh OIKN, maka bus Listrik yang akan disiapkan oleh BPTD dapat melayani KIPP juga.
Tetapi kata Renhard, jika bus interchange yang akan dibangun rampung, maka penumpang bus listrik yang disiapkan BPTD Kaltim akan diturunkan di bus interchange tersebut, selanjutnya bus listrik menuju ke rest area untuk keperluan recharging baterai.
“Sekarang ini ada pola bus listrik dari dalam IKN menjemput penumpang yang berhenti di rest area atau nantinya yang berhenti di bus interchange, kemudian selanjutnya dilangsir ke Kawasan KIPPkarenasifatnya yang berfungsi sebagai inner city bus. Sedangkan bus Listrik yang akan disiapkan oleh BPTD adalah bus yang bersifat inter city bus dan commuter, sehingga berakhir di rest area yang telah ada saat ini atau nantinya di bus interchange setelah selesai dibangun,” jelas Renhard Ronald yang terus melakukan inovasi transportasi demi melayani masyarakat.
MELAYANI
Dikatakannya, BPTD Kaltim berupaya maksimal dalam melayani masyarakat ke IKN. Sejauh ini sudah berjalan dengan menggunakan bus konvensional (diesel) yang dimanfaatkan masyarakat Kaltim bahkan dari berbagai daerah. Apalagi dalam momen-momen peak season seperti Idul Fitri 2025 lalu.

Kalau nanti ke IKN dapat menggunakan bus listrik kata Renhard, karena inilah moda transportasi ramah lingkungan yang dapat mengurangi polusi udara dan kebisingan.
“Bus listrik itu tidak menghasilkan emisi gas buang. Jadi, BPTD Kaltim mendukung program pemerintah dalam hal emisi gas buang yang bersih atau nol (zero emission). Apalagi, performanya lebih baik dalam perawatan dan konsumsi energinya lebih murah,” jelas Renhard.
SPKLU
Sementara itu saat disinggung kaitan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang berfungsi mengisi daya baterai kendaraan listrik, saat ujicoba lintasan dari Bandara Sepinggan akan mengupayakan penggunaan SPKLU mobile milik PLN, sedangkan untuk di kawasan rest area akan dipasang charging station yang dibawa oleh VKTR, kata Renhard.
Renhard Ronald juga menyinggung rencana ujicoba di Samarinda yang akan dilakukan dengan dua skenario lintasan. Jadwalnya agak lama sekitar sepekan yakni 3 hari untuk ujicoba lintasan dari Terminal Tipe A Samarinda Seberang menuju pintu tol Simpang Jembatan Mahkota (Km-95) – Tol Pulau Balang – IKN dan 3 hari untuk ujicoba lintasan dari Terminal Tipe A Samarinda Seberang menuju pintu tol Palaran (Km-88) – Tol Pulau Balang – IKN.

“Kita akan ujicoba performa bus listik pada lintasan dengan tingkat kelandaian jalan atau kemiringan jalan (gradien) tertentu dan parameter lalu lintas lainnya. Tapi, kami optimistis bahwa lintasan yang direncanakan akan mampu dilintasi maksimal oleh bus listrik,” kata Renhard yang menambahkan, ujicoba di Samarinda akan dilakukan pada minggu selanjutnya.
Secara terpisah Sales Area Manager Kalimantan PT. VKTR Teknologi Mobilitas Tbk Doddy Isriyadi menambahkan, ujicoba juga diperlukan untuk melihat performa baterai dan uji sistem sehingga kekuatan baterai harus dicek maksimal.
“Trial menggunakan bus listrik ini pun untuk melihat pengujian fungsional untuk mengecek fungsi kendaraan listrik secara visual. Termasuk, pengujian untuk memastikan siapapun aman dalam bus listrik dan tak ada kebocoran listrik pada kendaraan,” kata Doddy. (gt)













