TINTAKALTIM.COM-Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menyerahkan penghargaan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) kepada Perumda Tirta Manuntung (PDAM Balikpapan) atas kerja keras perusahaan yang secara konsisten menerapkan K3 dengan baik.
Penghargaan itu diberikan atas dasar penilaian maksimal dan PDAM Balikpapan disebut mampu mempertahankan kinerja K3 serta dapat menjaga kelangsungan usaha untuk mencapai produktivitas perusahaan.
“Ini komitmen PDAM ketiga kalinya untuk tetap konsisten menerapkan K3 di perusahaan. Terimakasih kepada seluruh karyawan dan konsumen yang terus percaya terhadap PDAM,” kata Direktur Umum (Dirum) PDAM Balikpapan Noer Hidayah atau Nunu usai menerima penghargaan itu di Hotel Bidakara Jakarta, Selasa (24/5/2022)
Menurut Nunu, PDAM Balikpapan selalu menjaga agar K3 diterapkan maksimal di perusahaan. Sehingga, audit berkala terus dilakukan bahkan edukasi ke 380 pegawai agar taat dan patuh K3 menjadi kewajiban.
Disebutkan Nunu, penghargaan dari Menaker diberikan ke Perumda Tirta Manuntung Balikpapan karena telah menerapkan SMK3 dengan hasil pencapaian 95,78 persen untuk kategori tingkat lanjutan yang menilai 166 kriteria.
“SMK3 di PDAM Balikpapan dilakukan oleh lembaga audit SMK3 yang independen dan ditunjuk Kemenaker RI yang mencakup pada seluruh aspek pengelolaan air minum seperti Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) dan lainnya. Jadi perusahaan sangat serius kaitan K3 ini,” jelas Nunu.
Dalam regulasinya kata Nunu, PDAM Balikpapan bersandar pada ketentuan Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja dan PP Nomor 50 tahun 2012 tentang penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
Dalam aturan itu ujarnya, PDAM harus menjaga bagaimana meningkatkan efektivitas perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja yang terencana, terukur dan terintegrasi. “Kami juga diaudit kaitan mencegah dan mengurangi kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja melibatkan unsur manajemen dan pegawai. Kuncinya kami terus mendorong dan menciptakan tempat kerja yang aman, nyaman dan mendorong produktivitas,” urai Nunu dalam kaitan penerapan SMK3 di perusahaan yang ia pimpin.

Menurut Nunu, PDAM Balikpapan mendapat undangan langsung Menaker untuk hadir di ruang Birawa Hotel Bidakara Jakarta. Dan Manaker sangat memberi apresiasi tinggi terhadap PDAM Balikpapan untuk terus menjaga komitmen dan menerapkan SMK3 di perusahaan.
“Alhamdulillah, kami bersyukur PDAM Balikpapan setiap penghargaan nasional maupun provinsi selalu meraih penghargaan. Jujur, ini kerja sinergi dan kolaborasi manajemen, pegawai dan seluruh stakeholders untuk memajukan Perumda Tirta Manuntung,” jelasnya.
PEMBINA K3
Sementara itu, di tempat yang sama penghargaan juga diberikan untuk Pembina K3 2022 kepada Gubernur Provinsi Kaltim DR Isran Noor yang diwakili Wakil Gubernur Hadi Mulyadi.
“Ada 15 gubernur se-Indonesia yang mendapatkan penghargaan Pembina K3. Dan, PDAM Balikpapan mendapat apresiasi besar karena mampu meraih penghargaan SMK3 untuk kategori gold. Tentu, kami akan terus menjaga dan mempertahankan penghargaan itu,” kata Nunu.
Disebutkan Nunu, selain kebijakan direksi kaitan penerapan SMK3 di PDAM Balikpapan, diraihnya penghargaan itu juga hasil kerja keras jajaran tim ISO sistem SMK3 di perusahaan yang dipimpin Koordinator ISO Krisnaningsih. Juga seluruh pegawai yang terus menjadikan K3 bagian dari budaya kerja. “Kami mengimbau seluruh pegawai agar terus mempertahankan penghargaan ini. Jangan sampai turun kelas dan jadikan budaya kerja di perusahaan,” pungkas Nunu. (gt)













